Imbal hasil AS menurun, menunjukkan bahwa mungkin akan ada pemotongan suku bunga pada tahun 2026 jika ekonomi melunak lebih lanjut. Harga Emas dan Perak melonjak, memicu pertanyaan apakah akan ada bull run untuk pasar crypto dalam waktu dekat. Data Ketenagakerjaan AS Januari 2026 kemungkinan akan keluar pada hari Rabu, dan Inflasi pada hari Jumat.
Emas dan Perak Naik Sementara Imbal Hasil AS Turun
Imbal hasil AS terakhir dilaporkan oleh CNBC sebesar 4,1390. Itu jauh di bawah rekor tertinggi baru-baru ini sebesar 4,2950 dan rekor tertinggi sebelumnya sebesar 4,6565. Penurunan ini dilaporkan menunjukkan bahwa ekonomi sedang mengalami pelunakan, memungkinkan Federal Reserve AS untuk memotong suku bunga sekitar 25 bps.
Kyle Rodda dari Capital.com, saat berinteraksi dengan media, mengatakan bahwa imbal hasil yang lebih rendah mendukung Harga Emas. Pernyataannya muncul di saat harga Emas melonjak 0,7% menjadi $5.057,23 per ons. Perak juga mencatat kenaikan 2,3%, melonjak menjadi $82,56 per ons.
Namun, Beth Hammack, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, mengatakan bahwa tidak ada urgensi untuk mengubah suku bunga pada saat aktivitas ekonomi optimis dengan hati-hati.
Bagaimana dengan Harga Crypto?
Pemotongan suku bunga idealnya meningkatkan selera risiko investor, memungkinkan mereka untuk mengalokasikan lebih banyak dana ke usaha berisiko, dalam hal ini crypto. Pasar crypto, untuk saat ini, berada di sekitar estimasi yang lebih rendah dengan data yang akan datang untuk diperhatikan.
BTC diperdagangkan pada $66.773,22, turun 3,28% dalam 24 jam terakhir. Token andalan ini diperkirakan akan turun hingga $45k dan setinggi $100k pada tahun 2026. 3 bulan ke depan bisa bullish, mengingat token Bitcoin diproyeksikan akan melonjak 28,67%. Volatilitas tinggi sebesar 11,15% tetap menjadi perhatian utama.
Yang menarik, Emas dan Perak terus menjadi alternatif yang kompetitif bagi investor yang mencari pengembalian yang lebih aman dan volatilitas yang lebih rendah.
Kemungkinan Pemotongan Suku Bunga
Tidak ada konfirmasi resmi tentang pemotongan suku bunga pada tahun 2026, dan kemungkinannya tergantung pada beberapa faktor ekonomi mikro dan makro. Tingkat suku bunga 3,5% – 3,75% dipertahankan tidak berubah dalam pertemuan Januari 2026 terakhir. Disarankan untuk melakukan penelitian menyeluruh dan penilaian risiko sebelum berinvestasi crypto, atau jenis investasi lainnya.
Pertemuan Fed berikutnya dijadwalkan pada Maret 2026. Imbal Hasil AS rendah sementara harga Emas dan Perak melonjak meskipun ada penurunan pada grafik masing-masing. Pasar crypto tetap waspada menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi.
Berita Crypto Terbaru yang Disorot:
RUU Stablecoin Gedung Putih Terhenti Sementara Bank Mendorong Larangan Hadiah Crypto





