# Artikel Terkait Pemantauan Tempat Kerja

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Pemantauan Tempat Kerja", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bekerja di Meta, Libur Sakit/Melahirkan, Eh Malah Di-PHK AI??

Di Meta, 26 karyawan saat ini dan mantan karyawan mengajukan gugatan kolektif di pengadilan federal, menuduh perusahaan menggunakan sistem AI untuk memilih daftar PHK secara diskriminatif terhadap karyawan yang sedang cuti. Gugatan setebal 71 halaman menyebutkan bahwa sistem AI Meta—yang terdiri dari asisten bahasa besar Metamate, agen pribadi "Second Brain", sistem pemantauan aktivitas, dan alat penilaian kinerja algoritmik—tidak memperhitungkan periode cuti yang dilindungi hukum (seperti cuti melahirkan, cuti parental, cuti sakit, atau akomodasi disabilitas). Alat ini hanya menganalisis metrik produktivitas seperti jumlah commit kode, penggunaan alat AI, dan volume output dalam 12 bulan terakhir, sehingga karyawan yang cuti secara otomatis mendapat nilai rendah dan secara tidak proporsional masuk daftar PHK. Salah satu penggugat, seorang ilmuwan, menerima email PHK pada pukul 4 pagi saat sedang cuti prenatal. Sehari kemudian, ia melahirkan. Kasus lain melibatkan manajer yang menurunkan jabatan karyawan setelah cuti sakit, serta insinyur yang didesak untuk membatalkan cuti medis karena ancaman PHK. Meta membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa keputusan SDM dibuat oleh manusia, bukan AI. Namun, para penggugat meminta pengadilan mengeluarkan perintah sementara untuk menunda PHK dan mengaudit proses algoritmik. Gugatan ini menyoroti risiko diskriminasi ketika AI digunakan dalam keputusan personalia tanpa pertimbangan konteks manusiawi.

marsbit07/15 11:43

Bekerja di Meta, Libur Sakit/Melahirkan, Eh Malah Di-PHK AI??

marsbit07/15 11:43

Setiap Gerakan Mouse Melatih AI, Karyawan Meta 'Memberontak': Tak Ingin Bekerja di 'Pabrik Ekstraksi Data Karyawan'

Karyawan Meta di AS membagikan selebaran di beberapa kantor perusahaan pada Selasa (12/5) untuk memprotes pemasangan perangkat lunak pelacakan mouse di komputer mereka. Selebaran tersebut muncul di ruang rapat, di atas mesin penjual otomatis, hingga rak tisu toilet, mengajak rekan kerja menandatangani petisi online menolak kebijakan tersebut. Protes ini terjadi sekitar seminggu sebelum Meta berencana memangkas 10% dari total karyawannya (sekitar 8000 orang), dengan rencana pemotongan lebih lanjut pada paruh kedua 2026. Dalam konteks ini, Meta menginstal perangkat lunak yang mampu merekam pergerakan mouse, klik, dan jalur operasi di komputer karyawan. Gerakan ini menunjukkan upaya beberapa karyawan untuk mengubah kemarahan terhadap rencana perusahaan dalam membentuk ulang tenaga kerja seputar AI menjadi aksi buruh yang terorganisir. Selebaran yang dibagikan mengutip *National Labor Relations Act* AS, menegaskan bahwa karyawan dilindungi secara hukum ketika berupaya mengorganisir aksi untuk memperbaiki kondisi kerja. Di Inggris, sebagian karyawan Meta juga telah bekerja sama dengan serikat pekerja United Tech and Allied Workers (UTAW) untuk memulai tindakan serikat pekerja formal. Mereka membangun situs web khusus untuk merekrut anggota. Meta membela kebijakan pelacakan ini melalui juru bicara Andy Stone, yang menjelaskan bahwa untuk membangun agen AI yang dapat membantu orang menyelesaikan tugas di komputer, model mereka memerlukan *use case* nyata seperti pergerakan mouse dan klik. Data ini diklaim hanya digunakan untuk melatih agen AI dalam mengoperasikan perangkat lunak tertentu, bukan semua aktivitas komputer, dan langkah keamanan telah diambil untuk melindungi informasi sensitif perusahaan. Namun, karyawan mengungkapkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran di forum internal. Seorang manajer teknik menulis bahwa hal ini membuatnya "sangat tidak nyaman," sementara yang lain khawatir mereka sedang melatih sistem yang pada akhirnya akan menggantikan mereka. Meta mengakui bahwa karyawan tidak dapat memilih keluar (*opt-out*) dari program ini. Program tersebut, bernama Model Capability Initiative (MCI), dijalankan di perangkat yang disediakan perusahaan dan dianggap "secara teknis bersifat sukarela" tetapi "secara de facto wajib" bagi pengguna aplikasi yang ditentukan. Kurangnya transparansi mengenai detail teknis MCI semakin meningkatkan kecurigaan karyawan.

marsbit05/14 11:00

Setiap Gerakan Mouse Melatih AI, Karyawan Meta 'Memberontak': Tak Ingin Bekerja di 'Pabrik Ekstraksi Data Karyawan'

marsbit05/14 11:00

活动图片