# Artikel Terkait Evaluasi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Evaluasi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Model Raksasa Menyapu Bersih Semua Ujian, Tapi Justru Jauh dari AGI: Apa yang Dibongkar Makalah Ini?

Teks ini membahas perdebatan definisi AGI (Kecerdasan Buatan Umum) yang belum memiliki standar pengukuran yang diterima secara universal. Berbagai pihak, seperti OpenAI, Microsoft, dan para CEO, memiliki tolok ukur dan ramalan waktu yang berbeda-beda. Sebuah makalah oleh Michael Timothy Bennett dari Australian National University menawarkan definisi baru AGI sebagai "ilmuwan buatan"—yaitu, sistem yang mampu beradaptasi secara luas, efisien, dan ilmiah di bawah kendala sumber daya terbatas (komputasi, memori, energi) seperti layaknya ilmuwan manusia. Penulis mengkritik standar lama seperti Tes Turing dan uji benchmark manusia karena telah "dikuasai" oleh model bahasa besar (LLM) tanpa mendekatkan kita pada kecerdasan umum yang sesungguhnya. LLM saat ini dinilai hanya melakukan "aproksimasi maksimalisasi skala", menyimpan jawaban perkiraan untuk berbagai tugas dalam bobot jaringannya, namun gagal pada masalah di luar distribusi data pelatihan dan tidak memiliki kemampuan aktif seperti merancang eksperimen atau memahami hubungan sebab-akibat. Teks ini merinci tiga kemampuan kunci AGI sejati menurut kerangka "ilmuwan buatan": 1. Dari "boneka pasif" menjadi "peneliti aktif": Mampu merencanakan eksperimen secara mandiri untuk memperoleh informasi. 2. Dari "tahu apa" menjadi "tahu mengapa": Memiliki pemahaman kausal, bukan hanya korelasi. 3. Menyeimbangkan "eksplorasi" dan "eksploitasi": Mengalokasikan sumber daya komputasi secara dinamis di bawah kendala. Tiga pendekatan metodologis dalam membangun sistem cerdas dianalisis: *Scale-maxing* (pendekatan LLM saat ini yang menumpuk parameter dan data), *Simp-maxing* (maksimalkan kesederhanaan model), dan *W-maxing* (melemahkan batasan fungsional agar sistem menemukan solusi optimal sendiri). Kesimpulannya, AGI tidak akan tercapai hanya melalui satu pendekatan (seperti *Scaling Law*), tetapi memerlukan konvergensi berbagai metode. Jika definisi baru ini diterima, akan terjadi pergeseran paradigma dalam industri AI. Standar evaluasi akan bergeser dari peringkat ujian manusia ke "benchmark adaptasi" yang menguji kemampuan menemukan pengetahuan baru dalam lingkungan yang tidak dikenal.

marsbit05/28 00:27

Model Raksasa Menyapu Bersih Semua Ujian, Tapi Justru Jauh dari AGI: Apa yang Dibongkar Makalah Ini?

marsbit05/28 00:27

Era Auto Research: 47 Tugas Tanpa Jawaban Baku Jadi Daftar Wajib Uji Kemampuan Agent

Di era Auto Research, 47 tugas tanpa jawaban standar kini menjadi patokan wajib untuk mengukur kemampuan Agent AI. Biasanya, AI Agent tampak serba bisa, namun sebenarnya banyak yang hanya mengandalkan pengetahuan dalam basis data yang sudah ada. Dunia rekayasa nyata lebih keras: stabilitas robot bawah air, batas litium pada baterai, pengendalian kebisingan sirkuit kuantum — masalah-masalah ini tidak memiliki "jawaban sempurna", hanya "optimisasi yang mendekati batas maksimal". Baru-baru ini, Frontier-Eng Bench dari Einsia AI's Navers lab menghadirkan perubahan paradigma. Alih-alih menguji AI dengan soal pemrograman lama, benchmark ini memberikan sistem "loop rekayasa" yang lengkap: mengusulkan solusi, terhubung ke simulator, menerima umpan balik dan error, memperbaiki parameter, dan menjalankannya kembali. Dalam 47 tugas lintas disiplin yang menantang, AI harus bertindak seperti insinyur berpengalaman, mencari solusi optimal di antara tiga kendala yang sulit: daya, keamanan, dan kinerja. Ini bukan sekadar kumpulan tes, melainkan gambaran evolusi Agent. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model seperti GPT-5.4 berkinerja cukup stabil, tetapi masih jauh dari menyelesaikan seluruh benchmark. Penelitian ini mengungkap pola penting: peningkatan kinerja AI mengikuti hukum pangkat (power law), di mana kemajuan awal cepat tetapi semakin sulit dan kecil seiring waktu. Selain itu, kedalaman eksplorasi (depth) lebih krusial daripada sekadar menjalankan banyak percobaan paralel (width) untuk mencapai terobosan. Implikasi jangka panjangnya adalah potensi lahirnya "AI Engineer". Di masa depan, manusia mungkin fokus pada penentuan tujuan dan arahan, sementara AI akan bekerja tanpa lelah untuk mengoptimalkan solusi — menjalankan simulasi, menganalisis hasil, dan melakukan iterasi terus-menerus menuju target yang ditetapkan. Frontier-Eng Bench menandai langkah menuju sistem AI yang dapat berevolusi secara mandiri dalam loop umpan balik jangka panjang, membawa kita lebih dekat ke era penelitian otomatis (Auto Research) di mana AI aktif berkontribusi dalam memecahkan masalah rekayasa dunia nyata yang kompleks.

marsbit05/13 07:29

Era Auto Research: 47 Tugas Tanpa Jawaban Baku Jadi Daftar Wajib Uji Kemampuan Agent

marsbit05/13 07:29

活动图片