Bank for International Settlements (BIS) menyatakan Proyek Agorá telah menyelesaikan pengujian bernilai riil untuk pembayaran lintas batas wholesale yang ditokenisasi, dengan 28 lembaga keuangan dan bank sentral menyelesaikan sekitar 800.000 franc Swiss (sekitar $1 juta) dalam 17 skenario transaksi.
BIS mengatakan pada Kamis bahwa pengujian tersebut menggunakan cadangan bank sentral dan simpanan bank komersial yang ditokenisasi untuk menyelesaikan pembayaran dalam franc Swiss, euro, pound sterling, yen Jepang, won Korea Selatan, dan dolar AS, dengan waktu penyelesaian rata-rata sekitar 80 detik.
Peserta termasuk Bank of England, Bank of France, Bank of Japan, Bank of Korea, dan Swiss National Bank, bersama dengan bank-bank komersial seperti JPMorgan Chase, Citi, Deutsche Bank, BNP Paribas, UBS, Standard Chartered, dan MUFG.
Proyek Agorá adalah inisiatif BIS yang diluncurkan pada 2024 untuk mengeksplorasi bagaimana simpanan bank komersial dan cadangan bank sentral yang ditokenisasi dapat meningkatkan pembayaran wholesale lintas batas. Pada bulan Mei, proyek tersebut melaporkan bahwa prototipenya menunjukkan penyelesaian atomik (atomic settlement) lintas berbagai mata uang dan yurisdiksi.
BIS mengatakan uji coba pada Juli menandai pencapaian penting dan pengujian akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan Proyek Agorá.
Terkait: Mantan kepala BIS melunakkan sikap terhadap stablecoin, dukung koeksistensi dengan mata uang fiat







