Bitcoin price searches for direction ahead of this week’s $710M BTC options expiry

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2023-03-02Terakhir diperbarui pada 2023-03-02

Abstrak

BTC’s recent price swings are the result of regulatory pressure and the Federal Reserve’s stance on U.S. inflation.

Bitcoin (BTC) bulls laid most of their options at $24,500 and higher for the March 3 options expiry, and given the recent bullishness seen from BTC, who can blame them? On Feb. 21, Bitcoin price briefly traded above $25,200, reflecting an 18% gain in eight days. Unfortunately, regulatory pressure on the crypto sector increased and despite no effective measures being announced, investors are still wary and reactive to remarks from policymakers.


For instance, on Feb. 23, U.S. Securities and Exchange Commission Chair Gary Gensler claimed that "everything other than Bitcoin" falls under the agency's jurisdiction. Gensler noted that most crypto projects "are securities because there's a group in the middle and the public is anticipating profits based on that group."


March 1 comments from two U.S. Federal Reserve (FED) officials reiterated the necessity for even more aggressive interest rate increases to curb inflation. Minneapolis FED President Neel Kashkari's and Atlanta FED President Raphael Bostic's comments also decreased investors' expectations of a monetary policy reversion happening in 2023.


The stricter stance from the macroeconomic and crypto regulatory environment caused investors to rethink their exposure to cryptocurrencies. Nevertheless, Bitcoin's price decline practically extinguished bulls' expectation for a $24,500 or higher options expiry on March 3, so their bets are unlikely to pay off as the deadline approaches.


Bulls were "rug pulled" by negative regulatory remarks


The open interest for the March 3 options expiry is $710 million, but the actual figure will be lower since bulls became overconfident after Bitcoin traded above $25,000 on Feb. 21.

Bitcoin options aggregate open interest for March 3. Source: CoinGlass

""

The 1.12 call-to-put ratio reflects the imbalance between the $400 million call (buy) open interest and the $310 million put (sell) options. However, the expected outcome is likely much lower regarding active open interest.


For example, if Bitcoin's price remains near $23,600 at 8:00 am UTC on March 3, only $50 million worth of these call (buy) options will be available. This difference happens because the right to buy Bitcoin at $24,000 or $25,000 is useless if BTC trades below that level on expiry.


Bears have set their trap below $23,000


Below are the four most likely scenarios based on the current price action. The number of options contracts available on March 3 for call (bull) and put (bear) instruments varies, depending on the expiry price. The imbalance favoring each side constitutes the theoretical profit:
""

  • Between $22,000 and $22,500: 700 calls vs. 6,200 puts. The net result favors the put (bear) instruments by $120 million.
  • Between $22,500 and $23,000: 1,000 calls vs. 4,800 puts. The net result favors the put (bear) instruments by $85 million.
  • Between $23,000 and $24,000: 2,100 calls vs. 1,800 puts. The net result is balanced between bulls and bears.
  • Between $24,000 and $25,000: 4,900 calls vs. 400 puts. The net result favors the call (bull) instruments by $110 million.

""

This crude estimate considers the call options used in bullish bets and the put options exclusively in neutral-to-bearish trades. Even so, this oversimplification disregards more complex investment strategies.


For example, a trader could have sold a call option, effectively gaining negative exposure to Bitcoin above a specific price, but unfortunately, there's no easy way to estimate this effect.

Could weak U.S. mortgage applications could benefit BTC bulls?


Bitcoin bulls must push the price above $24,000 on March 3 to secure a potential $110 million profit. However, data from the Mortgage Bankers Association's announcement on March 1 might turn the tide favorably for BTC. The weekly volume of mortgage applications declined by 44% versus the same period in 2022, hitting the lowest level in 28 years.


Considering the negative pressure from regulators and investors' eying the next FED decision on March 22, bears have good odds of pressuring BTC below $23,000 and profiting by $85 million in the March 3 weekly options expiry. Still, there's hope for Bitcoin bulls depending on how traditional markets react to the bearish mortgage applications data.

Bacaan Terkait

Citrini Research: Menelusuri 5 Tema Investasi Utama yang Tertutup oleh Perdagangan AI Saat Ini

Citrini Research menyoroti lima tema investasi yang terabaikan akibat dominasi narasi AI. Dalam laporannya, mereka menyarankan untuk memperluas fokus di luar semikonduktor dan pusat data, karena "kelelahan AI" berisiko tinggi dan aliran modal kemungkinan akan berputar. Kelima tema tersebut adalah: 1. **Saham Maskapai Penerbangan (Delta & United):** Dianggap telah dihukum selama 18 bulan terakhir karena faktor makro (kekhawatiran inflasi dan harga minyak), bukan kinerja fundamental. Prospek pertumbuhan tetap kuat dengan pergeseran ke segmen premium dan momentum dari Piala Dunia 2026. 2. **Real Estat untuk Lansia:** Didorong oleh data demografi yang solid, di mana populasi AS di atas 80 tahun akan tumbuh lebih dari 56% dalam dekade mendatang. Pasokan fasilitas tertinggal jauh dari permintaan. Rekomendasi: Welltower, Janus Living, Brookdale. 3. **Hiburan Langsung (Live Entertainment):** Disebut sebagai kelas aset terbaik dalam sepuluh tahun terakhir. Keinginan konsumen untuk pengalaman "hadir secara fisik" mendorong pendapatan dari tiket acara olahraga, konser, dan bioskop. Rekomendasi: TKO Group (WWE/UFC), Cinemark, IMAX. 4. **Persaingan Bursa Berjangka:** Monopoli CME Group (98% pangsa) untuk pertama kalinya menghadapi pesaing serius dari FMX Futures Exchange. FMX didukung oleh konsorsium bank besar Wall Street dan menawarkan biaya lebih rendah serta insentif likuiditas. 5. **Pemulihan Fintech:** Sektor yang sangat tertekan pada 2026 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Perusahaan seperti SoFi (dengan stablecoin SoFiUSD), Robinhood (transformasi ke 'super app keuangan'), dan Upstart (pergantian CEO & narasi AI) menunjukkan perbaikan fundamental dan berpotensi rebound kuat. Inti laporan: Alpha terbesar saat ini mungkin berasal dari tema-tema "kecil" yang kurang mendapat perhatian dan pemodelan, di mana ekspektasi yang terlupakan tidak sesuai dengan realitas yang berubah.

marsbit9m yang lalu

Citrini Research: Menelusuri 5 Tema Investasi Utama yang Tertutup oleh Perdagangan AI Saat Ini

marsbit9m yang lalu

Ledakan Super Spiral Tak Terkalahkan, Laporan Keuangan Micron Nyalakan Panjangnya Banteng Semikonduktor

**Ringkasan Artikel: Micron Kembali Mendorong Lembu Panjang Semikonduktor dengan Laporan Keuangan Ledakan** Pada 25 Juni dini hari waktu Beijing, Micron Technology merilis laporan keuangan Q3 tahun fiskal 2026 yang sangat diantisipasi, melampaui semua ekspektasi pasar. **Kinerja Luar Biasa Melebihi Perkiraan Paling Agresif** * **Pendapatan Q3:** $414,56 miliar (naik 346% YoY), jauh melampaui perkiraan pasar ~$354 miliar. * **Laba Bersih GAAP:** $282,43 miliar (naik hampir 15x YoY). * **Panduan Q4 yang Mengejutkan:** Pendapatan diperkirakan mencapai ~$500 miliar (lebih tinggi dari ekspektasi tinggi Goldman Sachs sebesar $488 miliar), dengan margin kotor ~86%. **AI Mendrive Pertumbuhan di Seluruh Rantai Memori** Pendorong utamanya tetap AI, tetapi dampaknya kini meluas di luar HBM: * Semua lini bisnis inti tumbuh lebih dari 250-600%, termasuk memori cloud, pusat data, SSD pusat data, serta bisnis mobil dan embedded. * **HBM4** sudah dikirim secara massal ke pelanggan inti, **HBM4E** dalam pengembangan untuk produksi massal 2027, dengan kapasitas HBM 2026 terjual habis. * Permintaan untuk AI juga mengencangkan pasokan DRAM dan NAND tradisional, mendorong siklus harga yang kuat. Micron memperkirakan kondisi ketat pasokan-permintaan ini berlanjut hingga setidaknya 2027. **Stabilitas Jangka Panjang dengan Kontrak "Take-or-Pay"** Ini adalah perubahan bersejarah bagi industri yang biasanya sangat siklis: * Micron telah menandatangani **16 perjanjian strategis jangka panjang (SCA)** dengan pelanggan, sebagian hingga tahun 2030. * Perjanjian ini mencakup **20% pengiriman DRAM dan sepertiga pengiriman NAND**, menggunakan model **"Take-or-Pay"** yang mengikat. Bahkan jika pelanggan tidak mengambil semua barang, mereka tetap harus membayar. * **14 perjanjian awal** diperkirakan menjamin pendapatan sekitar **$1000 miliar**, dengan jaminan kinerja pelanggan sebesar ~$220 miliar (sekitar $180 miliar dalam bentuk tunai) untuk mendanai ekspansi. **Ekspansi Kapasitas Didukung Pesanan, Bukan Spekulasi** * Pengeluaran modal Q4 diperkirakan sekitar **$100 miliar**, difokuskan pada HBM, DRAM canggih, dan kemasan canggih. * Ekspansi ini didorong oleh **permintaan yang terkunci melalui kontrak jangka panjang**, bukan sekadar perkiraan permintaan masa depan, mengurangi risiko kelebihan kapasitas tradisional. **Dampak Pasar: Mengembalikan Kepercayaan pada Lembu Semikonduktor** Laporan keuangan Micron meredam kekhawatiran bahwa kenaikan sektor semikonduktor telah jenuh. Kinerja yang jauh melampaui ekspektasi dan visibilitas permintaan jangka panjang yang kuat ini: * Mengirimkan sinyal jelas bahwa **infrastruktur AI masih berakselerasi, bukan melambat**. * Mendorong saham Micron naik 16% dalam perdagangan setelah jam, dan mengerek naik saham semikonduktor global lainnya di AS, Korea Selatan (termasuk Samsung dan SK Hynix), dan China. * Menegaskan kembali bahwa **cerita AI masih panjang, dan memori semakin menjadi pemeran utama di dalamnya**.

Odaily星球日报1j yang lalu

Ledakan Super Spiral Tak Terkalahkan, Laporan Keuangan Micron Nyalakan Panjangnya Banteng Semikonduktor

Odaily星球日报1j yang lalu

Mengartikan Arsitektur Baru Ethereum Foundation: Menegaskan Kembali Kedaulatan Diri dalam Tren Institusionalisasi

Ethereum Foundation (EF) mengumumkan restrukturisasi internal menjadi lima lapisan kerja, disertai pengurangan 20% staf, untuk memperjelas fokus dan menegaskan kembali nilai inti kedaulatan diri (self-sovereignty) di tengah tren institusionalisasi crypto. Lima lapisan kerja tersebut adalah: 1. **Protocol Layer**: Mempertahankan atribut inti Ethereum (CROPS: Censorship-resistant, Robust, Open, Private, Secure) dan mengerjakan teknologi dasar seperti hard fork yang aman. 2. **Access Layer**: Memastikan pengguna dapat benar-benar menggunakan kemampuan kedaulatan diri Ethereum dalam praktik, dengan prinsip "zero option" yang menyediakan jalur tanpa perantara untuk setiap tindakan penting (membaca chain, bertransaksi, dll.). 3. **User Layer**: Menjembatani pengembangan teknologi dengan kebutuhan pengguna dan organisasi nyata, agar keputusan pengembangan berbasis pada realitas pengguna, bukan hanya visi teknis. 4. **Community Layer**: Memelihara dan menyebarkan konsensus nilai Ethereum, baik di dalam ekosistem (tentang tujuan dan prinsip) maupun dengan menghubungkannya ke bidang lain seperti teknologi sumber terbuka dan privasi. 5. **Institutional Layer**: Mengelola interaksi dengan lembaga, namun dengan premis kedaulatan diri, bukan memudahkan kontrol institusi atas pengguna. Tujuannya adalah menciptakan contoh integrasi yang lebih baik menggunakan teknologi Ethereum. Artikel ini merefleksikan bahwa meskipun adopsi institusi (seperti ETF) membawa crypto ke arus utama, hal itu juga berpotensi menggeser logika dasar seperti desentralisasi dan netralitas. EF melalui struktur barunya ingin menegaskan bahwa siapapun (individu atau institusi) dapat berpartisipasi di Ethereum, tetapi tanpa mengorbankan prinsip kedaulatannya sebagai "lautan bebas" digital yang tahan terhadap pengaruh dan pemaksaan terpusat.

marsbit1j yang lalu

Mengartikan Arsitektur Baru Ethereum Foundation: Menegaskan Kembali Kedaulatan Diri dalam Tren Institusionalisasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片