Penulis: SixSigmaCapital
Diterjemahkan: Yuliya, PANews
Artikel ini bertujuan untuk merangkum proses pembelian di dasar harga saham, menjelaskan secara detail pelajaran praktis dari pengalaman, dan membangun kerangka kerja yang berkelanjutan untuk diidentifikasi dan dieksekusi. Disarankan agar investor menggabungkan strategi ini dengan filosofi investasi lainnya untuk memahami pasar secara lebih komprehensif.
Analisis Awal dan Pelacakan Katalis
Ketika sebuah saham yang diminati investor mulai turun, perhatikan dengan seksama. Identifikasi katalis apa pun yang akan datang, baik yang positif maupun negatif. Jika tidak ada katalis yang jelas, ini biasanya berarti investor memiliki lebih banyak waktu untuk menganalisis.
Pada titik ini, kuncinya adalah mencari tahu alasan penurunan harga saham: apakah masalah khusus perusahaan atau kesulitan industri secara umum? Apakah penurunan harga wajar, atau dihukum berlebihan oleh pasar? Apakah ini masalah sementara, atau masalah mendasar yang mengubah logika investasi awal? Jika alasan penurunannya tidak merusak logika investasi awal, maka lanjutkan ke langkah berikutnya untuk mempertimbangkan peluang investasi ini lebih dalam.
Due Diligence Fundamental
Pastikan untuk menyelesaikan penelitian fundamental sedini mungkin. Kerangka "4M" klasik adalah alat yang efektif, mencakup empat dimensi:
-
Model Bisnis (Meaning): Apa yang sebenarnya dilakukan perusahaan.
-
Parit Pertahanan (Moat): Keunggulan kompetitif apa yang dimiliki perusahaan.
-
Manajemen (Management): Kemampuan dan integritas tim manajemen.
-
Margin Keamanan (Margin of Safety): Apakah harga saham saat ini memberikan margin keamanan yang cukup.
Investor disarankan untuk memeriksa dokumen laporan keuangan perusahaan dengan cermat dan membiasakan diri dengan tiga laporan keuangan utamanya (Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas). Selain itu, perhatikan juga konferensi call laporan keuangan. Jika menggunakan model DCF (Discounted Cash Flow) untuk penilaian, pastikan untuk menggunakan perkiraan konservatif untuk menentukan nilai intrinsik saham. Ini memastikan bahwa ketika waktunya tiba, investor tahu pasti bahwa mereka membeli dengan harga diskon yang signifikan.
Menggabungkan Analisis Teknikal
Jangan terburu-buru membeli di dasar, kesabaran adalah kunci. Idealnya, investor harus berusaha menjadi salah satu yang terakhir membeli di dasar. Ini sangat penting karena memberi Anda waktu untuk mempelajari pergerakan harga sebelumnya dan menunggu kekuatan penjual habis secara bertahap. Disarankan untuk mempelajari grafik dalam beberapa kerangka waktu, grafik harian dan mingguan adalah awal yang baik.
Berikut adalah beberapa metode analisis teknikal yang dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan:
-
Beli di "kanan" dari pembalikan V (V-shaped reversal)
-
Tunggu EMA 5 hari (Exponential Moving Average) melintas di atas EMA 20 hari
-
Beli di level support yang terbentuk dalam jangka panjang
-
Tunggu hingga saham stabil setidaknya 5% di atas titik terendah 52 minggu dan mulai membentuk dasar sebelum melakukan pembelian percobaan
-
Beli selama "waterfall decline" (penurunan seperti air terjun) (metode ini berisiko tinggi)
Berikut adalah beberapa contoh untuk mengilustrasikan penerapan metode-metode ini.
1. Beli di "Kanan" dari Pembalikan V
Ini adalah strategi yang relatif sederhana: pertama tentukan harga ideal yang ingin Anda bayar, lalu tunggu dengan sabar hingga saham berhenti turun. Ketika harga naik kembali ke level tersebut, Anda dapat mengeksekusi perdagangan. Ini adalah cara masuk dengan probabilitas lebih tinggi dan memungkinkan Anda mengatur stop loss di sekitar titik terendah baru-baru ini untuk melindungi posisi.
2. Persilangan Rata-Rata Bergerak Eksponensial (EMA)
Menunggu EMA periode-5 melintas di atas EMA periode-20 adalah strategi yang sederhana. Inti pemikirannya adalah menunggu sinyal konfirmasi pembalikan tren yang mungkin sebelum menginvestasikan dana apa pun.
Ambil contoh perdagangan FLY baru-baru ini. Saham ini pernah menarik perhatian investor, tetapi menunggu hingga EMA 5 hari melintas dan bertahan di atas EMA 20 hari sebelum masuk saat harga menguji kembali EMA 20 hari. Perdagangan ini akhirnya terbukti sukses, menghasilkan keuntungan 35% hingga 36% dalam sekitar enam hari perdagangan.
3. Pembentukan Dasar (Basing)
Menunggu saham stabil dan mulai membentuk dasar di atas titik terendah 52 minggu (misalnya, setidaknya 5% di atas titik terendah) adalah strategi lain yang direkomendasikan. Alasannya sederhana: investor perlu melihat bukti bahwa harga kemungkinan besar akan mempertahankan titik terendah sebelumnya dan tren mungkin sedang berubah.
Melihat kembali ke tahun 2023, BABA adalah contoh yang bagus. Meskipun saham tersebut telah mencapai dasar di $55 per saham pada tahun sebelumnya, beberapa investor memilih untuk masuk pada Desember 2023, ketika harga berada di antara $68 dan $70. Saat itu, saham sedang membentuk dasar, dan terdapat ketidakselarasan besar antara harga dan nilai, dengan rasio P/E hanya 7 kali. Kemudian, ketika harga menguji kembali SMA 40 minggu (Simple Moving Average), investor tersebut menambah posisinya dan masih memegang saham-saham ini hingga saat ini.
4. Penurunan seperti Air Terjun (Waterfall Decline)
UNH adalah contoh perdagangan "waterfall decline". Ini adalah pengaturan yang berisiko lebih tinggi, tetapi risikonya dapat dikelola dengan menggabungkan prinsip "delayed buying" (menunggu penjual berkurang) dan menambah posisi di "kanan" dari pembalikan V.
Ketika harga UNH pertama kali turun pada pertengahan Mei, saham itu masuk dalam daftar pantauan investor, tetapi tidak langsung dibeli. Volume penjualan yang besar saat itu cukup untuk membuat orang menjauh. Namun, setelah menyelesaikan analisis fundamental, dari sudut pandang valuasi, $240 ditandai sebagai level pembelian yang layak dipertimbangkan. Ketika harga mulai turun dengan cepat pada bulan Agustus, pembelian pun dimulai. Pembelian dilakukan secara bertahap dalam kisaran $230-an hingga $240-an seiring dengan kenaikan harga. Akhirnya, posisi ditutup setelah gap (celah) terisi pada pertengahan Oktober.
Contoh lain pembelian selama waterfall decline adalah berhasil menangkap dasar pada 7 April 2025. Perdagangan dieksekusi pada pukul 4 pagi waktu ET hari Senin itu, setelah dianalisis mendalam sepanjang akhir pekan.
Analisis Sentimen
Melacak sentimen pasar adalah bagian penting lainnya dari teka-teki pengambilan keputusan. Meskipun bukan ilmu yang tepat, ada beberapa metode spesifik untuk memasukkannya ke dalam proses analisis.
Seperti disebutkan sebelumnya, tidak disarankan untuk membeli ketika masyarakat umum sedang membeli di dasar. Sebaliknya, carilah titik masuk ketika pembeli awal sudah frustrasi dan akhirnya menyerah. Sinyal penting adalah ketika target harga yang sangat pesimis mulai beredar di pasar, atau ketika investor yang "all-in" pada satu saham menjual posisi mereka karena putus asa. Contoh tipikal termasuk Tesla yang mengalami crash ketika harganya turun ke $150 pada April 2024, dan persepsi umum saat itu bahwa Google "ditakdirkan gagal" di bidang kecerdasan buatan.
Selain itu, menunggu analis menurunkan ekspektasi dan target harga mereka juga merupakan strategi yang efektif. Proses ini biasanya mengurangi risiko; sekali ekspektasi pasar diturunkan, perusahaan hanya perlu mencapai sedikit kelebihan dari yang diharapkan untuk dapat menyebabkan reaksi harga yang positif.
Terakhir, jika Anda memiliki basis pengikut di media sosial, Anda dapat menggunakannya untuk mengukur sentimen pasar saat ini. Misalnya, Anda dapat memposting untuk menguji sentimen, seperti bertanya: "Saya membeli UNH di $237, apakah rugi besar?" Jika interaksi posting sangat tinggi, dan sebagian besar balasan bearish, bahkan ada yang menyebut harga di bawah $100, pesimisme ekstrem seperti ini dapat dilihat sebagai indikator contrarian yang bagus.










