Siapa yang Mendanai Agen?
Maret lalu, OpenAI menutup fitur agen AI untuk berbelanja karena kurangnya aturan yang mengatur pengalaman belanja yang lancar. Meski infrastruktur pembayaran ada, masalah seperti barang yang boleh dibeli, pajak, penipuan, dan pengembalian belum terselesaian. Ini membuka peluang besar dalam ekonomi agen.
Transaksi agen AI tahun lalu mencapai 176 juta dengan nilai $73 juta. McKinsey memprediksi nilai ini bisa mencapai $3-5 triliun pada 2030. Nilai utama tidak terletak pada biaya pemrosesan transaksi kecil (rata-rata $0,31), tetapi pada *governance layer*—lapisan yang mengontrol aturan pengeluaran, identitas, kebijakan, dan audit.
Perusahaan seperti Stripe dan Coinbase bersaing menguasai lapisan ini dengan strategi integrasi vertikal. Stripe, misalnya, mengakuisisi Privy (dompet) dan membangun protokol MPP, menempatkan dompet sebagai titik pemeriksaan utama untuk menerapkan kebijakan. Siapa pun yang mengendalikan lapisan tata kelola dapat menetapkan aturan, menyetujui transaksi, dan menarik biaya untuk layanan ini.
Dengan proyeksi transaksi agen yang sangat besar, pendapatan dari lapisan tata kelola (misalnya, dari biaya kepatuhan) berpotensi mencapai miliaran dolar per tahun. Oleh karena itu, model bisnis yang menggabungkan dompet, penyelesaian pembayaran, dan tata kelola dalam satu tumpukan teknologi akan menjadi kunci kompetitif di era agen AI.
marsbit5j yang lalu