Setelah To C dan To B, Gelombang Berikutnya Bernama To A
Selama lebih dari dua dekade, Internet telah didominasi oleh model bisnis To C (ke konsumen) dan To B (ke bisnis). Namun, CEO Meituan Wang Xing baru-baru ini mengusulkan konsep baru: To A (ke *AI Agent*). Ini menandakan pergeseran besar di mana *AI Agent* tidak lagi dilihat sekadar sebagai alat, tetapi sebagai *klien* yang harus dilayani. Ini akan mengubah logika distribusi Internet secara fundamental.
Dalam waktu seminggu setelah pernyataan Wang Xing, terjadi serangkaian aliansi strategis di antara raksasa teknologi. Meituan "Xiaomei" berkolaborasi dengan Tencent "Yuanbao," JD.com bekerja sama dengan Tencent, Huawei, OPPO, dan Honor, sementara OpenAI mengintegrasikan layanan seperti Booking dan Spotify ke dalam ChatGPT. Aliansi ini, yang tidak biasa mengingat persaingan sengit di masa lalu, didorong oleh ancaman bersama: masa depan di mana pengguna hanya berinteraksi dengan *Agent* untuk memenuhi berbagai kebutuhan, tanpa perlu membuka aplikasi spesifik.
Tiga jalur utama pun terbentuk:
1. **Pintu Masuk Super + Penyedia Layanan:** Seperti Tencent Yuanbao dan ChatGPT, bertujuan menjadi titik pertama pengguna menyampaikan permintaan.
2. **Aplikasi sebagai Layanan yang Dapat Dipanggil:** Seperti Meituan dan JD.com, mengemas diri agar dapat dipanggil oleh *Agent* lain.
3. **Pintu Masuk *Agent* Tingkat Sistem:** Produsen ponsel seperti Huawei dan Xiaomi memanfaatkan asisten AI bawaan untuk mengontrol akses awal.
Aliansi ini adalah langkah pertama. Tantangan masa depan termasuk potensi konflik kepentingan antara pintu masuk dan penyedia layanan, risiko layanan inti "dilewati," evolusi model monetisasi (misalnya, peringkat berbayar baru), dan pertanggungjawaban atas rekomendasi *Agent*. Dalam rekonfigurasi era To A ini, yang paling berbahaya bukanlah kalah dalam perlombaan, tetapi tidak menyadari bahwa perlombaan itu sudah dimulai.
marsbit06/09 06:16