Dari Korea Selatan ke AS: Berkat AI, Pekerjaan Kerah Biru Makin Diminati
AI sedang mengubah logika pasar tenaga kerja secara global. Di Amerika Serikat dan Korea Selatan, gelar sarjana empat tahun semakin kehilangan daya tarik, sementara profesi kerah biru seperti teknisi listrik, tukang las, dan tukang ledeng mengalami peningkatan permintaan dan gaji yang signifikan. Data menunjukkan, pada Juni 2025, pendapatan sekolah kejuruan di AS naik 11,4%, sementara PHK karena AI mencapai rekor tertinggi.
Generasi Z semakin mempertimbangkan pekerjaan kerah biru karena dianggap lebih tahan terhadap otomatisasi AI. Gaji di bidang ini kini setara atau bahkan melampaui profesi yang membutuhkan gelar sarjana. Di Korea, lulusan sekolah menengah kejuruan semikonduktor sangat dicari, dengan sebagian besar langsung diterima bekerja.
Kekurangan tenaga terampil diperparah oleh gelombang pensiun dan ekspansi infrastruktur, seperti pusat data. Perusahaan seperti JPMorgan, Meta, dan Lowe's berinvestasi besar-besaran dalam program pelatihan. Namun, tantangan tetap ada dalam mengubah persepsi masyarakat yang lama memandang rendah pendidikan kejuruan. Para ahli menekankan perlunya upaya aktif dari industri untuk memperkenalkan peluang nyata dalam karir teknis kepada generasi muda.
marsbit4j yang lalu