Blokade Hormuz, Harga Minyak Tembus $100, Mengapa Saham AS Tidak Jatuh?
Analisis: Mengapa Saham AS Tidak Jatuh Meski Minyak Melonjak di Atas $100?
Meskipun pembicaraan AS-Iran gagal dan Blokade Selat Hormuz diluncurkan, mendorong harga minyak mentah Brent kembali ke atas $100/barel, indeks S&P 500 justru naik 1% pada perdagangan Senin (13/4), memulihkan semua kerugian sejak perang Iran dimulai.
Bank-bank investasi besar seperti JPMorgan, Morgan Stanley, dan BlackRock secara serentak menyuarakan pandangan optimis. Logika intinya konsisten: ketahanan laba perusahaan jauh melampaui dampak geopolitis. Data LSEG I/B/E/S menunjukkan bahwa ekspektasi pertumbuhan laba S&P 500 untuk kuartal pertama justru naik menjadi 13,9%, dari 12,7% sebelum perang.
"Tujuh Besar" (Magnificent Seven) seperti NVIDIA dan Apple juga melihat kontraksi valuasi, yang justru menjadi alasan untuk dibeli. Premium valuasi sektor teknologi terhadap pasar yang lebih luas telah menyusut ke level terendah sejak pertengahan 2020.
Data historis dari UBS dan LPL Research mendukung pandangan ini, menunjukkan bahwa guncangan geopolitik biasanya diserap oleh pasar dalam waktu sekitar enam minggu. Reaksi komunitas retail di Reddit mencerminkan kebingungan, dengan banyak yang menyatakan pasar seolah "tidak memperhatikan berita". Namun, keyakinan lembaga dan kebingungan retail adalah dua sisi dari koin yang sama: pasar mungkin telah menyelesaikan proses pricing pada Maret dan kini berada dalam fase pemulihan.
marsbit2 hari yang lalu 03:40