# Artikel Terkait Baidu

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Baidu", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

IPO Terbesar Li Yanhong: Saham Kunlun Chip Sangat Diburu, Valuasi Ditargetkan 3400 Miliar Kunlun Chip, perusahaan chip AI yang dipisahkan dari Baidu, sedang mempersiapkan IPO di Hong Kong dengan valuasi target sekitar 500 miliar dolar AS (sekitar 3400 miliar yuan). Jika tercapai, valuasinya akan melampaui kapitalisasi pasar Baidu saat ini. Saat ini, perusahaan berada dalam tahap krusial mencari investor dasar (cornerstone investors), di mana persaingan untuk mendapatkan jatah saham sangat ketat dan sulit diperoleh. Laporan menyebutkan Kunlun Chip memberi prioritas kepada calon investor yang juga berkomitmen untuk membeli chip-nya, dengan nilai pembelian chip harus mencapai 3 hingga 7 kali nilai langganan saham. Persyaratan ini diduga membatasi investor murni finansial dan lebih mengutamakan investor industri. Didirikan pada 2021 sebagai kelanjutan dari departemen chip Baidu, Kunlun Chip telah mengumpulkan 57 investor, termasuk dana pemerintah dan raksasa industri seperti China Mobile dan BYD. Produk utamanya, Kunlun P800, diluncurkan pada 2024 dan menjadi pesaing untuk Nvidia A800. Bisnis eksternal perusahaan kini telah melampaui pasokan ke internal Baidu, dengan klien besar seperti China Mobile dan Bank China Merchants. IPO ini dipandang sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang penting bagi Baidu, yang dianggap 'terlambat menuai' dalam persaingan model AI besar (LLM) meski memulai lebih dulu. Dengan ledakan permintaan komputasi AI, keberhasilan Kunlun Chip diharapkan dapat menjadi momentum balik bagi Baidu. Perusahaan juga dilaporkan sedang mempersiapkan IPO paralel di pasar STAR China.

marsbit07/04 06:35

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

marsbit07/04 06:35

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

Menurut laporan media, Kunlunxin (Kunlun Chip), perusahaan chip AI milik Baidu, sedang dalam persiapan untuk IPO dengan valuasi target sekitar 500 miliar USD (sekitar 3,4 triliun RMB). Jika terealisasi, valuasinya diperkirakan akan melampaui nilai pasar Baidu sendiri, menjadikannya IPO terbesar bagi Robin Li, pendiri Baidu. Artikel menyebutkan bahwa Kuota *cornerstone investor* untuk IPO Kunlunxin sangat kompetitif dan sulit diperoleh. Perusahaan dilaporkan lebih memprioritaskan investor strategis yang juga berkomitmen untuk membeli chip, dengan rasio pembelian hingga 3-7 kali nilai investasi mereka. Kunlunxin, yang dulunya merupakan departemen chip Baidu, didirikan sebagai perusahaan independen pada 2021. Sejak itu, perusahaan telah mengumpulkan dana dari banyak investor ternama, termasuk CPE Source Capital, IDG Capital, dan dana pemerintah. Produk utama Kunlunxin, chip P800 yang diluncurkan pada 2024, ditargetkan untuk pasar *data center inference*. Perusahaan memiliki basis klien yang luas, termasuk Baidu sendiri, China Mobile, dan bank-bank besar. Baru-baru ini diungkapkan bahwa bisnis eksternal Kunlunxin kini melebihi pasokan ke Baidu. IPO ini dilihat sebagai momen penting bagi Baidu, yang merupakan salah satu perusahaan pionir AI di Tiongkok tetapi melihat persaingan ketat dari pendatang baru seperti DeepSeek, Kimi, dan perusahaan model besar lainnya. Di tengah ledakan permintaan daya komputasi AI, keberhasilan Kunlunxin dianggap sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang krusial untuk "membalikkan keadaan". Perusahaan dikabarkan sedang mengejar IPO ganda di pasar saham Hong Kong dan China (*A+H*).

链捕手07/04 06:30

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

链捕手07/04 06:30

Tencent Membeli Chip Baidu

Selama dua dekade, internet Tiongkok cenderung membangun perusahaan super yang memiliki segala kemampuan. Namun, tren ini tampaknya berubah, ditandai dengan beberapa perkembangan utama: **1. Chip Berubah dari Beban Menjadi Mesin Uang** Raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba awalnya mengembangkan chip (seperti Baidu's Kunlun Core) untuk mengurangi ketergantungan dan biaya perangkat keras (mis., dari Nvidia). Kini, dengan ledakan aplikasi AI dan Agent yang membutuhkan komputasi inferensi skala besar, chip ini telah menjadi bisnis yang menguntungkan. Kunlun Core tidak hanya digunakan internal Baidu, tetapi juga telah melayani klien eksternal seperti China Mobile, Geely, dan bahkan **Tencent**. **2. Tencent Membeli Chip Baidu: Pertanda Kematangan Industri** Fakta bahwa Tencent, pesaing tradisional Baidu, menjadi klien Kunlun Core adalah sinyal penting. Hal ini mengindikasikan dimulainya spesialisasi dan kolaborasi dalam ekosistem AI Tiongkok. Perusahaan mulai menyadari bahwa membangun segala sesuatu sendiri (closed-loop) tidak efisien dalam era AI yang membutuhkan infrastruktur mahal. Kerja sama kompetitif seperti ini mirip dengan hubungan Apple-Samsung di industri smartphone. **3. Valuasi Pasar Modal yang Berubah** Rencana Baidu untuk memisahkan Kunlun Core dengan valuasi IPO sekitar $50 miliar (bahkan lebih tinggi dari valuasi pasar Baidu sendiri) serta rencana serupa dari Alibaba (lewat Pingtouge) mencerminkan perubahan persepsi investor. Pasar kini menghargai perusahaan infrastruktur AI ("penjual sekop") yang memiliki model bisnis jelas, terutama dengan meledaknya kebutuhan inferensi. Banyak perusahaan chip AI Tiongkok lainnya juga sedang dalam proses IPO. **4. Perang Infrastruktur Global** Dinamika ini sejalan dengan tren global. Pemain AI utama seperti OpenAI, Google, Amazon, Microsoft, dan Meta juga mengembangkan chip mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengontrol biaya inferensi (pengeluaran terbesar), mengoptimalkan perangkat lunak dan perangkat keras, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal seperti Nvidia. **Kesimpulan: Kompetisi Beralih ke Lapisan Dasar** Perkembangan ini menandai pergeseran logika industri. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada model AI (2023) lalu aplikasi (2024), kini perang telah bergeser ke infrastruktur paling dasar (2025-2026): efisiensi biaya per Token, kinerja klaster inferensi, dan keamanan pasokan komputasi. Alih-alih membangun kerajaan tertutup, perusahaan-perusahaan besar mulai "melepaskan" kemampuan intinya (seperti chip) ke pasar, menciptakan ekosistem AI yang lebih terbuka dan terspesialisasi. Era di mana satu perusahaan super mencoba melakukan semuanya sendiri tampaknya akan berakhir.

marsbit06/29 09:21

Tencent Membeli Chip Baidu

marsbit06/29 09:21

活动图片