**Broadcom vs AMD: Saham Chip AI Mana yang Lebih Layak Dipertaruhkan Setelah Nvidia?** Pasar chip AI diperkirakan melesat menjadi $333 miliar pada 2030, menciptakan peluang besar di luar Nvidia. Dua pesaing utama adalah Broadcom (AVGO) dan AMD. AMD mengambil jalur yang lebih sulit dengan bersaing langsung melawan Nvidia di chip AI tujuan umum (GPU). Meski berhasil meningkatkan pendapatan data center dan mendapatkan pesanan dari Meta, mereka menghadapi tantangan besar dari ekosistem perangkat lunak CUDA milik Nvidia yang sudah sangat mapan. Di sisi lain, Broadcom memilih strategi berbeda dengan mengembangkan chip khusus (XPU) yang disesuaikan dengan beban kerja AI masing-masing pelanggan besar seperti Anthropic, Google, Meta, dan OpenAI. Pendekatan ini menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dan hubungan yang lebih erat dengan pelanggan, terutama karena permintaan komputasi bergeser dari pelatihan (training) ke inferensi. Meskipun saham Broadcom terjual habis setelah laporan kuartal II karena panduan pendapatan AI kuartal III yang lebih rendah dari harapan, CEO Hock Tan menegaskan kembali target jangka panjang pendapatan chip AI tahunan sebesar $100 miliar pada tahun fiskal 2027. Dengan pendapatan AI kuartal II sebesar $10,8 miliar, masih ada ruang pertumbuhan yang signifikan. Kesimpulannya, meskipun saham Broadcom dinilai lebih mahal (premium) daripada AMD berdasarkan rasio harga terhadap penjualan (P/S), analis percaya premi tersebut wajar. Broadcom dilihat memiliki posisi kompetitif yang lebih kuat berkat strategi chip kustomnya dan portofolio klien AI elit, menjadikannya pilihan yang lebih menarik untuk investasi jangka panjang dalam ruang chip AI.
marsbit6天前




