What’s Next For Ethereum Price As It Drops Below $2,000?

newsbtcDipublikasikan tanggal 2023-04-24Terakhir diperbarui pada 2023-04-24

Abstrak

The price of Ethereum has fallen below $1,900, dropping from the $2,000 mark that was previously held by bulls. This has led to another sell-off and the bearish influence remains...

The price of Ethereum has fallen below $1,900, dropping from the $2,000 mark that was previously held by bulls. This has led to another sell-off and the bearish influence remains strong despite attempts at recovery.
In the last 24 hours, Ethereum has risen by only 1.2%, but on the weekly chart, the altcoin has seen a significant drop of over 10%. The technical outlook for Ethereum is also in favor of the bears, as demand and accumulation for the altcoin have decreased. In order for Ethereum to make a recovery, it is crucial for it to breach the immediate resistance strength from buyers.
Despite this, most altcoins, including Ethereum, have remained bullish on the higher time-frame structure. However, bulls must defend the following support line or supply zone for Ethereum to start its recovery.

With Bitcoin struggling under the $30,000 price mark, many altcoins are also experiencing difficulty in breaking through their immediate price ceilings. On the one-day chart, the decline in the market capitalization of Ethereum indicates a decrease in buyers.
Ethereum Price Analysis: One-Day Chart

Ethereum

Ethereum was priced at $1,880 on the one-day chart | Source: ETHUSD on TradingView At the time of writing, ETH was valued at $1,880, having fallen below its bearish block ranging from $1,900 to $2,000. This drop in price is likely due to a routine price pullback, as Ethereum had traded above the $2,025 price mark after approximately eight months. However, as selling pressure increased, the bears have taken control.
The immediate overhead resistance for the altcoin is $1,910. A move above this level could potentially push ETH to touch $1,950, which may help to facilitate a price recovery. Conversely, the support levels for ETH are currently at $1,840 and $1,820.

During the previous session, the amount of ETH traded was in the red, indicating an increase in selling pressure.
Technical Analysis

Ethereum

Ethereum registered a fall in buying strength on the one-day chart | Source: ETHUSD on TradingView As demand for ETH decreased, buyers also began to lose confidence in the asset. The Relative Strength Index showed that sellers outnumbered buyers on the one-day chart, as it was positioned just below the 50-mark.
Additionally, ETH dropped below the 20-Simple Moving Average line, indicating that sellers were in control and driving the price momentum in the market. However, with a slight increase in demand, ETH has the potential to trade above the 20-SMA line once again.





Ethereum

Ethereum started to display sell signals on the one-day chart | Source: ETHUSD on TradingView In line with other technical indicators, ETH began to exhibit sell signals on the one-day chart. The Moving Average Convergence Divergence, which measures price momentum and reversals, formed red histograms. This reading corresponds to sell signals for the altcoin.
Additionally, the Bollinger Bands, which gauge price volatility, were relatively far apart, but they have started to slightly converge. It suggested that ETH may trade within a specific price range over the coming trading sessions.


Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru57m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru57m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru58m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru58m yang lalu

Trading

Spot
活动图片