UK tests stablecoins in regulatory sandbox while proposing limits on user holdings

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-25Terakhir diperbarui pada 2026-02-25

Abstrak

UK regulators are advancing a dual approach to stablecoin regulation, combining live testing within the Financial Conduct Authority’s sandbox with proposed limits on user holdings. The sandbox includes firms like Revolut and Monee Financial Technologies, trialing applications in payments, settlement, and crypto trading under strict supervision. Concurrently, the Bank of England has proposed temporary caps—£20,000 per stablecoin for individuals and £10 million for businesses—to mitigate systemic risks such as bank deposit flight. This cautious "test and contain" strategy aims to foster innovation in pound-denominated stablecoins while preventing rapid scaling until the market matures. The UK’s approach reflects the minor global role of non-dollar stablecoins and focuses on ensuring safe integration into the existing financial system.

UK regulators have begun live testing of stablecoin use cases under a controlled sandbox programme. This comes even as policymakers move to impose limits on the amount of stablecoin users can hold domestically.

The parallel initiatives underscore a cautious regulatory approach: encouraging experimentation with pound-denominated stablecoins while putting guardrails in place to prevent them from becoming systemically significant too quickly.

FCA sandbox moves stablecoin testing into live trials

The testing is taking place under a sandbox run by the Financial Conduct Authority, which allows firms to trial new financial products under regulatory supervision.

The sandbox includes a small group of participants assessing potential applications such as payments, wholesale settlement, and crypto trading. Revolut, Monee Financial Technologies, ReStabilise, and VVTX would be part of the testing.

Work is expected to begin this quarter, with testing conducted in tightly controlled conditions rather than through public rollouts.

Notably, the trials do not include major high-street banks, reflecting the continued caution among large UK lenders toward issuing or distributing stablecoins.

Proposed holding caps signal prudence

Running alongside the sandbox is a separate proposal from the Bank of England to cap the amount of stablecoins that UK users can hold, at least during the early phase of adoption.

Under the proposal, individuals would face limits on holdings of a given systemic stablecoin. At the same time, businesses would be subject to higher thresholds.

Individuals will be allowed up to about £20,000 per coin, while companies will be allowed up to about £10 million per coin.

The measures are intended as temporary safeguards to mitigate risks such as deposit flight from traditional banks and rapid outflows during periods of stress.

The caps would apply only to stablecoins deemed systemic and are designed to be revisited as the market matures.

UK takes a “test and contain” approach

Taken together, the sandbox and holding-limit proposals reflect a regulatory strategy that prioritises learning and containment over rapid scale.

While regulators acknowledge that stablecoins could improve efficiency in areas like payments and settlement, they remain wary of their potential to blur the line between bank deposits and crypto-based instruments.

The Bank of England has previously encouraged banks to focus on tokenised deposits rather than issuing stablecoins directly.

Pound stablecoins remain marginal globally

The UK’s measured stance also reflects the limited global footprint of non-dollar stablecoins.

Industry data shows that pound- and euro-denominated stablecoins account for a fraction of global circulation, with dollar-pegged tokens continuing to dominate volumes.

Against that backdrop, the sandbox is less about accelerating mass adoption and more about determining whether sterling stablecoins can operate safely within the existing financial system.


Final Summary

  • The UK is allowing stablecoin testing to proceed, but only within tightly controlled regulatory boundaries.
  • Proposed holding limits suggest policymakers want to manage systemic risk before stablecoins reach meaningful scale.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the purpose of the UK's regulatory sandbox for stablecoins?

AThe purpose is to allow firms to trial new financial products, including stablecoin use cases for payments, wholesale settlement, and crypto trading, under the supervision of the Financial Conduct Authority (FCA) in a controlled environment.

QWhich companies are mentioned as participants in the FCA's stablecoin sandbox testing?

AThe participants mentioned are Revolut, Monee Financial Technologies, ReStabilise, and VVTX.

QWhat are the proposed holding limits for stablecoins in the UK according to the Bank of England?

AIndividuals would be allowed to hold up to about £20,000 per systemic stablecoin, while companies would be allowed up to about £10 million per coin.

QWhy are UK regulators proposing limits on stablecoin holdings?

AThe limits are proposed as temporary safeguards to mitigate risks such as deposit flight from traditional banks and rapid outflows during periods of stress, managing systemic risk before stablecoins reach a significant scale.

QWhat does the UK's regulatory approach to stablecoins prioritize, according to the article?

AThe regulatory strategy prioritizes learning and containment over rapid scale, encouraging experimentation with pound-denominated stablecoins while implementing guardrails to prevent them from becoming systemically significant too quickly.

Bacaan Terkait

CEO SharpLink: Bagaimana Memahami Jumlah Pengembang Ethereum Baru Saja Melampaui 1 Juta?

Penulis SharpLink CEO Joseph Chalom membagikan pandangannya tentang tonggak sejarah Ethereum yang telah mencapai lebih dari 1 juta pengembang. Data dari Electric Capital menunjukkan total 1.012.824 individu telah berkontribusi pada ekosistem tersebut, dengan sekitar 232.000 aktif dalam 12 bulan terakhir. Artikel berpendapat bahwa pertanyaan kritis di industri kripto bukanlah "rantai mana yang tercepat?" tetapi "di mana pembangun terbaik memilih untuk membangun jangka panjang?" Di sini, Ethereum mempertahankan keunggulan kompetitifnya yang dalam. Keunggulan ini merupakan hasil akumulasi selama satu dekade dari pengembang, infrastruktur, standar (seperti EVM dan Solidity), alat, likuiditas, penelitian, dan koordinasi sosial, menjadikannya sistem operasi default untuk keuangan terprogram. Saat ini, fokus para pembangun adalah pada tantangan teknis paling sulit: penskalaan inti protokol (misalnya, melalui peningkatan Glamsterdam 2026 yang diusulkan), komposabilitas sinkron antar-rollup, dan persiapan ketahanan kuantum. Jutaan pengembang ini menciptakan efek jaringan yang memperkuat parit pertahanan Ethereum melalui komposabilitas mendalam, standar bersama, dan kepercayaan institusional. Tiga kekuatan utama yang disebutkan mengkonsolidasikan kepemimpinan Ethereum: Netralitas Terpercaya (didukung oleh >900.000 validator), Desain Modular (diperluas oleh rollup seperti Base dan Arbitrum), dan Budaya yang menarik peneliti dan kriptografer terkemuka. Artikel menyimpulkan bahwa sementara rantai lain dapat menghasilkan aktivitas, Ethereum telah menjadi lapisan koordinasi tepercaya untuk modal asli internet, didukung oleh basis bakat pengembang terbesar dan paling terdiversifikasi di ruang angkasa.

链捕手1m yang lalu

CEO SharpLink: Bagaimana Memahami Jumlah Pengembang Ethereum Baru Saja Melampaui 1 Juta?

链捕手1m yang lalu

Satu Tanah China, Lumpuhkan Dua Raksasa Jepang

Dua raksasa Jepang, Kanto Denka Kogyo dan Central Glass, yang mendominasi pasar global gas elektronik khusus tungsten heksafluorida (WF6) dengan pangsa hampir 25%, mendadak mengumumkan penghentian produksi permanen pada 1 Juli 2026. Penyebab utamanya adalah terputusnya pasokan bubuk tungsten kemurnian tinggi (6N) dari China. Bubuk tungsten 6N merupakan bahan baku kritis untuk memproduksi WF6, gas yang sangat murni dan esensial untuk membuat kontak logam dalam chip memori HBM (High Bandwidth Memory). HBM sendiri adalah komponen vital bagi prosesor AI modern seperti GPU Nvidia. Selama ini, kedua perusahaan Jepang itu bergantung sepenuhnya pada impor bubuk tungsten murah dan stabil dari China, sambil fokus pada teknologi distilasi mereka. Namun, sejak Januari 2026, ekspor bubuk tungsten China ke Jepang terhenti total. Upaya Jepang mencari pemasok alternatif dari negara lain gagal karena harganya tiga kali lebih mahal dan kemurniannya jauh di bawah standar 6N yang diperlukan. Percobaan menggunakan bubuk berkemurnian rendah juga sia-sia karena ketidakmampuan memisahkan pengotor molibdenum secara efektif dalam proses kimia. Di balik kemampuan China menyediakan bubuk tungsten 6N ini adalah hasil perjuangan puluhan tahun oleh perusahaan seperti Xiamen Tungsten dan China Tungsten and Hightech. Mereka mengembangkan proses pemurnian rumit dengan ketelitian ekstrem untuk memisahkan molibdenum dari tungsten, sesuatu yang sebelumnya dikuasai Jepang. Dengan penghentian produksi di Jepang, raksasa semikonduktor Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix, yang bergantung pada WF6 dari Jepang untuk produksi HBM, kini beralih ke pemasok gas WF6 dari China. Siklus sertifikasi yang dulu menjadi hambatan pun dipercepat. Peristiwa ini menandai pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan semikonduktor global, di mana bahan baku yang dianggap sebagai "tanah" dasar justru menjadi kunci yang mengunci raksasa teknologi sebelumnya.

marsbit33m yang lalu

Satu Tanah China, Lumpuhkan Dua Raksasa Jepang

marsbit33m yang lalu

Dari Protokol Identitas ke Pintu Masuk AI, Seberapa Besar Ambisi World?

Penulis: Flora, CryptoPulse Labs WLD menjadi sorotan pasar crypto setelah harganya naik melampaui $0,6 dan kapitalisasi pasarnya melebihi $3 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman World yang memasuki Fase 3 "The Simple Plan", menggeser fokus dari insentif token ke utilitas. Inti World adalah membangun jaringan "bukti kepribadian" global menggunakan World ID, yang memverifikasi keunikan manusia melalui pemindaian iris perangkat Orb. Tujuannya: membedakan manusia asli dari bot atau AI di internet, masalah yang semakin kritis di era AI generatif. World kini mendorong adopsi di tiga area: 1. **Perusahaan:** Bermitra dengan Zoom, Okta, dll., untuk verifikasi identitas guna memerangi deepfake dan penipuan. 2. **Pengguna Individual:** Menangani masalah seperti akun palsu di Tinder atau bot penyerbu tiket konser. 3. **AI Agent:** Melalui AgentKit, membangun kerangka kepercayaan untuk otorisasi antara manusia dan asisten AI, mengelola aset atau transaksi. Naiknya WLD mencerminkan penilaian ulang pasar atas kelangkaan "identitas manusia asli" di era AI. World berfokus pada pengembangan jaringan di kota-kota bernilai tinggi (seperti SF, NYC) dan menyempurnakan Orb agar lebih mandiri, mengurangi biaya ekspansi. World berpotensi menjadi infrastruktur kunci untuk ekonomi AI Agent, menjawab pertanyaan tentang kepemilikan dan kepercayaan AI. Protokol World ID 4.0 memperkenalkan model biaya bagi pengguna bisnis, membuka aliran pendapatan potensial. Kesimpulannya, kenaikan WLD bukan hanya tren jangka pendek. World membidik masalah mendasar di era AI: membuktikan keaslian manusia. Jika berhasil, World bisa menjadi pintu masuk penting untuk identitas di internet generasi berikutnya.

marsbit59m yang lalu

Dari Protokol Identitas ke Pintu Masuk AI, Seberapa Besar Ambisi World?

marsbit59m yang lalu

Tanpa Tencent, Apa yang Tersisa dari Suiyuan?

Jika esok Tencent menghentikan pembelian, berapa nilai yang tersisa dari Enflame? Pertanyaan ini tersirat dalam prospekus IPO Enflame Technology, bintang chip AI China yang baru saja disetujui untuk IPO di STAR Market. Pada 2025, 74,9% (bahkan lebih dari 80% menurut beberapa metode) dari pendapatan 9,9 miliar RMB Enflame berasal dari Tencent, klien tunggal terbesarnya. Penyetujuan IPO Enflame melengkapi keempat "naga kecil" chip GPU China di pasar modal, menandai pergeseran industri dari fase penggalangan dana ke fase kompetisi ketat berdasarkan pesanan dan pengiriman. Meski IPO-nya terlambat, Enflame memilih jalur berbeda: fokus pada pengiriman ke klien besar terlebih dahulu. Strategi ini membuahkan hasil dengan pertumbuhan pendapatan yang curam, didorong pesanan komputasi besar-besaran dari Tencent. Keterikatan mendalam ini (Tencent adalah pemegang saham terbesar sekaligus klien utama) bukan hanya sekadar ketergantungan. Ini mencerminkan strategi Tencent untuk membangun rantai pasok komputasi yang andal dan terkendali di tengah tekanan permintaan AI yang masif dan ketergantungan pada Nvidia. Enflame, terutama dengan produk inferensinya, menjual "rasa aman" bagi model AI Tencent. Hubungan ini mirip dengan pola di mana pemain besar (seperti Apple dengan TSMC) memupuk pemasok kunci dengan pesanan pasti untuk menciptakan ekosistem yang solid. Mengganti Enflame akan sangat mahal bagi Tencent karena integrasi yang dalam pada perangkat lunak dan sistemnya. Industri chip AI China kini terstratifikasi: Nvidia (pengatur standar global), Huawei Ascend (pemain nasional), dan pemain komersial seperti Enflame. Enflame semakin menyerupai "fondasi komputasi untuk ekosistem Tencent", dengan roadmap produk yang selaras dengan kebutuhan klien utamanya. Pesan utama: Masa depan chip AI China tidak hanya tentang mengejar teknologi, tetapi lebih tentang memperoleh kepercayaan, skenario aplikasi, dan pesanan berulang dari klien super. Enflame telah melangkah jauh ke dalam perairan ini dengan memegang kontrak pembelian jangka panjang dari salah satu raksasa internet terbesar China. Dalam siklus komputasi saat ini, nilai pesanan yang nyata ini mungkin lebih berbicara daripada spesifikasi teknis mana pun.

marsbit1j yang lalu

Tanpa Tencent, Apa yang Tersisa dari Suiyuan?

marsbit1j yang lalu

BTC Market Pulse: Minggu 25

Pasar Bitcoin menunjukkan pemulihan terbatas dari kondisi jenuh jual, namun indikator struktural mengisyaratkan stabilisasi, bukan pembalikan tren. Agresi pembeli (taker) berubah drastis, dengan Perpetual CVD berbalik positif dan Spot CVD hampir impas. RSI naik signifikan dari level oversold ekstrem, tetapi masih berada di zona rendah. Pemulihan ini terjadi di atas volume yang menipis. Volume spot turun 40,4% dan Open Interest futures berkurang, mengindikasikan bounce didorong oleh penutupan posisi short, bukan keyakinan baru. Volume perdagangan ETF juga turun. Meski demikian, ketakutan pasar mereda. Volatility Spread menyusut tajam, mencerminkan repricing risiko ekor yang lebih rendah oleh peserta opsi. Arus keluar ETF membaik dan MVRV kembali di atas 1.0. Rasio Realized P/L dan NUPL membaik, meski masih di zona rugi, menunjukkan intensitas kapitulasi melambat. Data on-chain mengonfirmasi pasar yang lebih sepi. Aktivitas alamat dan volume transfer turun. Realized Cap Change yang negatif menandakan modal terus keluar dari jaringan. Sisi positifnya, komposisi suplai menunjukkan proporsi kepemilikan jangka pendek telah banyak terflush, dan basis holder didominasi pemegang jangka panjang. Meski tekanan jual tertekan dan sentimen membaik, ketiadaan volume, penurunan open interest, dan arus keluar modal yang berlanjut menunjukkan ini adalah pembentukan dasar konsolidasi, bukan pembalikan tren yang dikonfirmasi. Katalis yang hilang tetap adalah keyakinan dan keterlibatan kembali institusional.

insights.glassnode1j yang lalu

BTC Market Pulse: Minggu 25

insights.glassnode1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片