Material Rahasia Tersembunyi yang Menghentikan Produksi Semikonduktor, Naik Berlipat Ganda Tak Ada yang Perhatikan, Baru Saja Dilarang Ekspornya oleh China
Helium, elemen kedua paling melimpah di alam semesta, ternyata merupakan bahan kritis yang tersembunyi dalam industri semikonduktor. Di Bumi, helium sangat langka, tidak dapat disintesis secara buatan, dan hanya dapat diekstraksi dari gas alam. Uniknya, helium mudah hilang ke angkasa karena sangat ringan. Meski begitu, gas ini sangat penting untuk fabrikasi chip canggih: digunakan untuk pendinginan seragam wafer selama etching plasma, deteksi kebocoran, dan manajemen termal, dengan kemurnian hingga 99,9999%. Tanpa helium, produksi chip dapat terhenti.
Pada Maret 2026, pasokan global helium terganggu parah saat hub produksi terbesar di dunia di Ras Laffan, Qatar, diserang dan rusak, memotong sepertiga pasokan dunia. Rusia membatasi ekspor, sementara AS menjual cadangan strategisnya. Harga helium melonjak, memicu kekhawatiran akan dampaknya pada produksi semikonduktor, peralatan medis seperti MRI, dan penelitian.
Sebagai negara dengan ketergantungan impor helium sekitar 84,4%, China terutama mengimpor dari Qatar dan Rusia. Menghadapi kelangkaan global dan kenaikan harga, China memberlakukan larangan ekspor helium pada 10 Juli 2026 untuk memprioritaskan pasokan domestik. Langkah ini terutama ditujukan untuk menghentikan aliran helium ke pasar luar negeri yang lebih menguntungkan, bukan sebagai senjata geopolitik.
China, sebagai negara miskin helium, telah mengembangkan teknologi untuk memproduksi helium dari gas buang pabrik LNG, mencapai kemurnian ultra-tinggi (6N9). Meski produksi domestik baru memenuhi kurang dari 20% kebutuhan, larangan ekspor menegaskan upaya China mengamankan rantai pasokan strategisnya di tengah krisis global yang diperkirakan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.
marsbit20j yang lalu