Golem Price Pumping 55% to $0.3645 - Should You Buy this Crypto Today?

CryptonewsDipublikasikan tanggal 2022-09-13Terakhir diperbarui pada 2022-09-13

Abstrak

Golem is on a bullish streak, having increased by more than 55% in seven days to trade at $0.36350. GLM is known for massive euphoric surges followed by severe retracements.

Golem Price Pumping 55% to $0.3645 - Should You Buy this Crypto Today?

Golem is on a bullish streak, having increased by more than 55% in seven days to trade at $0.36350. GLM is known for massive euphoric surges followed by severe retracements. Speaking about Golem Network's introduction, it's a revolutionary decentralized computation network that distributes excess computing power to those in need. 
The network creates a peer-to-peer organization where users can buy and sell computing and join on an equal footing. GLM is the utility token that is the gateway to the Golem Network. Users can also rent idle digital resources or assets with extra computational power using the Golem (GLM) cryptocurrency in peer-to-peer transactions.
Golem Price & Tokenomics
The current Golem price is $0.368242, and the 24-hour trading volume is $393 million. Golem has increased by 4.99% in the last 24 hours. A day before, the GLM/USD pair opened at $0.3317, placing a high of $0.4782 and a low value of $0.3134. 

CoinMarketCap now ranks #98, with a live market cap of $368 million. It has 1,000,000,000 GLM coins in circulation and a maximum supply of 1,000,000,000 GLM coins.
What's driving an uptrend in GLM? Let's find out...
Hiring Campaign Boost's Investors 
The network's official Twitter feed released a tweet on September 6th. According to the tweet, their coders earn between $3,000 and $10,000 monthly. However, the benefits they bring go far beyond monetary compensation. They urged developers not to send CVs if that was all they wanted.


Hiring new employees indicates that the company is expanding, which boosts investor confidence. As a result, investors begin investing in those companies, expecting a higher growth rate to cause a surge in the coin's price. This could be one of the reasons for the recent uptick in Golem prices.

According to the tweet, Golem provides a transforming experience similar to discovering your ability. According to Mattias Nystrom, Head of Community at the Golem Project, developers at Golem may choose the currency they compensate, but we also offer a lot more. 


For instance, he said that excellent coders should be given special treatment, such as access to our Jastarnia code, a relaxing resort, and the inspiration and thrill of working with cutting-edge technology. The network claims they are always looking for talented developers to join Golem. 
Furthermore, they understand that talent recognizes talent. That is why they offer a fantastic team member referral program called #DiscoverYourSuperpower, which rewards current employees with +$4,500 for recommending new superhero developers to the company.
The fundamental purpose of the GLM Rewards Program is to create a movement that enables people across national boundaries to promote cooperation within the Golem community.
GLM Technical Outlook: Should You Buy this Crypto Today?
On the technical front, the GLM/USD has shown a bearish retracement, falling from $0.5500 to $0.3625. GLM has completed a 61.8% Fibonacci retracement at $0.3746 and is heading lower. 
On the downside, the 78.6% Fibonacci retracement level will be the next level of support and may underpin GLM at $0.3275. GLM's immediate resistance remains at $0.3746 and 0.4079. A break above these levels may allow for additional buying until the $0.4413 and 0.4820 levels. 

The GLM has closed the "three black soldiers" candlestick pattern on the 4-hour timeframe, indicating a strong bearish bias in the short run. As a result, it appears that investors should hold off on entering the market until GLM completes the 78.6% retracement.

Bacaan Terkait

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

Pada pertengahan Juni, tiga peristiwa industri — pembatasan akses Fable 5 karena kepatuhan regulasi, pengumuman open-source GLM-5.2, dan kebocoran tanggal rilis GPT-5.6 — menandai titik balik dalam industri AI global. Logika dasarnya telah berubah: Pertama, **"ketersediaan" kini lebih penting daripada "kemajuan teknis"**, dengan rantai pasok model besar memasuki fase "sistem ganda": model tertutup yang dikontrol dan model open-source lokal. Kedua, **penghalang kompetisi raksasa model tertutup bergeser**. Fokus teknis beralih dari "kecerdasan bahasa" ke "kecerdasan spasial (model dunia)" yang sangat bergantung pada komputasi. Ketiga, menghadapi risiko kepatuhan regulasi lintas batas yang常态, **desain arsitektur "model-agnostic" telah menjadi kebutuhan dasar bagi pengembang aplikasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis**. Fable 5 (Anthropic) dibatasi aksesnya bagi non-warga AS hanya 72 jam setelah diluncurkan, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi kini berbanding lurus dengan risiko regulasi. Di sisi lain, model open-source seperti GLM-5.2 menawarkan peningkatan kinerja yang stabil dan keunggulan biaya signifikan (hingga 90% lebih murah), sekaligus menjadi cadangan penting untuk manajemen risiko kepatuhan perusahaan global. Sementara itu, GPT-5.6 dikabarkan akan fokus pada "kecerdasan spasial" atau "model dunia", berusaha membangun keunggulan baru di bidang seperti simulasi industri dan robotika yang membutuhkan daya komputasi masif. Kesimpulannya, logika evaluasi infrastruktur AI telah berubah dari sekadar kinerja teknis menjadi pertimbangan gabungan antara kinerja, kepatuhan regulasi, dan stabilitas akses. Bagi pengembang, ketergantungan pada API tertutup tunggal mengandung risiko tinggi. Menerapkan arsitektur "model-agnostic" untuk memungkinkan peralihan cepat ke alternatif open-source lokal telah menjadi prinsip dasar untuk menjaga kelangsungan bisnis.

marsbit2j yang lalu

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

marsbit2j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

Perang subsidi token antara raksasa AI seperti Google, OpenAI, dan Anthropic mungkin tidak akan segera berakhir, tetapi sifatnya berbeda dari perang subsidi era internet. Analisis dari SemiAnalysis menunjukkan bahwa harga token saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan paket berlangganan AI premium bahkan mungkin disubsidi hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganannya. Namun, tidak seperti layanan seperti taksi online atau pengiriman makanan, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dan pengembang dapat dengan mudah beralih antara model AI karena API yang semakin standar. Ini berarti begitu subsidi dihentikan dan harga dinaikkan, pengguna bisa langsung beralih. Bill Maris dari Google Ventures memprediksi dengan keyakinan 100% bahwa Google, dengan pendapatan iklannya yang besar, bisa memotong harga token hingga 80% sebagai senjata. Bagi OpenAI dan Anthropic yang bergantung pada pendanaan investor, hal ini akan menjadi tekanan bisnis yang berat, terutama setelah mereka masuk bursa dan harus menunjukkan profitabilitas. Dua skenario akhir yang mungkin adalah: 1) skenario monopolistik ala internet di mana satu pemenang muncul dan kemudian menaikkan harga, atau 2) skenario "listrik-air-bahan bakar" di mana token menjadi infrastruktur dasar yang terstandarisasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berargumen bahwa skenario kedua lebih mungkin karena kurangnya efek penguncian pada token AI. Kompetisi ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan permainan tanpa akhir untuk tetap berada di meja permainan. Bagi pengguna, selama perang subsidi ini berlanjut, mereka akan terus menikmati akses ke kemampuan AI canggih dengan biaya yang sangat terjangkau dibandingkan dengan biaya komputasi sebenarnya.

marsbit2j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

marsbit2j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

Di luar lapangan, Piala Dunia bukan hanya festival penggemar sepak bola, tetapi juga jendela langka bagi spekulasi global. Turnamen ini memusatkan perhatian, emosi, identitas, kesenjangan informasi, dan sumber daya langka selama lebih dari sebulan, menciptakan ekosistem spekulasi yang luas. Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mencatat pertumbuhan pesat, dengan volume perdagangan miliaran dolar, menawarkan narasi kekayaan baru dibandingkan taruhan olahraga tradisional yang tetap menjadi tulang punggung dengan basis pengguna yang matang. Pasar saham juga bereaksi, menciptakan "saham konsep" seperti produsen ayam goreng di Korea Selatan yang harganya melonjak terkait acara nonton bareng. Pasar sekunder tiket menjadi arena arbitrase, di mana harga bisa meroket untuk pertandingan tim populer seperti Portugal, sementara tiket lain justru turun. Barang koleksi seperti stiker Panini dan jersey edisi terbatas juga menjadi komoditas spekulasi, dengan harga melambung di platform seperti eBay. Spekulasi lebih liar muncul di crypto melalui ribuan token meme bertema Piala Dunia yang sangat volatil, meski penuh risiko penipuan. Lapisan terakhir adalah bisnis informasi: alat pelacak tiket seperti SeatSidekick dan layanan berlangganan rekomendasi taruhan memanfaatkan permintaan akan data dan keunggulan informasi. Intinya, Piala Dunia telah menjadi eksperimen spekulasi raksasa di mana aliran perhatian dan emosi menciptakan jaringan perdagangan global yang menyelesaikan transaksinya sendiri jauh dari lapangan hijau.

marsbit3j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片