Dubai, Hong Kong, dan Kini Jepang: Tekanan Regulasi terhadap KuCoin Semakin Meningkat!
Peringatan regulator terhadap KuCoin terus berlanjut, kali ini dari Otoritas Layanan Keuangan Jepang (FSA). Badan tersebut menyatakan KuCoin beroperasi tanpa izin resmi, khususnya dalam layanan perdagangan derivatif over-the-counter (OTC). Ini bukan pertama kalinya KuCoin menghadapi masalah regulasi. Sebelumnya, mereka harus menghentikan operasi di Hong Kong pada 2024 karena tidak memenuhi persyaratan perizinan baru, dan pada 2026, mereka dilarang sebagian di Austria karena gagal mematuhi pedoman anti-pencucian uang Uni Eropa (MiCA). Masalah juga terjadi di Dubai, di mana KuCoin menerima perintah "berhenti dan hentikan" dari regulator aset virtual setempat karena beroperasi tanpa izin.
Tekanan regulator ini mulai mempengaruhi kepercayaan pengguna. Cadangan Bitcoin KuCoin turun drastis dari 14.000 BTC pada 2024 menjadi hanya 2.100 BTC pada awal 2026. Yang lebih mengkhawatirkan, cadangan stablecoin mereka juga merosot dari lebih dari $1,3 miliar menjadi $543 juta dalam satu tahun, menunjukkan arus keluar dana pengguna yang terus-menerus meskipun ada pemulihan pasar. Pola ini mengindikasikan kehati-hatian yang meningkat dari para pengguna terhadap pertukaran tersebut.
ambcrypto03/27 12:46