Satuan Tugas Kripto Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menerima dua masukan tertulis baru di halaman masukan publiknya, yang sekali lagi menyoroti isu penting dalam regulasi aset digital, seperti hak penyimpanan mandiri dan status regulasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Salah satu proposal, dari seorang penduduk Louisiana bernama DK Willard, mengacu pada undang-undang Louisiana HB 488, yang melindungi hak penduduk negara bagian untuk mengontrol aset digital mereka sendiri. Proposal tersebut menyatakan bahwa undang-undang federal yang akan datang tentang struktur pasar kripto harus memuat persyaratan pendaftaran yang tepat, transparansi, serta ketentuan anti-penipuan dan anti-manipulasi yang kuat. Proposal itu memperingatkan bahwa pengecualian yang terlalu luas di tingkat federal dapat memungkinkan pengembang atau platform untuk menghindari perlindungan investor.
Masukan kedua berasal dari Kelompok Kerja Perusahaan Perdagangan Blockchain Association, yang mendesak SEC untuk mengeluarkan pedoman tentang apakah perusahaan yang melakukan perdagangan ekuitas yang ditokenisasi dan DeFi atas nama mereka sendiri harus atau tidak harus dianggap sebagai dealer yang tunduk pada pendaftaran menurut Undang-Undang Bursa Sekuritas. Komentar tersebut menyarankan bahwa kerangka kerja broker-dealer konvensional yang berlaku di pasar tradisional mungkin perlu disesuaikan untuk mengakomodasi penyelesaian dan perdagangan kontrak pintar tanpa harus memerlukan pendaftaran sebagai dealer.
Komentar-komentar ini diposting di halaman "Masukan Tertulis" SEC untuk Satuan Tugas Kripto, yang dimaksudkan untuk memungkinkan pemangku kepentingan berbagi pandangan mereka yang dapat membantu membentuk pendekatan federal terhadap aset digital.
Konteks dalam Debat Regulasi yang Berlangsung
Waktu pengajuan baru ini terjadi saat Kongres berada di tengah negosiasi tentang undang-undang struktur pasar kripto federal, yang dikenal sebagai Undang-Undang CLARITY, yang bertujuan untuk memberikan kejelasan tentang kerangka regulasi dan memperbarui peraturan perlindungan investor untuk aset digital. Telah terjadi perdebatan di antara pelaku industri dan regulator mengenai hal-hal seperti regulasi stablecoin, likuiditas DeFi, dan inovasi vs. regulasi.
Penasihat kripto senior untuk Gedung Putih, Patrick Witt, telah mendesak sebuah kompromi untuk menggerakkan Undang-Undang CLARITY dalam periode di mana Partai Republik mengontrol Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, dan di mana pemerintahan Trump masih berkuasa. Pemimpin industri, seperti CEO Coinbase Brian Armstrong, telah menjadi bagian dari proses ini.
Pengajuan baru-baru ini kepada Satuan Tugas Kripto SEC menunjukkan minat berkelanjutan industri dalam regulasi federal atas aset digital, khususnya terkait hak penyimpanan mandiri dan sifat aktivitas perdagangan DeFi. Seiring perkembangan legislatif federal berjalan dan berbagai pihak menyuarakan pendapat mereka, perspektif ini dapat menginformasikan bagaimana kerangka regulasi menyeimbangkan perlindungan investor dan inovasi.
Berita Kripto yang Disoroti:
Galaxy Digital Bertaruh pada Strategi Seimbang Dengan Dana Lindung Nilai Terkait Kripto Baru Senilai $100 Juta





