Gumi dan SBI Luncurkan Dana Kripto Senilai 3 Miliar Yen, Jepang Buka Pintu untuk ETF Spot
Perusahaan game dan blockchain Jepang, gumi Inc., bermitra dengan grup keuangan SBI untuk meluncurkan SBI Crypto Fund I, yang akan mulai beroperasi pada 1 Agustus 2026. Dana ini bertujuan mengumpulkan 3 miliar yen (sekitar $18,3 juta) dan akan berinvestasi terutama di Bitcoin serta aset kripto utama lainnya. SBI memegang 51% saham dana, sementara unit gumi, gC Labs, memegang 49%. Gumi, yang aktif di aset digital sejak 2018, memiliki total aset kripto sekitar 14 miliar yen per April 2026 dan bercita-cita menjadi pengelola aset XRP terbesar di Jepang.
Inisiatif ini sejalan dengan reformasi regulasi Jepang. Parlemen telah menyetujui undang-undang baru yang mereklasifikasi mata uang kripto sebagai instrumen keuangan, membuka pintu untuk ETF spot Bitcoin di masa depan, meski produknya belum disetujui. Hukuman untuk aktivitas kripto tak berizin diperberat, dan ada rencana untuk menurunkan tarif pajak kripto dari 55% menjadi 20% mulai 2028.
Di sisi lain, pertumbuhan pasar juga didorong oleh adopsi korporat dan pengguna. Bursa kripto SBI VC Trade melaporkan akun terdaftarnya melampaui 2 juta, didorong oleh perusahaan yang menggunakan Bitcoin dan XRP untuk lindung nilai terhadap yen yang melemah serta program loyalitas. Penambahan stablecoin seperti USDC, RLUSD dari Ripple, dan stablecoin berbasis yen pertama (JPYSC) juga berkontribusi pada pertumbuhan. Meski pasar Jepang masih lebih kecil dibanding AS dan Korea Selatan, peningkatan akun dan minat korporat menunjukkan momentum yang nyata.
cryptonews.ruKemarin 16:05