Michael Saylor Says Quantum Threat to Bitcoin Is Not Immediate

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-24Terakhir diperbarui pada 2026-02-24

Abstrak

Michael Saylor, founder of MicroStrategy, addressed concerns about quantum computing as a potential threat to Bitcoin, stating it is not an immediate risk and is at least a decade away. He emphasized that the broader cybersecurity community views quantum risk as a long-term issue rather than a current threat. Saylor expressed confidence in the Bitcoin ecosystem’s ability to adapt, noting that upgrades would be implemented across global systems if such a risk emerged. He also highlighted MicroStrategy’s significant Bitcoin holdings, which now total 717,722 BTC worth approximately $54.56 billion, despite recent market declines.

Michael Saylor, founder of Strategy, formerly MicroStrategy, discussed concerns about the quantum threat to Bitcoin in an interview and clarified that it is not an immediate security risk at this time, as it is ten years away.

​On February 23, Natalie Brunell, who shared a recent episode of her Coin Stories podcast on X with Saylor, in which they discussed several topics around Bitcoin and Strategy. In the middle of the conversation, Brunell asked whether quantum computing poses an existential threat to Bitcoin.

​She noted that many people are not technical enough to independently verify the seriousness of the risk and referenced Strategy’s earlier statement suggesting Bitcoin is “quantum-proof.” She asked Saylor why this is not considered a bigger threat.

​In response, Saylor stressed that quantum risk is not seen as imminent by the larger cybersecurity community. He insisted that the “consensus of the cyber security community broadly held is that quantum risk, if it exists, is more than ten years out. It’s not a this-decade thing.”

Quantum Threat Would Trigger Upgrades

Saylor stated, “The crypto community is the most sophisticated cybersecurity community,” he added, adding that it already makes use of innovative authentication techniques like hardware keys. He proposed that Bitcoin uses extremely sophisticated security measures in comparison compared to traditional banking systems.

​Then, Saylor went on and said that if a quantum risk materialized, it would lead to upgrades in the software that runs the Bitcoin network, the global banking system, the global internet, consumer devices, and all crypto networks. Eventually, post-quantum-resistant cryptography would replace all digital devices. In his view, quantum risk is currently in the spotlight largely because other anticipated risks have not materialized.

​He said, “You’ll see it coming. We’ll all see it coming, as the crypto security community will be the first to identify any real quantum threat, perceive it, and lead the way. Also, it can have enough time to implement necessary upgrades in response to emerging threats.

Strategy’s Bitcoin Accumulation and Market Performance

Saylor had previously posted “The Orange Century” on his X account, hinting at Strategy’s 100th Bitcoin buy. As the company began to accumulate Bitcoin in 2020 and has since expanded to become the biggest corporate owner in the world. The company owns 717,722 Bitcoin, which is worth around $54.56 billion.

​While writing this article, Bitcoin is down over 3% in the past 24 hours, and is trading at $62,884, which is actually down over 29% over the past month. Also, Bitcoin is down beyond 50% from its last all-time high of $126,198.07 in October 2025

Highlighted Crypto News:

Crypto Funds Shed $4B as Outflows Hit Five-Week Streak

TagsBitcoinMicheal Saylorquantum

Pertanyaan Terkait

QAccording to Michael Saylor, when is the quantum threat to Bitcoin expected to become a significant risk?

AAccording to Michael Saylor, the consensus of the cybersecurity community is that the quantum risk, if it exists, is more than ten years away and is not a threat for this decade.

QWhat did Michael Sayer suggest would happen if a quantum risk to cryptography did materialize?

ASaylor stated that a materialized quantum risk would trigger upgrades to the Bitcoin network's software, the global banking system, the internet, consumer devices, and all crypto networks, leading to their replacement with post-quantum-resistant cryptography.

QHow does Michael Saylor describe the Bitcoin and crypto community in terms of cybersecurity?

ASaylor described the crypto community as 'the most sophisticated cybersecurity community,' which already employs innovative authentication techniques like hardware keys and uses extremely sophisticated security measures compared to traditional banking systems.

QHow many Bitcoins does MicroStrategy (Strategy) own, and what is their approximate value?

AMicroStrategy owns 717,722 Bitcoins, which are worth approximately $54.56 billion.

QWhat was the price of Bitcoin and its performance at the time the article was written?

AAt the time of writing, Bitcoin was trading at $62,884, down over 3% in the past 24 hours and down over 29% over the past month. It was also down more than 50% from its all-time high of $126,198.07 in October 2025.

Bacaan Terkait

Seberapa Besar Risiko "Spiral Kematian" MSTR dan STRC?

Artikel ini membahas risiko "death spiral" pada struktur MSTR-STRC, yang dianalogikan dengan keruntuhan LUNA-UST namun memiliki perbedaan mendasar. MicroStrategy (MSTR) menjual 32 Bitcoin (senilai $2.5 juta), memicu penurunan pasar yang signifikan dan menekan harga MSTR serta saham preferennya, STRC. Kesamaan permukaan antara UST dan STRC terletak pada patokan harga, imbal hasil tinggi, dan risiko spiral. Namun, mekanisme stabilitas harga berbeda: UST mengandalkan algoritme penyesuaian pasokan LUNA, sedangkan STRC menyesuaikan tingkat dividen. STRC juga memiliki hak klaim prioritas dalam likuidasi. Dividen STRC terutama dibiayai dari penerbitan saham atau penjualan Bitcoin, berbeda dengan UST yang bergantung pada protokol Anchor. Inti keberlanjutan Strategy adalah kemampuan terus menerus mendapatkan pendanaan. Dengan cadangan dolar $9 miliar dan beban tahunan $17.12 miliar, mereka dapat bertahan sekitar 6 bulan. Syarat pendanaan (seperti mNAV > 1.22 untuk penerbitan saham) sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Meski ada risiko umpan balik negatif antara MSTR dan STRC, struktur ini memiliki "rem": tidak ada keterkaitan otomatis langsung seperti di LUNA-UST, dan ada hak hukum bagi pemegang STRC. Leverage bersih Strategy hanya 11%. Analisis menunjukkan pemegang saham preferen masih mungkin mendapatkan kembali pokoknya selama harga Bitcoin tidak jatuh di bawah sekitar $26.300. Risiko kebangkrutan akibat utang sangat rendah. Enam bulan ke depan menjadi periode kritis, bertepatan dengan siklus Bitcoin dan ketahanan cadangan dolar. Masa depan Strategy bergantung pada kemampuannya melewati masa sulit ini dan melakukan deleveraging yang sehat untuk menghidupkan kembali mesin modalnya.

Foresight News17m yang lalu

Seberapa Besar Risiko "Spiral Kematian" MSTR dan STRC?

Foresight News17m yang lalu

Berapa Utang Sebenarnya yang Dimiliki Strategy? Mungkinkah Terjadi Ledakan Utang?

Per 3 Juni 2026, MicroStrategy (MSTR) memegang 843,706 Bitcoin (nilai sekitar $531 miliar), tetapi juga memiliki utang yang signifikan. Struktur modalnya terdiri dari obligasi konversi senilai $6.754 miliar dengan beban bunga rendah (~$34.6 juta/tahun) dan saham preferen abadi senilai $15.482 miliar. Beban dividen tahunan dari saham preferen, terutama dari seri STRC ($9.78 miliar), mencapai sekitar $13.38 miliar. Ditambah bunga obligasi, total kewajiban tahunan perusahaan adalah $1.712 miliar, jauh melebihi pendapatan operasional perangkat lunaknya yang hanya ~$500 juta. Pada akhir Mei 2026, MicroStrategy menjual 32 Bitcoin (senilai $2.5 juta) untuk membayar dividen, melanggar janji lama "tidak pernah menjual". Ini menandakan tekanan likuiditas. Meskipun penjualan kecil, hal ini memicu penurunan harga Bitcoin dan saham MSTR. STRC, saham preferen abadi terbesar ($8.5 miliar), dirancang sebagai "pinjaman abadi" tanpa jatuh tempo untuk membeli lebih banyak Bitcoin tanpa menjual aset yang ada. Namun, dividen bulanannya yang tinggi (saat ini 11.5%) menjadi beban berat. Model bisnisnya bergantung pada siklus: menerbitkan STRC baru -> menggunakan dana untuk beli Bitcoin & bayar dividen -> mengandalkan apresiasi harga Bitcoin untuk menutupi biaya. Jika penerbitan STRC mandek atau harga Bitcoin stagnan, perusahaan harus menggunakan cadangan kas ($900 juta per Juni) atau akhirnya menjual Bitcoin untuk memenuhi kewajiban. Risiko utama bukanlah kebangkrutan atau likuidasi paksa Bitcoin (karena tidak dijaminkan), tetapi hilangnya kemampuan pendanaan. Jika premium saham MSTR atas nilai Bitcoin (mNAV) menyusut di bawah 1, mekanisme penerbitan saham/STRC untuk mengumpulkan dana akan terhambat. Dalam skenario terburuk, jika cadangan kas habis dan STRC tidak terjual, perusahaan mungkin perlu menjual sekitar 27,000 BTC per tahun (3.2% dari total kepemilikan) untuk membayar dividen, berpotensi menekan harga Bitcoin lebih lanjut. Singkatnya, MicroStrategy telah berevolusi dari perusahaan "HODL" Bitcoin menjadi sebuah "bank Bitcoin" yang kompleks, yang mengandalkan leverage keuangan dan apresiasi aset untuk mempertahankan operasinya. Kelangsungan model ini bergantung pada tiga pilar: harga Bitcoin yang terus naik, premium saham MSTR yang terjaga, dan pasar yang terus membeli instrumen pendanaannya seperti STRC.

marsbit24m yang lalu

Berapa Utang Sebenarnya yang Dimiliki Strategy? Mungkinkah Terjadi Ledakan Utang?

marsbit24m yang lalu

Anthropic Berteriak Serigala (AGI) Datang, Untuk Manusia atau IPO?

Anthropic menerbitkan artikel berjudul "When AI builds itself" yang membahas konsep peningkatan diri secara rekursif (recursive self-improvement) pada AI, di mana AI mulai berpartisipasi dalam desain, pelatihan, dan pengoptimalan versi penerusnya sendiri. Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 80% kode yang digabungkan ke basis kode Anthropic hingga Mei 2026 ditulis oleh Claude, dan produktivitas insinyur meningkat sekitar 8 kali lipat dibandingkan tahun 2024. Claude juga semakin mampu menangani tugas-tugas rekayasa yang kompleks dan terbuka, dengan tingkat keberhasilan mencapai 76% pada Mei 2026. Claude tidak hanya menulis kode, tetapi juga digunakan dalam tinjauan kode, penelitian keamanan AI, dan proses penelitian lainnya. Anthropic menyoroti bahwa Claude semakin mampu memberikan saran yang lebih baik daripada manusia dalam beberapa tahap penelitian. Perusahaan memetakan evolusi dari pekerjaan manusia murni hingga agen AI yang dapat menjalankan dan mendelegasikan tugas. Anthropic memperingatkan tentang potensi "loop tertutup" di mana AI dapat terus meningkatkan diri sendiri secara mandiri, dan menyerukan perlunya mekanisme koordinasi global untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan AI depan jika risikonya meningkat. Artikel ini muncul di tengah persiapan IPO Anthropic. Sementara menyampaikan peringatan keamanan, ia juga menekankan posisi teknologi unggulan Anthropic, menyarankan bahwa Claude bukan hanya produk, tetapi juga alat produksi kunci yang tertanam dalam proses pengembangan model. Ini menciptakan narasi "roda gila" untuk menarik investor. Perbandingan dibuat dengan OpenAI, yang baru-baru ini juga menyebutkan tanda-tanda awal peningkatan diri rekursif tetapi lebih fokus pada tata kelola, sedangkan Anthropic lebih menonjolkan kemampuan internal dan kemajuan Claude.

marsbit1j yang lalu

Anthropic Berteriak Serigala (AGI) Datang, Untuk Manusia atau IPO?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片