# Artikel Terkait Blackstone

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Blackstone", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Pusat Data Terbesar di Dunia Batal

Blackstone, raksasa investasi alternatif global dengan aset US$1,3 triliun, secara mengejutkan menghentikan proyek pembangunan pusat data "Digital Gateway" di Virginia melalui anak perusahaannya QTS. Proyek yang pernah digadang-gadang sebagai kampus pusat data terbesar di dunia itu akhirnya mangkrak. Proyek seluas 2100 hektare dengan investasi rencana US$100 miliar ini telah menghadapi penolakan warga setempat selama lima tahun karena lokasinya dekat situs bersejarah dan khawatir akan dampak lingkungan. Pukulan telak datang dari pengadilan negara bagian yang membatalkan izinnya pada Maret lalu karena cacat prosedural. Mitra pengembang, Compass Datacenters, memutuskan keluar, membuat Blackstone memilih untuk menghentikan proyek. Tindakan Blackstone ini dianggap sebagai sinyal penting. Sebagai pemain utama di industri pusat data, mereka baru-baru ini juga menjual aset matang sambil membatalkan proyek raksasa, mirip strategi "keluar di puncak" yang pernah mereka terapkan di pasar gedung perkantoran. Industri pusat data AI menghadapi tantangan nyata: pembatasan pasokan listrik (konsumsi listrik pusat data AS diproyeksikan meningkat tiga kali lipat pada 2035), penolakan akar rumput yang meluas (lebih dari 800 grup penentang di AS), dan pengaturan kebijakan lokal yang semakin ketat. Laporan menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun ini, proyek pusat data senilai US$130 miliar di AS tertunda atau terhambat. Keterbatasan infrastruktur dan resistensi sosial mulai membatasi laju ekspansi yang sebelumnya deras.

marsbit07/06 01:10

Pusat Data Terbesar di Dunia Batal

marsbit07/06 01:10

Retak di Balik Rekor Baru S&P: Sektor Keuangan Turun 6% YTD, Arus Bawah Kredit Privat US$ 2 Triliun Mulai Menyebar

Tajuk: S&P Mencatat Rekor Tertinggi Baru, Namun Sektor Keuangan Turun 6% Pada Tahun Ini; Retakan di Pasar Kredit Swasta Senilai US$2 Triliun Mulai Tersingkap S&P 500 mencatat rekor tertinggi baru pada April, dengan pertumbuhan laba Q1 mencapai 27,1%. Namun, secara paradoks, sektor keuangan (ETF XLF) justru turun lebih dari 6% sepanjang tahun, menjadi sektor terburuk dan mencapai level terendah relatifnya terhadap S&P 500 sejak 1998, lebih lemah dibandingkan saat krisis keuangan 2008. Penyebab utamanya adalah kekhawatiran yang berkembang terhadap pasar kredit swasta senilai US$1,5-2 triliun. Komite Stabilitas Keuangan (FSB) baru-baru ini memperingatkan risiko sistemik dari kompleksitas pasar ini, leverage tinggi, dan keterkaitannya yang dalam dengan sistem perbankan. Tanda-tanda tekanan sudah terlihat: Blackstone menghadapi permintaan penebusan US$3,7 miliar untuk dana andalannya BCRED, sementara Blue Owl Capital hanya dapat memenuhi sebagian kecil permintaan penebusan. Secara teknis, tren XLF sangat lemah, diperdagangkan di bawah rata-rata bergerak 200 hari. Secara historis, ketika S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru sementara XLF berada di bawah level ini, pasar luas memiliki probabilitas 90% untuk melakukan koreksi dalam satu bulan ke depan. Ekspektasi "bonus Trump" berupa suku bunga rendah dan regulasi ringan untuk sektor keuangan di awal tahun telah sirna. Sebaliknya, ketidakpastian suku bunga dan risiko kredit swasta justru menjadi tekanan. Para analis menyarankan kehati-hatian dan mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur alih-alih menambah investasi baru di tengah sinyal peringatan ini.

marsbit05/08 13:11

Retak di Balik Rekor Baru S&P: Sektor Keuangan Turun 6% YTD, Arus Bawah Kredit Privat US$ 2 Triliun Mulai Menyebar

marsbit05/08 13:11

活动图片