Keuntungan siklus super penyimpanan AI semakin cepat terealisasi, SK Hynix meluncurkan program pengembalian nilai pemegang saham terbesar dalam sejarah.
Pada hari Rabu, SK Hynix mengumumkan akan membeli kembali dan menghapuskan saham treasury senilai 40 triliun won (sekitar 286 miliar dolar AS), serta berkomitmen untuk mengalokasikan minimal 50% dari arus kas bebas yang dihasilkan antara tahun 2025 hingga 2027 untuk pengembalian nilai pemegang saham. Perusahaan juga menyatakan akan melanjutkan pembelian kembali dan penghapusan saham tambahan, dan berencana untuk mengungkapkan lebih banyak detail mengenai pengembalian nilai pemegang saham saat pengumuman kinerja kuartal ketiga.
Setelah pengumuman ini, saham SK Hynix di pasar malam AS naik lebih dari 4%, setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 3%. Saham SK Hynix di pasar Korea setelah jam perdagangan juga berhasil menghapus penurunan sebesar 8,3%. Seiring dengan permintaan chip AI yang mendukung siklus kenaikan harga memori meskipun laju kenaikannya mulai melambat, rencana pengembalian nilai pemegang saham berskala besar ini memberikan dukungan nilai baru bagi investor, dan semakin memperkuat kepercayaan pasar terhadap dasar harga saham perusahaan pasca puncak profitabilitas.
Detail Buyback: Bertujuan untuk Penghapusan, Bukan Sekadar Menjaga Harga
Berdasarkan dokumen yang diajukan SK Hynix kepada regulator, perusahaan akan membeli kembali maksimal 24 juta saham treasury dalam periode 20 Agustus hingga 19 November, dengan tujuan yang jelas untuk penghapusan saham, bukan untuk manajemen kapitalisasi pasar atau insentif karyawan.
Menurut laporan Bloomberg, skala pembelian kembali 40 triliun won ini merupakan inti dari kerangka pengembalian nilai pemegang saham perusahaan untuk tahun 2025 hingga 2027. Perusahaan berkomitmen bahwa minimal 50% dari arus kas bebas kumulatif selama tiga tahun akan dikembalikan ke pemegang saham melalui dividen, pembelian kembali, dan penghapusan saham. Dividen tetap tahunan juga telah dinaikkan dari 1.200 won per saham menjadi 1.500 won per saham.
Langkah SK Hynix meluncurkan program pengembalian nilai berskala besar seperti ini didukung langsung oleh cadangan kas yang meningkat pesat. Pendapatan perusahaan pada kuartal kedua mencapai 79,3 triliun won, dengan laba operasi 60,5 triliun won, mencatat rekor tertinggi sejarah. Hingga akhir kuartal kedua, kas dan setara kas perusahaan naik menjadi 88 triliun won, meningkat 33,6 triliun won secara quarter-to-quarter; pinjaman turun menjadi 18,6 triliun won, dan ukuran kas bersih melebar menjadi 69,4 triliun won.
Di saat yang sama, SK Hynix baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana tambahan sekitar 39,9 triliun won melalui penerbitan saham ADR baru di Nasdaq. Dana tersebut akan diprioritaskan untuk proyek ekspansi seperti pabrik wafer Yongin, fasilitas pengemasan lanjutan Cheongju, dan peralatan EUV, namun arus kas operasional yang terus tumbuh masih menyediakan ruang yang cukup untuk pengembalian nilai pemegang saham.
Ekspektasi Buyback Sudah Meningkat, Samsung Kemungkinan Ikut Melangkah
Pengumuman ini sepenuhnya bukan hal yang tak terduga oleh pasar. Menurut berita Wallstreetcn pada 12 Agustus, total skala pengembalian nilai pemegang saham Samsung Electronics dan SK Hynix mungkin melebihi 200 triliun won (sekitar 1.412 miliar dolar AS), berpotensi menciptakan rekor tertinggi baru, dan rencananya bisa diumumkan paling cepat akhir Agustus. Saat itu, didorong oleh ekspektasi tersebut serta kabar bahwa dana kekayaan negara Singapura, Temasek, berencana untuk pertama kalinya secara langsung membuka posisi di kedua perusahaan dengan dana sendiri, harga saham kedua perusahaan naik sekitar 6% pada hari itu, mendorong Indeks Komposit Korea (KOSPI) menembus level 6500 poin.
Pasar sebelumnya memperkirakan, dalam skenario ekstrem, skala pengembalian nilai pemegang saham SK Hynix bisa mendekati 100 triliun won. Pengumuman pembelian kembali 40 triliun won yang diluncurkan kali ini merupakan realisasi bertahap dari kerangka tersebut, dan pengungkapan lebih lanjut saat rilis kinerja kuartal ketiga tetap perlu diperhatikan.
Analisis Bloomberg menunjukkan, seiring dengan mulai melambatnya kenaikan harga chip memori, logika penggerak valuasi yang hanya bergantung pada pertumbuhan laba menghadapi tantangan. Pembelian kembali dan penghapusan saham langsung mengurangi jumlah saham beredar, laba per saham dan aset bersih akan meningkat sesuai; ditambah pengembalian kas skala besar yang mengurangi biaya kepemilikan, hal ini membantu membangun dukungan dasar bagi harga saham selama masa transisi ketika investor secara bertahap mencerna ekspektasi pertumbuhan puncak.





