Bezos Memulai Startup Ketiganya, Tetap Tak Bisa Hindari Musk
Setelah pensiun dari CEO Amazon pada 2021, Jeff Bezos kembali terjun ke lapangan eksekutif dengan mendirikan startup AI Prometheus. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan "Artificial General Engineer" ini, dalam waktu kurang dari setahun, telah meraih valuasi luar biasa sebesar $41 miliar melalui dua putaran pendanaan. Prometheus bertujuan menciptakan AI yang dapat berpartisipasi dalam seluruh siklus penemuan produk fisik kompleks – mulai dari desain, simulasi, pengujian, hingga manufaktur – untuk mempercepat inovasi di bidang seperti kedirgantaraan, chip, dan robotika.
Ini merupakan keterlibatan langsung ketiga Bezos setelah Amazon dan Blue Origin. Pengalaman membangun platform digital Amazon dan mengatasi tantangan teknik fisik Blue Origin kini bertemu di Prometheus. Meski demikian, langkahnya kembali ke dunia startup di usia 61 tahun tetap mengundang perhatian, terlebih dalam percaturan AI fisik yang juga diincar oleh rival lamanya, Elon Musk, melalui Tesla, SpaceX, dan xAI.
Perbedaan pendekatan terlihat: jika Musk fokus pada bagaimana AI menjalankan tugas di dunia nyata (seperti pada mobil otonom dan robot), Bezos lewat Prometheus menekankan pada peran AI dalam proses penciptaan dan rekayasa produk itu sendiri. Di tengah persaingan ketat di bidang AI industri yang melibatkan pemain seperti OpenAI, Anthropic, dan Nvidia, Bezos berupaya memimpin dengan mendefinisikan ulang masa depan rekayasa manusia di era AI.
marsbit06/17 10:34