Kembalinya Zona Pinggiran: Sebuah Permainan Ulang Mengenai Kekuatan Laut, Energi, dan Dolar
Konflik yang berpusat di Iran terus meluas, tidak hanya melibatkan aspek militer tetapi juga menjadi pergeseran geopolitik global yang mempertanyakan "siapa yang mengendalikan aliran" energi dan perdagangan. AS menerapkan strategi "Rimland" dengan memblokade jalur laut, mengancam tarif 50% bagi negara yang mendukung Iran, dan menarik China ke dalam konflik.
Harga minyak naik 6%, sementara pasar saham turun. Rencana AS membangun jaringan pipa energi dengan negara-negara pesisir (seperti Arab Saudi dan Yordania) bertujuan memotong jalur tradisional seperti Selat Hormuz dan "Belt and Road" China.
Dampak jangka panjang mulai terasa: inflasi energi berpotensi memicu pengetatan moneter oleh Fed, menggerogoti daya beli rumah tangga, dan mengganggu rantai pasok global—termasuk produksi pertanian akibat mahalnya pupuk. Pasar belum sepenuhnya menilai risiko gelombang kedua dari guncangan ini.
marsbit04/13 09:55