Shanghai Upgrade – How It Could Affect Ethereum and LSD Tokens

dailyhodlDipublikasikan tanggal 2023-04-21Terakhir diperbarui pada 2023-04-21

Abstrak

On April 12, 2023, the Ethereum chain rolled out the Shanghai upgrade. The update implemented...

On April 12, 2023, the Ethereum chain rolled out the Shanghai upgrade.
The update implemented a series of proposals, namely EIP 3651, also known as ‘Warm Coinbase,’ that decreased the gas fees for transactions that go through the Coinbase address, EIP 6049, proposing an improvement of security and reliability to the smart contract and the much-anticipated EIP 4895 that enabled staking withdrawals on Ethereum.
In the piece below, we will explore how the upgrade may affect the price of Ethereum and LSD (liquid staking derivatives) projects and tokens in the long run.
Exploring the background
To better understand the upgrade, we begin by closely examining the problem it aims to solve.
In December 2020, Ethereum went through an upgrade from the PoW (proof-of-work) system to PoS (proof-of-stake) consensus mechanism in an event better known as ‘The Merge.’
Ethereum has achieved relative scalability with its consensus mechanism, as it no longer employs time consuming problem-solving consensus mechanisms such as Bitcoin’s proof-of-work.
Still, the chain had a downside – stakers couldn’t withdraw their staked Ethereum tokens until a designated deposit period was over.
To solve this issue, some projects have created protocols allowing users to stake Ethereum and benefit from liquidity. These protocols utilize a type of token pegged with Ethereum, called liquid staking derivatives.
Shanghai update – impact on the Ethereum price
The impact of the Shanghai upgrade on the price of Ethereum remains uncertain, and two possible scenarios may occur.
For those bearish on Ethereum, there are concerns about the pressure from the US government towards US-based protocols and cryptocurrency exchanges that offer Ethereum SaaS (staking-as-a-service).
Most recently, Kraken’s announcement on the unstaking of all their Ethereum after being sued by the SEC has set a negative precedent for cryptocurrency exchanges and protocols providing SaaS in the United States.
Additionally, some investors are looking to withdraw their Ethereum and exchange it with fiat currencies to offset the costs and losses from 2022.
Inversely, for those bullish on Ethereum, the Shanghai upgrade is expected to potentially bring significant improvements to the Ethereum network, including faster transaction processing times and reduced fees.
These improvements may attract more users to the network, increasing the demand for Ethereum and driving up its price.
Furthermore, 10% of the entire staking pool can be withdrawn every month, and the time-consuming two-step process in unstaking Ethereum may discourage investors from withdrawing their assets.
It is essential to consider both the potential positives and negatives when evaluating the impact of the Shanghai upgrade on the price of Ethereum.
While there may be some short-term selling pressure from investors looking to withdraw their staked Ethereum, the long-term improvements to the Ethereum network could drive demand and increase the price of Ethereum.
Impact on LSD tokens
Another impact of the upgrade is on LSD protocols. LSD protocols could maintain their peg better after the Ethereum upgrade, leading to lower costs.
These protocols can give a higher APY (annual percentage yield) after the upgrade as derivative tokens become stable – therefore, the rate governance tokens of the protocols have been growing in price.
LDO increased by over 100%, PENDLE grew by over 900%, RPL rose by 120% and the trend continues to increase.
One potential outcome investors have been anticipating is the chance to transfer their recently unstaked Ethereum to LSDs to take advantage of greater profits and the capabilities of decentralized finance.
LSD protocols hold 42% of the total staking volume of the Ethereum network.
This means the upgrade will highly impact the price of the protocol’s governance tokens, derivative tokens and APY.
Each LSD protocol has designed different ways for its users to liquidate their position and will try to redeem all their investors sufficiently.
Investors would also need to learn the liquidating process for protocols they want to invest in, as it will affect the security of these protocols.
Each protocol will have its own liquidating process and affect security – therefore, I highly recommend doing your own research before investing in any LSD protocols.
Ethereum – generating value for the industry
Ethereum as a protocol has helped generate a whole lot of other value through different means across many industries.
While the current Shanghai upgrade will help enhance the overall functionalities of Ethereum and associated protocols, other EVM (Ethereum virtual machine)-compatible blockchain networks will also benefit from the network event.
Though there are still a lot of milestones for Ethereum to cover in order to become a fully functional PoS protocol, the ability to withdraw the staked tokens will bring in institutional money, especially in jurisdictions where regulatory demands are not so strict.
In the meantime, investors and observers will place a keen eye on how Ether as a token – as well as its LSD counterparts – take advantage of these major protocol updates across the board.


Bacaan Terkait

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang penggalangan dana besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Alphabet, dan Meta, menimbulkan kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak berikutnya dalam perkembangan AI. Alasan utama optimisme terletak pada intensitas investasi modal (Capex) yang terus berlanjut dan bahkan meningkat tajam. Lima penyedia cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya telah meningkatkan panduan Capex mereka untuk tahun 2026 secara signifikan, dengan angka mencapai ratusan miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur AI. Siklus investasi ini diperkirakan akan lebih tahan lama dibandingkan siklus perangkat keras sebelumnya karena beberapa alasan: 1. **Kompleksitas dan Hambatan Fisik:** Investasi tidak hanya untuk chip (GPU), tetapi juga untuk listrik, transformator, pendinginan, jaringan, dan ruang data. Banyak dari komponen ini menghadapi kendala pasokan yang parah dan waktu tunggu produksi yang panjang (misalnya, transformator bisa memakan waktu 4 tahun). 2. **Sifat Proyek yang Berkelanjutan:** Proyek infrastruktur berskala besar, sekali dimulai, lebih mahal untuk dihentikan di tengah jalan daripada diselesaikan. 3. **Data Pendukung:** Perusahaan seperti Eaton melaporkan lonjakan pesanan data center lebih dari 200%, menunjukkan bahwa investasi ini didukung oleh aktivitas konstruksi nyata. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI (Return on Investment):** Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, menekan arus kas bebas. Namun, model bisnis cloud historis menunjukkan bahwa fase investasi masif dapat diikuti oleh monetisasi skala besar. Sinyal untuk mengubah pandangan akan muncul jika panduan Capex diturunkan atau penggunaan produk AI meleset dari ekspektasi – yang saat ini belum terjadi. 2. **Gelembung seperti tahun 2000:** Krisis dot-com dipicu oleh kelebihan pasokan infrastruktur (serat optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru sebaliknya, ditandai oleh **kekurangan pasokan** di banyak lapisan infrastruktur fisik yang kritis dan tidak dapat diproduksi secara berlebihan dengan mudah. Kesimpulannya, gelombang penggalangan dana saat ini mencerminkan kebutuhan untuk mendanai tahap ekspansi AI berikutnya yang penuh dengan hambatan teknis dan logistik. Sinyal dari perusahaan menunjukkan investasi belum melambat. Meskipun risiko selalu ada, bukti saat ini lebih mendukung narasi bahwa siklus AI masih berlanjut, hanya saja dengan dinamika dan tantangan yang telah berubah.

marsbit42m yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

marsbit42m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang besar pengumpulan modal dari raksasa teknologi seperti IPO SpaceX senilai $750 miliar dan rencana pendanaan besar-besaran oleh Alphabet dan Meta. Ini memicu kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, menurut "Tidal Investment", ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak baru. Alasan untuk tetap optimis telah berubah. Dua tahun lalu, cerita didorong oleh ledakan permintaan dan imajinasi industri. Pada pertengahan 2026, fokusnya beralih ke pertanyaan apakah intensitas investasi ini berkelanjutan. Kunci jawabannya terletak pada niat dan kemampuan para pemain kunci untuk terus berinvestasi. Data menunjukkan investasi justru semakin agresif. Panduan belanja modal (Capex) 2026 dari lima vendor cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya dinaikkan secara signifikan, mencapai angka ratusan miliar dolar AS. Bahkan perusahaan dengan arus kas kuat pun mengatur ulang struktur modalnya untuk mendanai infrastruktur AI. Siklus investasi ini sulit berhenti karena beberapa alasan. Pertama, investasi tersebar di banyak lapisan fisik seperti komputasi, memori, jaringan, dan yang paling kritis: **listrik**. Kemacetan bergeser dari chip ke komponen fisik seperti transformer, pendinginan cair, dan akses jaringan listrik, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan. Kedua, pesanan untuk peralatan pendukung data center (seperti dari Eaton yang melonjak 240%) membuktikan ada progres konstruksi riil di balik angka Capex yang besar. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI**: Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, meningkatkan beban penyusutan dan menekan arus kas bebas (seperti yang dialami Amazon). Namun, ini mirip dengan fase awal pengembangan cloud. Risiko ROI nyata, tetapi belum ada sinyal seperti panduan Capex yang diturunkan atau pesanan yang dibatalkan. 2. **Gelembung seperti tahun 2000**: Krisis dot-com disebabkan oleh kelebihan pasokan infrastruktur (seperti fiber optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru terbalik. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI (listrik, transformer) sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan tidak dapat "dipra-pasang" seperti fiber optic, sehingga risiko kelebihan pasokan mendadak lebih rendah. Kesimpulannya, gelombang pendanaan besar-besaran ini lebih mencerminkan **"istirahat tengah babak"** daripada akhir permainan. Tantangan di babak selanjutnya (keterbatasan listrik, pasokan transformer) justru membutuhkan lebih banyak modal dan waktu. Siklus investasi AI masih berlangsung, hanya saja alur ceritanya yang berubah dari narasi murni pertumbuhan menjadi narasi ketahanan dan realisasi nilai dalam menghadapi kendala fisik.

链捕手48m yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

链捕手48m yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

**Ringkasan: 15 Protokol Kripto Penghasil Pendapatan yang Dinilai Terlalu Rendah Menurut Grayscale** Grayscale Research melaporkan bahwa 15 protokol on-chain dengan pendapatan tertinggi saat ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang sangat rendah, banyak di antaranya hanya 1x hingga 9x. Protokol seperti Pump.fun, PancakeSwap, dan Meteora bahkan memiliki kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan pendapatan satu tahun mereka. Rendahnya valuasi ini terjadi meskipun protokol-protokol ini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dengan biaya operasional minimal. Grayscale berpendapat bahwa potensi disahkannya *CLARITY Act* (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) pada bulan depan bisa menjadi katalis. Regulasi yang lebih jelas diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi lembaga keuangan tradisional, mendorong lebih banyak aktivitas dan nilai terkunci (TVL) di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan protokol-protokol ini. Laporan ini mengelompokkan protokol berdasarkan kelipatan pendapatannya: - **"Klub 1x"**: Pump.fun (PUMP), PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), Collector Crypt (CARDS). - **Kelipatan satu digit**: Raydium (RAY), Lido Finance (LDO), Aerodrome (AERO), Sky (SKY), Jupiter (JUP), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Aave (AAVE). - **Kelipatan tinggi**: Hyperliquid (HYPE, 15x), World Liberty Financial (WLFI, 17x), dan Uniswap (UNI, 37x) yang dinilai berdasarkan narasi dan nilai opsi masa depan. Grayscale juga memberikan analisis valuasi DCF (Discounted Cash Flow) untuk Aave, dengan target harga sekitar $175. Namun, penting dicatat bahwa Grayscale memiliki kepentingan komersial dalam laporan ini sebagai perusahaan pengelola aset kripto, dan katalis regulasi (CLARITY Act) belum tentu terwujud. Investor disarankan untuk melakukan penilaian mandiri.

marsbit1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片