# Artikel Terkait Kabur

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Kabur", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bagaimana Seorang Insinyur SpaceX Palsu Mengaduk Pasar Luar Angkasa Komersial Triliunan Dolar?

Baru-baru ini, laporan dari media arus utama seperti Bloomberg menyebutkan bahwa SpaceX akan secara bertahap meninggalkan roket Falcon 9 dan fokus penuh pada Starship, berdasarkan informasi dari "sumber internal". Ini memicu diskusi luas di pasar kedirgantaraan komersial. Namun, sebuah pembalikan dramatis terungkap. Pada 25 Juli, seorang pengguna bernama Yatharth Mann mengaku di media sosial bahwa dirinyalah yang menciptakan "kebocoran" palsu tersebut. Beberapa bulan sebelumnya, ia mengirim email ke beberapa outlet media (termasuk Bloomberg, WSJ, Reuters) dengan menyamar sebagai insinyur tim roket Falcon 9 di SpaceX. Untuk meningkatkan kredibilitas, Mann menggunakan identitas internal yang tampak nyata dan sengaja menyelipkan ketidakpuasan terhadap Elon Musk dan Trump dalam emailnya. Ia membuat serangkaian informasi palsu tentang penyesuaian bisnis Falcon 9, yang kemudian dimuat dalam pemberitaan media sebagai "ungkapan sumber dalam". Mann juga menyoroti ketidakakuratan dalam laporan tersebut, di mana media salah menyebut bagian roket yang akan dikurangi produksinya. Meskipun klaim Mann belum dikonfirmasi secara publik oleh media yang bersangkutan, insiden ini menjadi episode ironis yang menyoroti betapa mudahnya sebuah informasi palsu dari "email palsu" dapat memengaruhi diskusi pasar dan bahkan pergerakan di pasar sekunder. Kejadian ini mengingatkan untuk lebih kritis terhadap istilah seperti "sumber anonim" atau "sumber internal" dalam pemberitaan media.

Odaily星球日报07/27 12:06

Bagaimana Seorang Insinyur SpaceX Palsu Mengaduk Pasar Luar Angkasa Komersial Triliunan Dolar?

Odaily星球日报07/27 12:06

Penipuan Besar-besaran, 'Laboratorium Misterius' yang Menduduki Peringkat Global Semalaman, Ternyata Palsu

Tanggal 18 Juli, komunitas AI digegerkan oleh kemunculan mendadak "Basalt Labs", sebuah laboratorium AI misterius asal Tiongkok. Mereka mengumumkan model Monolith-1.0 yang diklaim sebagai nomor satu di dunia, dengan parameter 1,6 triliun dan skor hampir sempurna di berbagai benchmark seperti HLE (99,44%) serta GPQA Diamond. Publikasi ini langsung viral. Namun, keraguan muncul. File model di Hugging Face ternyata berisi potongan berat yang identik, diduga dibuat dari replikasi model Qwen2.5-7B. Demo web yang lancar pun terbukti mengakses API DeepSeek secara tersembunyi. Sebuah prompt sistem yang berhasil dibocorkan menginstruksikan model untuk selalu menyebut dirinya Monolith-1.0 dan menyangkal model dasar apa pun. Pembuatnya, Max Scherf, akhirnya mengakui ini adalah eksperimen sosial. Ia mengungkapkan caranya: melakukan fine-tuning pada model Qwen2.5-7B dengan jawaban dari dataset benchmark publik untuk "mencetak" skor tinggi, membuat situs web dan makalah palsu yang terlihat profesional, serta melancarkan kampanye viral. Ratusan ribu orang, termasuk pakar industri, sempat mempercayainya. Scherf menyoroti budaya industri AI yang terlalu terpaku pada skor benchmark, parameter besar, dan penampilan luar, tanpa pemeriksaan mendalam. Ironisnya, dalam penipuan ini, model AI Tiongkok (Qwen dan DeepSeek) yang menjadi fondasinya terbukti cukup kuat sehingga mampu menciptakan ilusi model "terhebat di dunia" bagi banyak pengguna.

marsbit07/20 02:52

Penipuan Besar-besaran, 'Laboratorium Misterius' yang Menduduki Peringkat Global Semalaman, Ternyata Palsu

marsbit07/20 02:52

活动图片