Tiger Research: Bisakah Bitcoin yang Jatuh di Tengah Krisis Geopolitik Masih Disebut 'Emas Digital'?
Laporan Tiger Research ini mempertanyakan status Bitcoin sebagai "emas digital" setelah harga Bitcoin justru anjlok saat krisis geopolitik, sementara harga emas naik. Analisis enam peristiwa krisis menunjukkan pola konsisten: Bitcoin turun, emas naik. Baik negara maupun investor tidak memperlakukan Bitcoin sebagai safe haven. Negara menimbun emas, bukan Bitcoin. Investor menghadapi asimetri: Bitcoin turun bersama saham, tetapi tidak naik bersamanya.
Tiga asimetri struktural menghalangi status Bitcoin sebagai safe haven: dominasi derivatif (struktur pasar), dominasi trader berleverage (komposisi peserta), dan kurangnya rekam jejak perilaku yang teruji waktu (akumulasi perilaku).
Namun, Bitcoin terbukti berguna dalam krisis. Contohnya, saat perang Ukraina-Rusia dan serangan Iran, warga menggunakan Bitcoin untuk transfer dana saat sistem perbankan tutup. Bitcoin adalah aset yang "berguna dalam krisis", meski bukan "aset aman".
Laporan menutup dengan skenario potensial Bitcoin menjadi "emas generasi berikutnya". Transformasi bisa terjadi jika tiga asimetri tersebut menyusut, didorong oleh pergeseran generasi dan adopsi algoritma yang dapat menanamkan pola "beli saat krisis" ke dalam kode. Bitcoin bukanlah tiruan emas, tetapi berpotensi menjadi kategori aset baru.
marsbit03/04 12:14