Bitcoin keluar dari stagnasi enam minggu dan naik ke level $79.300. Kenaikan ini dipercepat oleh janji Kementerian Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang, serta sejumlah besar posisi short (taruhan pada penurunan harga) dari trader. Wintermute berpendapat bahwa periode fluktuasi harga yang lemah telah berakhir, namun setelah kenaikan cepat tersebut, mata uang kripto utama ini mungkin untuk sementara kembali ke level-level yang baru saja dilaluinya.
Para ahli market maker membandingkan situasi saat ini dengan situasi di bulan Mei. Saat itu, aset mendekati level harga yang sebanding, tetapi aliran dana masuk ke ETF spot Bitcoin jauh lebih lemah. Saat ini, aliran masuk yang lebih tinggi ke dalam dana-dana tersebut dianggap para analis sebagai salah satu tanda permintaan yang berkelanjutan dari investor besar.
Di pasar futures dan opsi, trader juga mulai mengantisipasi fluktuasi harga yang lebih tajam. Indikator volatilitas tujuh hari melebihi 40%, sementara biaya pendanaan (funding rates) tetap positif tetapi tidak mencapai nilai yang tinggi. Menurut penilaian Wintermute, peserta pasar secara bertahap mulai kembali menggunakan dana pinjaman (leverage) — setelah gelombang likuidasi posisi trader baru-baru ini.
Dinamika pasar kripto dalam waktu dekat, menurut para spesialis Wintermute, dapat dipengaruhi oleh laporan kinerja perusahaan produsen chip Nvidia, statistik ekonomi Amerika, serta pidato dari Ketua Federal Reserve System AS Kevin Warsh yang dijadwalkan pada 28 Agustus.
Sebelumnya, CEO bursa kripto Amerika Coinbase, Brian Armstrong, menyatakan bahwa pada tahun 2030 Bitcoin bisa bernilai beberapa kali lipat lebih mahal dari harga saat ini yang $75.000. Salah satu faktor pertumbuhan yang ia sebutkan adalah perubahan undang-undang di Amerika Serikat.
end-content




