Pemeriksa Darurat untuk Programmer Web3: Pelanggaran Hak Cipta Berbasis Teknologi Telah Masuk ke Ranah Pidana
Putusan Pengadilan Internet Hangzhou dalam kasus "Fat Tiger Gets a Vaccine" NFT menegaskan bahwa desentralisasi tidak berarti bebas dari tanggung jawab. Konsep "pelanggaran hak cipta berbasis teknologi" (technology-enabled copyright infringement) dijelaskan sebagai tindakan menghindari atau membobol "kunci digital" yang melindungi konten, seperti membajak enkripsi, memanipulasi protokol otorisasi, atau menyediakan alat peretasan. Tindakan ini dapat berupa penghindaran langsung (meretas sendiri) atau tidak langsung (menyediakan alat peretasan).
Dalam konteks Web3, risikonya lebih kompleks: objek yang dihindari lebih luas (seperti protokol blockchain atau kontrak pintar), pelaku lebih beragam (seperti pengembang, DAO, atau node anonim), dan dampak pelanggaran dapat permanen karena catatan yang tidak dapat diubah di blockchain. Hukum China telah menetapkan batasan jelas, dengan sanksi pidana untuk penyediaan alat yang dirancang khusus untuk menghindari perlindungan hak cipta.
Untuk menghindari risiko, proyek Web3 harus memprioritaskan kepatuhan dengan membangun tata kelola aktif, melibatkan nasihat hukum sejak tahap desain, dan berkolaborasi dengan tim ahli yang memahami teknologi dan hukum. Kepatuhan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk keberlanjutan inovasi di ruang digital.
marsbit01/06 03:37