XDC launches real-world USDC spending as stablecoins cross $307B

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-18Terakhir diperbarui pada 2026-02-18

Abstrak

Stablecoins, with a total market capitalization exceeding $307 billion, are primarily used for behind-the-scenes financial transactions. However, a new partnership between XDC Network and OrbitX Pay aims to bridge the gap between on-chain assets and real-world commerce. This integration will allow users to spend USD Coin (USDC) held on the XDC network directly at any merchant that accepts Visa, functioning like a regular card payment. The goal is to reduce reliance on costly and time-consuming fiat currency conversions and third-party off-ramps. Ritesh Kakkad, co-founder of XDC Network, sees this as a move towards everyday blockchain utility. Similarly, OrbitX CEO Ankitt Guar stated the initiative aims to reduce friction by keeping users in control of their assets while connecting to global payment networks. This development occurs as stablecoin adoption grows. A BVNK research report found that 56% of stablecoin users plan to acquire more in the next year, and over half increased their holdings in the past year. Notably, about 35% of income for freelancers and sellers is received in stablecoins on average. The move underscores the evolution of digital assets from speculative instruments into practical tools for daily spending, though meaningful adoption of such integrations remains an open question.

Stablecoins move trillions of dollars each year, but most of that activity still happens behind the scenes.

A new partnership between XDC Network and OrbitX Pay will test whether that can change by allowing USD Coin [USDC] held on XDC to be spent at merchants that accept Visa.

The idea is that users will keep funds on-chain until the moment they pay; the transaction itself works like a regular card payment.

This could reduce the need for fiat conversions and third-party off-ramps, which often add cost and delays.

Ritesh Kakkaad, co-founder of XDC Network, argued that this is part of a change to everyday use.

“The real opportunity is when blockchain moves beyond powering finance behind the scenes…”

 OrbitX CEO Ankitt Guar also said in an official statement,

By keeping users in control of their assets while connecting to global payment networks, we aim to reduce the friction between on-chain value and real-world spending.”

Whether such integrations see meaningful adoption remains an open question.

Stablecoin engine on full power

Stablecoin total market capitalization is holding above $307 billion, with steady growth over the past year.

This matters because payment use cases tend to grow faster when there’s already liquidity and user familiarity in place.

Source: DeFiLlama

User behavior trends also look strong. A recent BVNK research report found that 56% of stablecoin users plan to acquire more over the next 12 months, while more than half increased their holdings over the past year.

Source: BVNK

Among freelancers and sellers who receive payments in stablecoins, about 35% of their income comes through these assets on average!

By eliminating fiat conversions and enabling direct stablecoin spending, the move underscores how digital assets are evolving from speculative instruments into practical payment tools.


Final Summary

  • Stablecoin adoption is accelerating, and real-world USDC spending only speeds it up.
  • The foundation for everyday crypto payments is already forming.
Next: Jito jumps 11% as new Solana market layer fuels demand: Is $0.50 next?
Share
  • Share
  • Tweet

Pertanyaan Terkait

QWhat is the new partnership between XDC Network and OrbitX Pay designed to achieve?

AThe partnership is designed to allow users to spend USD Coin (USDC) held on the XDC Network directly at merchants that accept Visa, testing the potential for on-chain assets to be used in everyday transactions.

QAccording to the article, what is a key benefit of spending stablecoins directly instead of converting to fiat?

AA key benefit is the reduction of the need for fiat conversions and third-party off-ramps, which often add cost and delays to transactions.

QWhat does the data from BVNK's research report reveal about stablecoin user behavior?

AThe report found that 56% of stablecoin users plan to acquire more stablecoins over the next 12 months, and more than half increased their holdings over the past year.

QWhat is the current total market capitalization of stablecoins mentioned in the article?

AThe total market capitalization of stablecoins is holding above $307 billion.

QWhat does the move to enable direct stablecoin spending signify about the evolution of digital assets?

AIt underscores how digital assets are evolving from speculative instruments into practical payment tools for real-world use.

Bacaan Terkait

Narasi BTC sebagai 'Emas Digital' Apakah Sudah Gagal?

Artikel ini menganalisis Bitcoin dari sudut pandang "aset digital" atau "emas digital", tanpa memberikan saran investasi. Penulis membahas tiga hal utama: **1. Bagaimana Memandang Bitcoin sebagai Aset:** Bitcoin dianggap sebagai kelas aset baru yang unggul dibandingkan emas dalam hal: jumlah terbatas (21 juta koin), kemampuan transfer yang mudah dan aman (kunci pribadi), dan transparansi/auditabilitas penuh (blockchain). Meski awalnya digunakan di area abu-abu, regulasi semakin mengatur. Adopsi global crypto saat ini sekitar 3-4%, menandakan fase awal dengan volatilitas tinggi namun juga potensi pertumbuhan jangka panjang. **2. Memahami Penurunan Harga Terkini:** Penurunan ~50% dari puncak $126k (Okt 2025) ke ~$61k (Feb 2026) dipandang sebagai penjualan siklis yang terprediksi pasca-*halving*, dan sebagai proses "peralihan kepemilikan" historis dari *early holders* ke investor institusional melalui ETF. Data historis menunjukkan tren penurunan persentase *drawdown* setiap siklus (dari >90% ke ~50%), mengindikasikan aset yang semakin matang. **3. Pandangan Jangka Panjang:** Kerangka analisisnya adalah membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin (~$1.4T pada $70k) dengan emas (~$20T). Bitcoin baru mencapainya sekitar 7%. Jika narasi "emas digital" terealisasi sebagian (misal, 30-50% kapitalisasi emas), ruang naiknya masih signifikan. Risiko terbesar bukanlah Bitcoin menjadi nol, melainkan manajemen portofolio yang buruk (seperti *all-in* atau pakai leverage) dan kurangnya pemahaman mendalam, yang bisa membuat investor *exit* dipaksakan sebelum potensi jangka panjang terwujud. Kesimpulan: Volatilitas tinggi adalah "harga" untuk potensi imbal hasil tinggi. Pertanyaan kuncinya adalah apakah penurunan ini menandakan kegagalan narasi "emas digital" atau hanya fase peralihan dalam evolusinya dari aset spekulatif ke aset alokasi. Jawabannya bergantung pada keyakinan mendasar terhadap aset ini.

marsbit5j yang lalu

Narasi BTC sebagai 'Emas Digital' Apakah Sudah Gagal?

marsbit5j yang lalu

Dari Kode ke Kognisi: Panduan Panjang Evolusi Otak Robot

**Dari Kode ke Kognisi: Evolusi Otak Robot** Era robot sebelumnya bergantung pada kode yang dirancang dengan hati-hati untuk persepsi, perencanaan, dan kontrol (seperti PID), membatasi kemampuan generalisasi. Kemajuan datang dengan pembelajaran mendalam untuk persepsi visual dan pembelajaran penguatan untuk kontrol motorik, tetapi kebijakan tetap sempit. Titik balik terjadi dengan munculnya Model Bahasa Besar (LLM). LLM bertindak sebagai perencana tingkat tinggi, menerjemahkan instruksi bahasa alami menjadi urutan keterampilan atomik untuk dieksekusi oleh sistem robot tradisional (seperti ROS2). Ini adalah lompatan besar, tetapi LLM hanya penjadwal cerdas, bukan penggerak langsung. Lompatan berikutnya adalah Model Visi-Bahasa-Aksi (VLA). Model ini menggabungkan persepsi visual dan instruksi bahasa langsung ke dalam satu jaringan neural untuk menghasilkan perintah gerakan, menyatukan penalaran dan tindakan. Ini memungkinkan generalisasi yang lebih baik. Arsitektur populer (seperti di Figure AI, NVIDIA GR00T) menggunakan sistem "otak ganda": Model S2 yang besar dan lambat (7-9Hz) untuk penalaran tingkat tinggi, dan model S1 yang kecil dan cepat (200Hz) untuk menghasilkan gerakan halus. Lapisan S0 (1kHz) menangani keseimbangan dan koordinasi refleksif. Komputasi untuk kontrol keselamatan yang kritis dijalankan secara lokal di papan (mis., pada NVIDIA Jetson) karena masalah latensi dan keandalan jaringan. Cloud digunakan untuk antarmuka percakapan dan pembelajaran kumpulan data. Model sumber terbuka (seperti OpenVLA, NVIDIA GR00T, π0) sangat penting, memungkinkan startup mengadaptasi model dasar dengan data robot mereka sendiri, mempercepat inovasi. Namun, VLA masih memiliki keterbatasan: pemulihan kesalahan, efisiensi sampel, generalisasi lintas platform, perencanaan jangka panjang, dan pemahaman fisika yang mendalam. Di sinilah **Model Dunia** menjadi kunci. Model Dunia adalah jaringan neural yang memprediksi keadaan dunia masa depan berdasarkan keadaan saat ini dan tindakan yang diusulkan (misalnya, menghasilkan video yang disimulasikan). Ini memungkinkan robot untuk "berpikir sebelum bertindak", mensimulasikan berbagai skenario, mengevaluasi hasil, dan memilih tindakan terbaik sebelum eksekusi. Pendekatan ini meningkatkan pemulihan, generalisasi, perencanaan, keamanan, dan memungkinkan pembangkitan data sintetis skala besar. Arsitektur utama termasuk difusi video tingkat piksel (Cosmos/Sora), JEPA (LeCun), dan model dunia tindakan laten (Genie). Masa depan robot humanoid mungkin menggabungkan VLA dengan Model Dunia untuk perencanaan berbasis simulasi. Data (terutama melalui operasi jarak jauh) tetap menjadi penghalang utama. Sementara narasi "momen ChatGPT" untuk robot agak menyesatkan (saat ini lebih mirip era GPT-2), kemajuan menuju robot yang mampu beradaptasi secara umum sangat cepat. Evolusi dari kode buatan ke model dunia yang dipelajari secara perlahan memindahkan kecerdasan dari pikiran insinyur ke dalam sistem yang mampu memahami dan membayangkan dunia.

marsbit5j yang lalu

Dari Kode ke Kognisi: Panduan Panjang Evolusi Otak Robot

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli XDC

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XDC Network (XDC) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XDC Network (XDC) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XDC Network (XDC) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XDC Network (XDC) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XDC Network (XDC)Lakukan trading XDC Network (XDC) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

463 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XDC

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XDC (XDC) disajikan di bawah ini.

活动图片