Data inflasi harga konsumen AS untuk bulan Juli sesuai dengan ekspektasi, semakin meredakan kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Hari ini, Bitcoin bangkit kembali seiring dirilisnya data inflasi, naik melewati level psikologis $64.000.
Indeks Harga Konsumen AS Turun ke 3,4%, Bitcoin Bangkit Kembali.
Menurut data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, pada Juli, Indeks Harga Konsumen turun menjadi 3,4% year-on-year, sesuai ekspektasi. Indeks juga turun menjadi 0,1% month-on-month, juga sesuai dengan ekspektasi.
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen Inti turun menjadi 2,5% year-on-year dan 0,2% month-on-month, sesuai ekspektasi. Bitcoin bangkit kembali seiring rilis data inflasi, semakin meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Fed tahun ini.
Menurut data TradingView, mata uang kripta terkemuka saat ini diperdagangkan di sekitar $64.100, naik dari titik terendah harian sekitar $63.400. Namun, Bitcoin terus diperdagangkan dalam rentang sempit di tengah ketidakpastian terkait perang AS-Iran, serta Selat Hormuz dan dampaknya terhadap harga energi.

Presiden Federal Reserve Austin Goolsby menyebut inflasi sebagai tantangan terbesar ekonomi saat ini, menunjukkan kemungkinan dukungannya untuk menaikkan suku bunga. Presiden Federal Reserve Neil Kashkari, anggota FOMC yang memiliki hak suara, menyerukan kenaikan suku bunga untuk memerangi inflasi.
Kemungkinan Perlambatan Kenaikan Suku Bunga
Kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada pertemuan FOMC bulan September semakin menurun setelah rilis data inflasi CPI, yang merupakan faktor positif bagi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan. Menurut perkiraan pasar, kemungkinan suku bunga tetap tidak berubah setelah pertemuan adalah 67%.
Data dari platform prediksi pasar kripto terkemuka Polymarket juga menunjukkan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini turun menjadi 54% dari puncak terakhir di 60%. Pada Juli, kemungkinan kenaikan mencapai 79% di tengah eskalasi perang antara AS dan Iran.

Perhatian kini akan beralih ke laporan inflasi PPI besok, yang akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi inflasi negara saat ini. Tingkat inflasi PPI yang rendah dapat semakin meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga, terutama mengingat laporan ketenagakerjaan Juli yang menunjukkan ketidakstabilan pasar tenaga kerja yang masih berlangsung.






