Stablecoins not a ‘systemic risk’: Coinbase pushes back on GENIUS Act critics

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-04Terakhir diperbarui pada 2026-02-04

Abstrak

The debate over stablecoin regulation continues between the crypto industry and traditional banks. Coinbase strongly opposes claims that stablecoins pose a "systemic risk" to the U.S. financial system. Chief Policy Officer Faryar Shirzad argues that stablecoins follow a secure government-backed model, unlike the risky money market funds that contributed to past financial crises. Chief Legal Officer Paul Grewal emphasizes that stablecoin reserves are backed dollar-for-dollar by short-term instruments like U.S. Treasuries and are not relent like traditional bank deposits. However, the proposed GENIUS Act allows stablecoin reserves to include riskier assets such as uninsured deposits and money market fund shares. Critics, including Better Markets and the Bank Policy Institute, warn this could make stablecoins vulnerable to bank-like runs. Despite ongoing discussions and a planned meeting among Senate Democrats, the future of stablecoin legislation remains uncertain, with no clear timeline for the bill's advancement.

The debate over stablecoin yields shows no signs of ending soon. At the center of the issue are two opposing sides, the crypto industry and traditional banks, both pushing for a compromise but remaining firmly divided.

Meanwhile, Coinbase has taken a strong position. The exchange has consistently pushed back against claims that stablecoins pose a “systemic risk” to the broader U.S. financial system.

Stablecoins are way safer, says Coinbase

In a recent statement, Faryar Shirzad, Coinbase’s Chief Policy Officer, dismissed claims that stablecoins mirror money market funds (MMFs), which triggered past financial crises.

Shirzad said that it was a misconception to equate risky prime MMFs that triggered the 2008 financial crisis with safer government-backed MMFs. According to Shirzad, stablecoins follow the ‘secure’ government model and will be “future safe haven.”

“But it is just the opposite (of projected financial crisis)– stablecoins will be the future safe haven.”

Another Coinbase official, Paul Grewal, the firm’s chief legal officer (CLO), echoed the same in a recent CNBC interview.

“Stablecoin issuer deposits (reserves) are not re-lent out like the fractionalized reserve system used by banks. They’re backed dollar-for-dollar in short-term instruments, principally U.S. Treasuries. They are much safer than the banks.”

Crypto bill on the lifeline

But not all the issuers’ reserves are backed by short-term bonds. The stablecoin law, the GENIUS Act, allows for the reserves to include uninsured deposits, repurchase agreement loans, and shares of MMFs.

According to Better Markets, a financial reform nonprofit, this ‘risky’ reserve composition makes stablecoin vulnerable to bank-like runs seen in 2020 and 2008.

The same framing was applied by the Bank Policy Institute (BPI), a lobby group for banks, which called stablecoins a ‘less regulated cousin’ of money market funds.

In fact, these arguments by Better Markets and BPI were the ones Shirzad addressed. The ongoing discussion is part of the larger push for compromise on stablecoin yield that has stalled the market structure bill.

Meanwhile, reports indicate that Democrats have planned a meeting to discuss the bill. This follows White House meeting held on the 2nd of February, to broker a stablecoin yield deal between banks and the crypto industry by the end of the month.

It remains unclear whether the bill will progress out of the Senate Banking Committee by Q1 2026.


Final Thoughts

  • Coinbase officials have maintained that stablecoins are much safer and carry less risk than banks.
  • Senate Democrats planned a meeting on the crypto bill, but uncertainty remains on the legislation’s momentum.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main argument Coinbase makes against claims that stablecoins pose a systemic risk?

ACoinbase argues that stablecoins are much safer than banks and money market funds (MMFs) because their reserves are backed dollar-for-dollar in short-term instruments like U.S. Treasuries and are not re-lent out like in the fractionalized reserve banking system.

QAccording to the article, what does the GENIUS Act allow stablecoin reserves to include?

AThe GENIUS Act allows stablecoin reserves to include uninsured deposits, repurchase agreement loans, and shares of money market funds (MMFs).

QWhich two groups are mentioned as being opposed to the crypto industry's view on stablecoins?

AThe two groups opposed to the crypto industry's view are traditional banks, represented by the Bank Policy Institute (BPI), and the financial reform nonprofit Better Markets.

QWhat specific event from the past do critics cite when warning about the risks of stablecoins?

ACritics cite the bank-like runs seen in the 2008 financial crisis and in 2020 as a risk for stablecoins, comparing their reserve composition to that of risky prime money market funds (MMFs).

QWhat is the current status of the stablecoin market structure bill according to the article?

AThe bill's progress is uncertain, and it remains unclear whether it will advance out of the Senate Banking Committee by the first quarter of 2026, despite planned meetings among Democrats to discuss it.

Bacaan Terkait

Anthropic Meluncurkan IPO: Keajaiban Bisnis atau Gelembung Valuasi?

Anthropic, perusahaan AI terkemuka, secara diam-diam telah mengajukan aplikasi IPO dengan target listing pada Oktober mendatang. Perusahaan ini baru saja menyelesaikan putaran pendanaan H dengan valuasi $965 miliar, dan diperkirakan akan mencapai $1-2 triliun saat IPO, menjadikannya perusahaan dengan valuasi pra-IPO tertinggi di dunia. Banyak yang mempertanyakan apakah hal ini merupakan gelembung, mirip dengan gelembung dot-com tahun 2000. Namun, terdapat perbedaan mendasar. Tidak seperti perusahaan internet masa lalu yang hanya bergantung pada visi, Anthropic memiliki landasan bisnis yang kuat: pendapatan tahunannya melonjak dari $1 miliar (awal 2025) menjadi $47 miliar (Mei 2026), dengan target $100 miliar di akhir tahun. Perusahaan ini bahkan telah mencetak laba operasional positif. Dengan sekitar 3000 karyawan, produktivitas per karyawannya melebihi $1 juta. Kliennya termasuk 8 dari 10 perusahaan teratas Fortune, dan lebih dari 1000 perusahaan besar menghabiskan lebih dari $1 juta per tahun untuk layanan Claude. Valuasinya didukung oleh model bisnis SaaS dengan pendapatan berlangganan yang stabil dan tingkat retensi tinggi, sehingga dinilai dengan kelipatan Price-to-Sales yang wajar. Fenomena ini mencerminkan pergeseran ekonomi dari ekonomi berbasis karbon (manusia) menuju ekonomi hibrida berbasis karbon dan silikon (kecerdasan buatan dan komputasi), di mana investasi dalam kemampuan AI dan daya komputasi menjadi pengungkit utama daya saing perusahaan.

链捕手7m yang lalu

Anthropic Meluncurkan IPO: Keajaiban Bisnis atau Gelembung Valuasi?

链捕手7m yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

**Near Kembali ke Dunia AI: Dari Masalah Gaji Jadi Blockchain Publik, Fokus pada Agent dan Privasi** Near, yang didirikan oleh Illia Polosukhin (salah satu penulis makalah Transformer AI), awalnya adalah startup AI yang beralih membangun blockchain publik pada 2018. Penyebabnya adalah kesulitan membayar gaji developer global secara lintas batas menggunakan sistem pembayaran tradisional atau blockchain awal yang mahal dan lambat. Setelah melalui masa sebagai blockchain berkinerja tinggi dengan teknologi sharding dan meraih momentum di era *cross-chain*, Near kini kembali ke akar AI-nya. Momen kunci adalah ketika Polosukhin diundang oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Maret 2024, mengingatkan dunia tentang "darah AI" asli Near. Dengan fokus baru pada **Near Intents (Niat)** dan **Transaksi Privasi**, Near membidik pertumbuhan berikutnya: 1. **Near Intents**: Menyederhanakan pengalaman *cross-chain* dan DeFi. Pengguna atau AI Agent cukup menyatakan keinginan (misal, "tukar BTC jadi ETH"), dan jaringan *solver* akan menemukan rute terbaik. Mekanisme ini telah menangani **lebih dari $200 miliar** volume transaksi *cross-chain* dan menghasilkan **$34 juta** pendapatan biaya, dengan mayoritas (70%) datang dalam dua kuartal terakhir. 2. **Transaksi Privasi (*Confidential Swaps*)**: Menanggapi kebutuhan pasar akan privasi untuk menghindari MEV dan kebocoran strategi. Dalam 30 hari terakhir, transaksi privat menyumbang **41.63%** dari total volume transaksi di Near ($87 juta dari $209 juta). Fitur ini berpotensi menarik institusi tetapi juga membawa risiko perhatian regulator. Dengan kombinasi latar belakang pendiri di AI, infrastruktur *intent* yang ramah pengguna dan Agent, serta penawaran transaksi privat, Near berupaya membangun cerita pertumbuhan baru di persimpangan blockchain dan AI.

marsbit2j yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

marsbit2j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

Dalam beberapa kali kesempatan, Vitalik Buterin menekankan konsep "CROPS," singkatan dari Censorship Resistance (Tahan Sensor), Capture Resistance (Tahan Penangkapan), Open Source (Sumber Terbuka), Privacy (Privasi), dan Security (Keamanan). Konsep ini merupakan panduan inti bagi Ethereum Foundation, memfokuskan sumber dayanya untuk membangun kemampuan dasar yang memungkinkan pengguna mengelola aset, identitas, dan transaksi tanpa bergantung pada platform tunggal atau menyerahkan kendali akhir. Signifikansi CROPS semakin kritis dengan kemunculan AI, khususnya AI Agent yang menangani tugas seperti manajemen aset dan eksekusi transaksi otomatis. Tantangan utama adalah memastikan bahwa ketika AI bertindak sebagai perwakilan digital, ia tidak menjadi "kotak hitam" yang mengorbankan privasi, keamanan, dan kedaulatan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan "CROPS AI" – AI yang dapat berjalan secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan cloud terpusat, serta transparan dan terverifikasi. Terdapat titik temu antara "CROPS Ethereum Access Layer" dan "CROPS AI." Keduanya berusaha menjawab pertanyaan serupa: bagaimana pengguna dapat mengakses kemampuan jarak jauh (seperti RPC blockchain atau model bahasa besar/LLM) tanpa mengekspos informasi pribadi, identitas, atau niat mereka secara penuh? Solusi yang diusulkan termasuk penggunaan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk panggilan LLM berbayar yang privat dan pembacaan RPC Ethereum yang aman. Pada akhirnya, CROPS bukan sekadar konsep abstrak. Dalam era di mana AI semakin menguasai dunia digital, prinsip-prinsip ini akan membentuk arah pengembangan produk Web3, terutama di lapisan dompet digital, untuk memastikan pengguna tetap memegang kendali atas kehidupan digital mereka. Ini adalah variabel jangka panjang yang menentukan nilai Ethereum di masa depan.

marsbit2j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片