Idealism Pendiri Barat, Bagaimana Dibeli oleh Pembeli Tionghoa?
Dalam beberapa hari terakhir, dua protokol sosial terdesentralisasi besar—Lens Protocol dan Farcaster—diakuisisi oleh tim dengan latar belakang Asia, terutama Tiongkok. Lens diambil alih oleh Mask Network (didirikan oleh Suji Yan dari Tiongkok), sementara Farcaster dibeli oleh Neynar. Kedua protokol ini pernah mengumpulkan dana lebih dari $200 juta, tetapi kini mengalami penurunan pengguna dan pendapatan.
Alasan di balik akuisisi ini diduga karena harga yang terjangkau—protokol ini masih memiliki nilai teknis dan merek, meski sudah melewati masa jayanya. Bagi pendiri Barat, media sosial terdesentralisasi adalah soal idealisme (kepemilikan data oleh pengguna, anti-sensor), tetapi kenyataannya, pengguna biasa lebih peduli pada pengalaman dan konten.
Pembeli dari Tiongkok cenderung lebih pragmatis: fokus pada utilitas dan adopsi massal, bukan sekadar ide. Namun, sejarah menunjukkan risiko—seperti akuisisi Steemit oleh Justin Sun yang berujung pada perpecahan komunitas.
Mask Network berjanji menjalankan Lens sebagai "stewardship", bukan akuisisi penuh, tetapi pertanyaannya tetap: seberapa terdesentralisasi sebenarnya protokol ini? Masa depan media sosial Web3 mungkin akan lebih banyak ditentukan oleh pendekatan pragmatis tim Asia.
比推01/22 12:44