Landasan Valuasi Triliunan Dollar SpaceX: Siapa yang Mengambil Alih Pengeluaran Modal Tahunan Ratusan Miliar Milik Musk?
Penulis berpendapat bahwa peluang investasi terbesar dalam eksplosifnya SpaceX saat ini bukan pada saham SpaceX itu sendiri (yang mahal dan masih rugi), melainkan pada para pemasoknya. Ini mengikuti pola sejarah seperti rantai pasokan Apple, Tesla, dan NVIDIA, di mana perusahaan "super terminal" mendorong pertumbuhan luar biasa bagi pemasoknya.
SpaceX mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk pengeluaran modal tahunan, didanai terutama oleh bisnis Starlink yang menguntungkan. Uang ini dialirkan ke pengembangan roket (untuk menurunkan biaya peluncuran) dan AI/pusat data orbital. Pesanan pembelian besar-besaran ini mengalir ke tiga jenis pemasok:
1. **Pengganti yang Sulit:** NVIDIA (GPU & CUDA), Eutelsat (spektrum satelit), Filtronic (penguat sinyal), Materion (berilium), STMicroelectronics (chip antena).
2. **Pengganti yang Mahal:** Honeywell (kontrol penerbangan), Carpenter Technology (baja khusus), Hexcel (serat karbon), Broadcom (pertukaran data).
3. **Pemasok Produksi Massal:** Wistron NeWeb (perakitan terminal Starlink), dan beberapa perusahaan Tiongkok seperti Shenzhen Sunway (konektor), Paixin New Materials (tempaan), Western Superconductor (paduan niobium), Yingliu Co. (cetakan), serta perusahaan seperti Trimble (sinkronisasi waktu) dan Astronics (distribusi daya).
Mengapa sekarang adalah saat yang tepat? (1) Volume pembelian SpaceX baru akan meningkat pesat (target 100 peluncuran/tahun, 3000 juta terminal Starlink). (2) Transparansi data melalui IPO memungkinkan pelacakan pesanan. (3) Siklus rantai pasokan mirip dengan tahap awal Tesla (sekitar 2018), menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang.
Kesimpulannya, alih-alih membeli saham SpaceX yang fantastis, investor dapat mempertimbangkan perusahaan-perusahaan di balik layar yang menerima pesanan besar dan stabil, terlepas dari volatilitas harga saham SpaceX. Namun, setiap perusahaan perlu dianalisis secara individual dengan mempertimbangkan risiko seperti siklus komoditas, geopolitik, dan perubahan teknologi.
marsbit06/16 04:10