# Artikel Terkait QE

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "QE", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bangun! Jangan Beli di Dasar Lagi: Kebenaran Keras di Balik Likuidasi Kripto $26 Miliar

Peringatan: Jangan Terburu-buru "Buy the Dip"! Likuidasi Kripto US$26 Miliar dan Penyebab Sebenarnya Pasar kripto mengalami keruntuhan signifikan dengan likuidasi mencapai US$26 miliar dalam 24 jam, mendorong Bitcoin anjlok di bawah US$60.000. Penulis berpendapat bahwa penurunan ini bukan hanya dipicu oleh faktor permukaan seperti penjualan saham AS atau kebijakan moneter, tetapi oleh penyebab mendasar: **kelangkaan modal finansial global yang nyata**. Pemicu utamanya adalah **siklus belanja modal (capital expenditure) AI skala besar**. Berbeda dengan model Web 2.0 yang ringan modal, AI membutuhkan investasi infrastruktur yang masif. Awalnya, siklus ini menyuntikkan likuiditas dan mendorong aset naik, mirip dengan stimulus fiskal. Namun, ketika "dry powder" (modal menganggur) dunia—bahkan dari investor seperti Arab Saudi dan SoftBank—sudah habis, dana untuk AI harus dialihkan dari tempat lain. Ini menciptakan **persaingan convexity untuk modal yang langka**. Akibatnya, aset spekulatif dengan durasi panjang dan arus kas masa depan (seperti kripto) dihukum paling keras, sementara aset dengan pendapatan dekat (seperti chip memori) relatif lebih tahan. AI capital expenditure berubah dari penyuntik likuiditas menjadi penarik likuiditas, berperan seperti **"QE terbalik"**. Intinya: Dunia sedang beralih dari era kelimpahan modal ke kelangkaan modal. Ini bukan waktunya untuk agresif, tetapi untuk bertahan, selektif, dan mengelola risiko dengan cermat sambil menunggu peluang yang lebih jelas.

Odaily星球日报02/06 03:17

Bangun! Jangan Beli di Dasar Lagi: Kebenaran Keras di Balik Likuidasi Kripto $26 Miliar

Odaily星球日报02/06 03:17

Emas Bergerak Sebelum Pelonggaran Kuantitatif, Bitcoin Menunggu Likuiditas (Bagian 2)

Untuk memahami respons Bitcoin yang dingin terhadap penurunan suku bunga, kita bisa belajar dari emas. Baik emas maupun Bitcoin adalah aset berharga global, sehingga analisis harus dimulai dari kondisi makroekonomi AS. Meski AS telah memulai siklus penurunan suku bunga, harga Bitcoin masih berkisar di $80.000, sementara emas terus naik. Kontradiksi ini dijelaskan oleh dua faktor struktural. Pertama, masalah "middle-layer clog" — inflasi yang tinggi membuat suku bunga riil tetap tinggi, dan bank tidak melonggarkan standar pinjaman. Penerbitan obligasi baru oleh Departemen Keuangan AS melebihi likuiditas yang dilepaskan oleh penurunan suku bunga, sehingga likuiditas menyusut. Kedua, ini adalah siklus defensif, bukan siklus pertumbuhan. Fed menurunkan suku bunga karena kekhawatiran resesi dan risiko stagflasi, sehingga investor mencari perlindungan, bukan mengambil risiko. Masalah mendalam adalah trilema utang AS: utang yang tinggi memaksa pilihan antara menerbitkan obligasi baru, menekan imbal hasil, atau mengizinkan devaluasi mata uang. Emas melonjak ke $4.500 sebagai lindung nilai terhadap krisis kredibilitas dolar. Strategi 2026 terdiri dari dua tahap: pertama, guncangan resesi di mana emas mungkin tetap tinggi, tetapi Bitcoin bisa turun; kedua, Fed memperluas neraca, memicu ledakan likuiditas untuk Bitcoin. Perak emas-perak saat ini sekitar 59, menunjukkan peralihan ke emas. Kesimpulan jangka panjang: emas dan Bitcoin akan mengungguli mata uang fiat karena ekspansi utang global dan devaluasi mata uang. Tahun ini dipimpin emas, tahap berikutnya oleh Bitcoin. Transisi akan terlihat dari indikator likuiditas dan rotasi modal.

marsbit01/09 06:47

Emas Bergerak Sebelum Pelonggaran Kuantitatif, Bitcoin Menunggu Likuiditas (Bagian 2)

marsbit01/09 06:47

活动图片