# Artikel Terkait Mark Cuban

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Mark Cuban", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Investor Ternama "Menyasar" Nvidia: Kejayaan AI Bergantung Terlalu Banyak Padanya

Dua investor ternama Wall Street, Mark Cuban dan Michael Burry, telah memperingatkan tentang ekosistem AI Nvidia yang masif. Seorang pengguna X mengungkapkan kekhawatiran bahwa Nvidia, dengan mendanai pembelian GPU untuk pusat data klien, membuat dirinya rentan jika terjadi "kemerosotan" demam AI. Cuban menyamakan situasi ini dengan gelembung dot-com, menyebut Nvidia sebagai "IPO" yang mendanai semua orang dalam boom teknologi saat ini. Ia khawatir satu terobosan dari pemasok chip lain atau satu kesalahan dapat meruntuhkan seluruh sistem. CEO Nvidia, Jensen Huang, sendiri mengakui peran krusial perusahaannya dalam menopang ekonomi AI dan global. Sementara itu, Michael Burry memperingatkan melalui kenaikan parabola harga Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Nvidia, yang menunjukkan pasar mengantisipasi risiko gagal bayar yang lebih besar. Burry menilai Nvidia telah over-ekspansi dengan mendorong pengeluaran siklus ke skala epik melalui terlalu banyak transaksi. Keduanya juga mengkritik aspek lain demam AI. Cuban memperingatkan kelebihan kapasitas infrastruktur AI yang dibangun berlebihan, sementara Burry menyebut raksasa teknologi berinvestasi berlebihan pada chip dan pusat data yang akan cepat usang. Burry mengungkapkan telah menambah posisi short dan memiliki opsi put terhadap Nvidia, meragukan permintaan sebenarnya berasal dari pelanggan akhir dan mencurigai pendapatan masa depan banyak dicapai melalui pembiayaan siklus. Harga saham Nvidia turun lebih dari 3% pada hari Rabu.

marsbit07/30 07:46

Investor Ternama "Menyasar" Nvidia: Kejayaan AI Bergantung Terlalu Banyak Padanya

marsbit07/30 07:46

Dari 'Lebih Suka Pisang' hingga Menjual 80% Bitcoin, Cinta dan Benci Mark Cuban dengan Crypto

Pemilik bisnis miliarder dan mantan pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia telah menjual sebagian besar kepemilikan Bitcoin-nya. Alasannya, Bitcoin dianggap gagal sebagai lindung nilai yang efektif terhadap pelemahan dolar AS dan gejolak geopolitik, terutama selama konflik Iran baru-baru ini. Pernyataan ini menandai pergeseran sikapnya yang signifikan terhadap aset kripto. Jejak Cuban dengan crypto dimulai pada 2019 dengan keraguan terbuka, di mana ia menyatakan lebih memilih pisang daripada Bitcoin karena memiliki nilai guna. Namun, di puncak bull run 2021, ia menjadi pendukung vokal, mengalokasikan 60% portofolio cryptonya ke Bitcoin. Pada tahun yang sama, ia juga terpukul oleh keruntuhan proyek DeFi Iron Finance, yang ia promosikan, yang mengakibatkan kerugian besar. Dari 2022 hingga 2025, fokus Cuban beralih ke urusan hukum dan regulasi. Ia menghadapi (dan akhirnya memenangkan) gugatan class action terkait promosinya terhadap platform Voyager Digital yang bangkrut, serta sering mengkritik regulator AS seperti SEC. Perjalanan Cuban selama tujuh tahun terakhir—dari skeptis, menjadi penggemar, lalu kecewa—merefleksikan siklus emosional banyak investor ritel di ruang kripto. Keputusannya sering kali dipicu oleh narasi makro dan pergerakan harga jangka pendek. Meski ia kini kecewa, pola ini menyiratkan sikapnya mungkin berubah lagi di masa depan, bergantung pada kondisi pasar.

marsbit05/22 12:22

Dari 'Lebih Suka Pisang' hingga Menjual 80% Bitcoin, Cinta dan Benci Mark Cuban dengan Crypto

marsbit05/22 12:22

活动图片