# Artikel Terkait Suku Bunga

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Suku Bunga", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Akankah The Fed (Bank Sentral AS) Masih Memotong Suku Bunga? Data Malam Ini Sangat Krusial

Ringkasan: Pasar sedang bergejolak mempertanyakan apakah Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga, terjepit antara konflik geopolitik dan inflasi yang bangkit kembali. Inti perdebatan adalah apakah harga energi tinggi akan memicu inflasi berkepanjangan atau justru mengurangi permintaan konsumen sehingga memaksa The Fed untuk turunkan suku bunga. Dua pandangan bank investasi terkemuka saling bertolak belakang: * **Citi** optimis: yakin The Fed tetap akan memangkas suku bunga. Mereka berargumen bahwa gangguan pasokan minyak dari konflik di Selat Hormuz bersifat sementara dan tidak akan menyebabkan inflasi yang berlarut. Data ekonomi dasar seperti likuiditas dan pasar tenaga kerja juga mendukung pandangan ini. * **Deutsche Bank (DB)** pesimis: memperingatkan bahwa kebijakan The Fed sudah berada di posisi netral dan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga saat ini untuk waktu yang tidak terbatas. Mereka menunjukkan bahwa proses penurunan inflasi mandek, pejabat The Fed bersikap lebih hawkish, dan pasar telah meniadakan ekspektasi penurunan suku bunga untuk tahun 2024, dengan perkiraan satu kali pemotongan baru pada pertengahan 2025. Data penjualan ritel Maret, khususnya "grup kontrol" yang mengesampingkan penjualan bensin, menjadi batu ujian kunci. Data ini akan mengungkap apakah harga minyak yang tinggi benar-benar melemahkan belanja konsumen di sektor lain, yang dapat mendukung argumen untuk penurunan suku bunga.

marsbit04/21 02:50

Akankah The Fed (Bank Sentral AS) Masih Memotong Suku Bunga? Data Malam Ini Sangat Krusial

marsbit04/21 02:50

Peluang Powell Bertahan Meningkat Drastis ke 98%, Apakah Perintah Pemecatan Trump Hanya Omong Kosong?

Kemungkinan Jerome Powell untuk tetap menjabat sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) melonjak menjadi 98%, menurut pasar prediksi Polymarket. Ini berarti ancaman mantan Presiden Donald Trump untuk memecatnya kemungkinan besar hanya retorika. Penyebab utamanya adalah proses konfirmasi penggantinya, Kevin Warsh, yang dinominasikan Trump, terhambat. Anggota Komite Perbankan Senat Thom Tillis berencana memblokir nominasi Warsh hingga penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Powell selesai. Penyelidikan ini, yang dimulai awal 2026, menyelidiki apakah Powell berbohong kepada Kongres tentang biaya renovasi markas Fed, tetapi hingga kini belum menemukan bukti pelanggaran. Hanya tersisa 13 hari kerja bagi Senat untuk mengonfirmasi Warsh sebelum masa jabatan Powell berakhir pada 15 Mei. Jika Warsh tidak dikonfirmasi, hukum AS memungkinkan Powell tetap menjabat sebagai "Ketua Sementara", sebuah situasi yang pernah terjadi di masa lalu. Trump mengancam akan memecat Powell jika hal itu terjadi. Namun, secara hukum, Presiden tidak dapat memecat Ketua Fed tanpa alasan yang sah ("for cause"), seperti pelanggaran hukum, dan bukan hanya perbedaan kebijakan. Tanpa bukti dari penyelidikan, pengadilan diperkirakan akan membatalkan pemecatan tersebut. Kelambatan ini berpotensi menunda harapan pasar untuk suku bunga yang lebih rendah, karena Powell dikenal lebih hati-hati dibandingkan Warsh yang dianggap lebih akomodatif dan ramah terhadap aset kripto.

Odaily星球日报04/17 03:05

Peluang Powell Bertahan Meningkat Drastis ke 98%, Apakah Perintah Pemecatan Trump Hanya Omong Kosong?

Odaily星球日报04/17 03:05

Saham Mencapai Rekor Tertinggi, Pasar Obligasi dan Minyak Masih 'Memberi Suara Menolak'

Pasar saham AS telah pulih sepenuhnya dari penurunan akibat konflik Iran, bahkan mendekati level tertinggi baru. Namun, pemulihan ini tidak dikonfirmasi oleh dua pasar kunci lainnya: obligasi dan minyak. Yield obligasi pemerintah AS (10 tahun dan 2 tahun) telah naik signifikan sejak sebelum konflik, mengisyaratkan kekhawatiran inflasi dan ruang gerak terbatas bagi The Fed untuk memotong suku bunga. Sementara itu, harga minyak mentah WTI masih bertahan sekitar 37% lebih tinggi, menunjukkan bahwa pasar tidak memercayai narasi bahwa konflik akan segera terselesaikan dengan damai. Penulis berargumen bahwa kenaikan pasar saham saat ini lebih didorong oleh momentum (FOMO - Fear Of Missing Out) daripada fundamental yang solid. Pasar saham seolah mematok skenario sempurna: inflasi terkendali, The Fed memotong suku bunga, dan konflik mereda. Sedangkan pasar obligasi dan minyak mencerminkan realitas yang lebih suram dengan inflasi yang lengket dan ketegangan geopolitik yang berlanjut. Kesenjangan antara narasi pasar saham dan sinyal dari dua pasar lainnya ini pada akhirnya harus diperbaiki. Jalan keluarnya hanya dua: either konflik benar-benar reda dan membuktikan pasar saham benar, atau pasar saham akan melakukan koreksi untuk menyelaraskan diri dengan realitas yang ditunjukkan oleh obligasi dan minyak. Penulis memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak mengejar kenaikan yang diragukan oleh aset-aset lain, menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum menambah eksposur.

marsbit04/16 09:15

Saham Mencapai Rekor Tertinggi, Pasar Obligasi dan Minyak Masih 'Memberi Suara Menolak'

marsbit04/16 09:15

活动图片