Gary Gensler Gets Grilled — And Now?

mediumDipublikasikan tanggal 2023-04-21Terakhir diperbarui pada 2023-04-21

Abstrak

As fun as the hearing may have been, there are few reasons to laugh for the crypto industry at the moment.

Crypto's great villain, Gary Gensler, finally made crypto fans happy. Not because he finally did something good for crypto. But because he got his backside handed to him in a congressional hearing:

There is quite a bit to unpack here, so let's cover:

What this hearing was about

What Gary Gensler got grilled on

What this means for crypto

What Was the Congressional Hearing About?

Congressional hearings collect and analyze information ahead of policy-making. With a couple of crypto bills stranded in the wheels of Washington's legislative process, the hearing on Tuesday was to provide some clarity for things to move forward.

The hearing was scheduled in advance, with SEC Chairman Gary Gensler set to appear to testify on his agency's role in and approach to crypto legislation. Gensler had already stated that, in his opinion, the SEC has the authority to regulate crypto. In a statement we all know too well, Gensler reiterated his view that "most crypto tokens are securities."

With the stage set for the hearing, you will not believe what happened next...

What Gary Gensler Got Grilled on?

Gary Gensler has been crypto's main antagonist for a while now. His constant bickering over whether ETH is or isn't security has driven crypto proponents mad. But he faced a worthy opponent on Tuesday in North Carolina Republican Patrick McHenry, who made the list of top pro-crypto politicians in our Ultimate Guide To Crypto Regulation in 2023.

If you haven't watched the clip above, here it is one more time, just because it was so beautiful. McHenry put Gensler on the spot about the "security or not?" question:

The clip went viral on Crypto Twitter, not least because Gensler was visibly shaking when he tried to weasel out of answering the question with a simple yes or no. But it was not the only time Gensler was made to look uncomfortable.

When asked about the failure of Signature Bank, Gensler tried to establish a connection to the crypto industry. But that's not at all what happened, said NY Department of Financial Services Superintendent Adrienne Harris:

Want another example of Gensler looking like a poorly-prepared pupil that's been summoned to the board?

Here's one. Congressman Warren Davidson tried to elicit from Chairman Gensler whether ETH is a security by quizzing him about Ethereum Max:

Don't worry, there's more. Tom Emmer from the Congressional Blockchain Caucus gave Gensler the Congress equivalent of a hairdryer treatment in a five-minute dressing-down, covering everything from lack of regulatory clarity over bad enforcement to pushing the industry into China's hands. This one is well worth watching in full:

So what would be the appropriate course of action here? Congressman Davidson thinks it's time for Gensler to find a new job:

This is just a best-of-dunking-on-Gensler video compilation. But as fun as that is to watch, what actionable steps are next for the crypto industry?

What Does This Mean for Crypto?

Crypto Twitter was obviously stoked by Gensler's poor showing at the hearing. Erik Voorhees had a PG-take on the entire situation:

Congressman McHenry reiterated what he said in the hearing. Gensler is doing nothing right and is driving the industry against a wall:

But it's become painfully obvious to everyone on Crypto Twitter and beyond that Gensler can't or doesn't want to do a proper job of giving crypto regulatory guardrails:

So where does crypto go from here?

Gensler has the backing of crypto's second main anti-character, Elizabeth Warren. Small wonder that his pre-prepared answers did not pass the stress test of congressional Republicans:

Gensler maintains the SEC is in charge of, and open to, exchanges operating according to its guidelines as long as they register. Unfortunately, that has time and again been proven to be false, with Coinbase being the latest target of the SEC's trigger finger. To the utter surprise of no one, Coinbase secured a Bermuda license and plans to launch an offshore exchange ASAP. Pushing the crypto industry overseas is not just a narrative. It is happening.

Although it's true that positions on crypto are mainly split across party lines (Democrats against, Republicans pro), it's not as easy as changing the party of the President and all will be good. The SEC may or may not become more pro-crypto under a Trump II or De Santis administration (even though there's no love lost for crypto on Trump's end).

But until that could even happen, there's a good 18 months or so to go. Many more exchanges and other builders will have to deal with the unclear regulatory situation in the US and decide that it's not worth the pain. Less clarity and transparency lead to less innovation, less protection of retail against scams, and more talent leaving.

As fun as the hearing may have been, there are few reasons to laugh for the crypto industry at the moment.

Bacaan Terkait

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang penggalangan dana besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Alphabet, dan Meta, menimbulkan kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak berikutnya dalam perkembangan AI. Alasan utama optimisme terletak pada intensitas investasi modal (Capex) yang terus berlanjut dan bahkan meningkat tajam. Lima penyedia cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya telah meningkatkan panduan Capex mereka untuk tahun 2026 secara signifikan, dengan angka mencapai ratusan miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur AI. Siklus investasi ini diperkirakan akan lebih tahan lama dibandingkan siklus perangkat keras sebelumnya karena beberapa alasan: 1. **Kompleksitas dan Hambatan Fisik:** Investasi tidak hanya untuk chip (GPU), tetapi juga untuk listrik, transformator, pendinginan, jaringan, dan ruang data. Banyak dari komponen ini menghadapi kendala pasokan yang parah dan waktu tunggu produksi yang panjang (misalnya, transformator bisa memakan waktu 4 tahun). 2. **Sifat Proyek yang Berkelanjutan:** Proyek infrastruktur berskala besar, sekali dimulai, lebih mahal untuk dihentikan di tengah jalan daripada diselesaikan. 3. **Data Pendukung:** Perusahaan seperti Eaton melaporkan lonjakan pesanan data center lebih dari 200%, menunjukkan bahwa investasi ini didukung oleh aktivitas konstruksi nyata. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI (Return on Investment):** Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, menekan arus kas bebas. Namun, model bisnis cloud historis menunjukkan bahwa fase investasi masif dapat diikuti oleh monetisasi skala besar. Sinyal untuk mengubah pandangan akan muncul jika panduan Capex diturunkan atau penggunaan produk AI meleset dari ekspektasi – yang saat ini belum terjadi. 2. **Gelembung seperti tahun 2000:** Krisis dot-com dipicu oleh kelebihan pasokan infrastruktur (serat optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru sebaliknya, ditandai oleh **kekurangan pasokan** di banyak lapisan infrastruktur fisik yang kritis dan tidak dapat diproduksi secara berlebihan dengan mudah. Kesimpulannya, gelombang penggalangan dana saat ini mencerminkan kebutuhan untuk mendanai tahap ekspansi AI berikutnya yang penuh dengan hambatan teknis dan logistik. Sinyal dari perusahaan menunjukkan investasi belum melambat. Meskipun risiko selalu ada, bukti saat ini lebih mendukung narasi bahwa siklus AI masih berlanjut, hanya saja dengan dinamika dan tantangan yang telah berubah.

marsbit42m yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

marsbit42m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang besar pengumpulan modal dari raksasa teknologi seperti IPO SpaceX senilai $750 miliar dan rencana pendanaan besar-besaran oleh Alphabet dan Meta. Ini memicu kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, menurut "Tidal Investment", ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak baru. Alasan untuk tetap optimis telah berubah. Dua tahun lalu, cerita didorong oleh ledakan permintaan dan imajinasi industri. Pada pertengahan 2026, fokusnya beralih ke pertanyaan apakah intensitas investasi ini berkelanjutan. Kunci jawabannya terletak pada niat dan kemampuan para pemain kunci untuk terus berinvestasi. Data menunjukkan investasi justru semakin agresif. Panduan belanja modal (Capex) 2026 dari lima vendor cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya dinaikkan secara signifikan, mencapai angka ratusan miliar dolar AS. Bahkan perusahaan dengan arus kas kuat pun mengatur ulang struktur modalnya untuk mendanai infrastruktur AI. Siklus investasi ini sulit berhenti karena beberapa alasan. Pertama, investasi tersebar di banyak lapisan fisik seperti komputasi, memori, jaringan, dan yang paling kritis: **listrik**. Kemacetan bergeser dari chip ke komponen fisik seperti transformer, pendinginan cair, dan akses jaringan listrik, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan. Kedua, pesanan untuk peralatan pendukung data center (seperti dari Eaton yang melonjak 240%) membuktikan ada progres konstruksi riil di balik angka Capex yang besar. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI**: Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, meningkatkan beban penyusutan dan menekan arus kas bebas (seperti yang dialami Amazon). Namun, ini mirip dengan fase awal pengembangan cloud. Risiko ROI nyata, tetapi belum ada sinyal seperti panduan Capex yang diturunkan atau pesanan yang dibatalkan. 2. **Gelembung seperti tahun 2000**: Krisis dot-com disebabkan oleh kelebihan pasokan infrastruktur (seperti fiber optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru terbalik. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI (listrik, transformer) sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan tidak dapat "dipra-pasang" seperti fiber optic, sehingga risiko kelebihan pasokan mendadak lebih rendah. Kesimpulannya, gelombang pendanaan besar-besaran ini lebih mencerminkan **"istirahat tengah babak"** daripada akhir permainan. Tantangan di babak selanjutnya (keterbatasan listrik, pasokan transformer) justru membutuhkan lebih banyak modal dan waktu. Siklus investasi AI masih berlangsung, hanya saja alur ceritanya yang berubah dari narasi murni pertumbuhan menjadi narasi ketahanan dan realisasi nilai dalam menghadapi kendala fisik.

链捕手48m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

链捕手48m yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

**Ringkasan: 15 Protokol Kripto Penghasil Pendapatan yang Dinilai Terlalu Rendah Menurut Grayscale** Grayscale Research melaporkan bahwa 15 protokol on-chain dengan pendapatan tertinggi saat ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang sangat rendah, banyak di antaranya hanya 1x hingga 9x. Protokol seperti Pump.fun, PancakeSwap, dan Meteora bahkan memiliki kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan pendapatan satu tahun mereka. Rendahnya valuasi ini terjadi meskipun protokol-protokol ini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dengan biaya operasional minimal. Grayscale berpendapat bahwa potensi disahkannya *CLARITY Act* (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) pada bulan depan bisa menjadi katalis. Regulasi yang lebih jelas diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi lembaga keuangan tradisional, mendorong lebih banyak aktivitas dan nilai terkunci (TVL) di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan protokol-protokol ini. Laporan ini mengelompokkan protokol berdasarkan kelipatan pendapatannya: - **"Klub 1x"**: Pump.fun (PUMP), PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), Collector Crypt (CARDS). - **Kelipatan satu digit**: Raydium (RAY), Lido Finance (LDO), Aerodrome (AERO), Sky (SKY), Jupiter (JUP), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Aave (AAVE). - **Kelipatan tinggi**: Hyperliquid (HYPE, 15x), World Liberty Financial (WLFI, 17x), dan Uniswap (UNI, 37x) yang dinilai berdasarkan narasi dan nilai opsi masa depan. Grayscale juga memberikan analisis valuasi DCF (Discounted Cash Flow) untuk Aave, dengan target harga sekitar $175. Namun, penting dicatat bahwa Grayscale memiliki kepentingan komersial dalam laporan ini sebagai perusahaan pengelola aset kripto, dan katalis regulasi (CLARITY Act) belum tentu terwujud. Investor disarankan untuk melakukan penilaian mandiri.

marsbit1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片