# Artikel Terkait Energi Hijau

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Energi Hijau", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

AI Menyelamatkan Sejumlah Investor Energi Baru

Saat pasar saham berfluktuasi, sektor pembangkit listrik justru meledak, dengan saham seperti Beijing Energy Power mencapai lima pembatasan kenaikan berturut-turut. Gelombang IPO perusahaan energi terbarukan, seperti Sige New Energy, juga muncul dengan keuntungan besar bagi investor awal, ada yang mencapai lebih dari 600 kali lipat. Momen pembalikan ini bagi investor energi terbarukan yang telah lama tertahan dipicu oleh perubahan logika mendasar sektor: dari siklus industri tradisional menjadi aset infrastruktur inti di era AI. Dua tahun lalu, sektor ini mengalami masa sulit dengan valuasi terpotong dan pendanaan yang mandek. Namun, segalanya berubah pada 2026. Dengan proyek infrastruktur komputasi dan jaringan listrik baru yang masuk tahap persetujuan, serta regulasi baru yang mewajibkan pusat data besar memiliki pasokan listrik hijau dan fasilitas penyimpanan energi, listrik hijau dan penyimpanan energi kini dipandang sebagai aset dengan kepastian tinggi. Kebijakan nasional seperti "Rencana Aksi untuk Mendorong Pemberdayaan Timbal Balik Kecerdasan Buatan dan Energi" menegaskan strategi "koordinasi komputasi-listrik". Narasi baru pun muncul: "tenaga komputasi adalah tenaga listrik, listrik hijau adalah aset". Perubahan logika ini langsung terlihat di data pendanaan. Valuasi proyek-proyek terkemuka, seperti China Resources New Energy, telah pulih sekitar 62%. Pendanaan besar mengalir ke aset-aset yang terkait dengan "fondasi komputasi", seperti manajemen jaringan listrik dan solusi penyimpanan energi. Laporan Morgan Stanley memprediksi kekurangan daya 55GW untuk pusat data yang didorong AI pada 2026, setara dengan 27 reaktor nuklir besar, yang membuka ruang investasi besar untuk pembangkit listrik, peningkatan jaringan, dan penyimpanan energi. Bagi investor yang bertahan di masa sulit, ini adalah musim panen. Sektor seperti penyimpanan energi, yang harganya pernah jatuh ke titik terendah, kini menjadi infrastruktur inti. Peluang investasi prioritas meliputi pendinginan cair, integrasi penyimpanan energi skala besar, pembangkit listrik virtual, dan jaringan distribusi tegangan ultra-tinggi. Raksasa private equity seperti KKR telah menuai hasil dengan fokus pada aset infrastruktur energi dasar AI, menunjukkan bahwa pertarungan pembalikan investor energi terbarukan mungkin baru dimulai.

marsbit05/20 11:58

AI Menyelamatkan Sejumlah Investor Energi Baru

marsbit05/20 11:58

Membenamkan Server ke Dasar Laut, Ini Serius!

**Pusat Data Dasar Laut Pertama di Dunia Beroperasi di Shanghai: Hemat Listrik, Air, dan Lahan** Proyek pusat data dasar laut pertama di dunia yang terhubung langsung dengan tenaga angin telah beroperasi di perairan Laut China Timur, lepas pantai Shanghai. Dengan investasi 1,6 miliar yuan, proyek ini menempatkan lebih dari 2.000 server dalam 192 rak di kedalaman 10 meter. Didukung oleh tenaga angin di dekatnya dengan pasokan listrik hijau >95%, pusat data ini mencapai PUE (efisiensi energi) sangat rendah 1,15, jauh lebih baik dari rata-rata nasional 1,48. Keunggulannya signifikan: menghemat 61 juta kWh listrik per tahun, konsumsi air tawar nol, dan hanya membutuhkan 200 m² lahan dibandingkan 2000 m² di darat. Ide pendinginan alami dengan air laut (suhu rata-rata 15°C) ini menjawab tantangan mahalnya pendinginan dan listrik untuk pusat data, terutama di kota-kota pesisir padat seperti Shanghai yang membutuhkan komputasi latensi rendah. Konsep ini telah diuji sebelumnya, seperti proyek Microsoft 'Natick' yang membuktikan server di lingkungan kedap udara bawah laut justru memiliki tingkat kegagalan lebih rendah. Di China, uji coba komersial pertama oleh Hailanxin di Hainan berhasil, namun masih bergantung pada listrik darat. Proyek Shanghai melangkah lebih jauh dengan menggabungkan langsung ke pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, sekaligus menyelesaikan masalah sumber pendingin dan sumber daya. Masa depan model ini sangat menjanjikan, terutama bila dikombinasikan dengan ladang angin lepas pantai skala besar. Daripada mentransmisikan listrik dengan kehilangan >10% ke darat, lebih efisien mengubah listrik menjadi daya komputasi di lokasi dan mengirimkan hasilnya via fiber optik. Bahkan ada potensi menempatkan server di dalam fondasi menara turbin angin itu sendiri, menciptakan 'pabrik komputasi' mandiri di laut. Ini merupakan langkah strategis yang menyelaraskan dua agenda besar: transisi energi hijau melalui angin laut dan pemenuhan kebutuhan komputasi berkelanjutan, menawarkan solusi hemat biaya dan ramah lingkungan untuk masa depan digital.

marsbit05/20 04:34

Membenamkan Server ke Dasar Laut, Ini Serius!

marsbit05/20 04:34

活动图片