Obligasi AS yang "Tidak Layak Investasi" Mungkin Justru Aset dengan Return Tertinggi di Tahun 2026
Dengan analisis makro yang mendalam, investor Common Sense Investor (CSI) berargumen bahwa obligasi pemerintah AS jangka panjang (seperti ETF TLT) berpotensi menjadi aset dengan imbal hasil tertinggi pada 2026, meskipun dianggap "tidak dapat diinvestasikan" oleh banyak pihak.
Pemerintah AS menghadapi beban pembayaran bunga yang membengkak (sekitar $1,2 triliun/tahun), menciptakan tekanan fiskal yang tidak berkelanjutan. Emas, yang naik 200% sejak 2020, justru menandakan risiko deflasi, bukan inflasi berkepanjangan. Posisi short yang sangat padat pada obligasi jangka panjang, inflasi yang mendingin, tekanan pasar tenaga kerja, dan eskalasi konflik perdagangan yang berisiko deflasi semakin memperkuat argumen ini.
Ketika pertumbuhan ekonomi melambat, Fed kemungkinan akan turun tangan dengan melonggarkan kuantitatif (QE) atau kontrol yield curve, memicu kenaikan harga obligasi. Dengan durasi efektif ~15,5 tahun dan yield ~4,5%, TLT memiliki potensi kenaikan harga asimetris: penurunan yield 100 bps dapat mendorong capital gain 15-18%. CSI mengalokasikan 60% portofolionya ke TLT dan ETF leveraged terkait (TMF), memprediksi 2026 akan menjadi "tahun obligasi" yang unggul dibanding saham.
marsbit01/20 02:26