India Berencana Rilis Obligasi Tokenisasi Pertama Menggunakan CBDC Grosir — Reuters

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2026-08-25Terakhir diperbarui pada 2026-08-25

Abstrak

India berencana menerbitkan obligasi korporasi tokenisasi pertama mereka pada bulan September sebagai bagian dari proyek percontohan yang menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) berbasis blockchain untuk penyelesaian. REC Limited, perusahaan infrastruktur energi milik negara, akan menerbitkan obligasi tokenisasi senilai kurang dari ₹5.000 crore (sekitar $57 juta). Proyek percontohan tahap awal ini hanya akan melibatkan kelompok investor terbatas dan mungkin diluncurkan pada acara fintech tahunan di Mumbai pada bulan September. Untuk membeli obligasi ini, investor akan menggunakan CBDC India (rupee digital) dan memerlukan dua dompet digital: satu untuk CBDC grosir dari bank, dan satu lagi, dompet DEMAT 2.0 yang baru, untuk menyimpan bukti kepemilikan sekuritas menggunakan teknologi distributed ledger (DLT). Proyek ini merupakan kolaborasi antara Reserve Bank of India (RBI) dan Securities and Exchange Board of India (SEBI). Obligasi akan memiliki periode penguncian awal tiga bulan, dengan harapan pasar sekunder untuk obligasi tokenisasi akan tersedia di bursa pada bulan Desember.

India berencana untuk merilis obligasi korporasi tokenisasi pertama pada bulan September sebagai bagian dari proyek percontohan yang menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) berbasis blockchain untuk penyelesaian.

REC Limited, perusahaan milik negara India yang membiayai infrastruktur energi, berencana menerbitkan obligasi tokenisasi senilai kurang dari 5 miliar rupee India ($57 juta), menurut laporan Reuters pada hari Senin yang mengutip tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut. Pada tahap awal, hanya kelompok investor terbatas yang akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan ini. Proyek ini kemungkinan akan diperkenalkan pada acara tahunan teknologi keuangan di Mumbai pada bulan September.

"Untuk membeli obligasi tokenisasi, mereka akan menggunakan mata uang digital bank sentral India," kata Reuters mengutip salah satu sumber. Investor akan membutuhkan dua akun digital untuk berpartisipasi: dompet CBDC grosir yang disediakan bank dan dompet elektronik baru untuk sekuritas.

Depositori sekuritas India sedang mengembangkan dompet DEMAT 2.0 baru. Informasi kepemilikan obligasi di dalamnya akan disimpan menggunakan teknologi distributed ledger. Menurut Reuters, inisiatif ini adalah hasil kerja sama antara bank sentral negara itu — Reserve Bank of India (RBI) — dan regulator pasar modal — Securities and Exchange Board of India (SEBI).

Periode penguncian awal untuk obligasi adalah tiga bulan. Diperkirakan pada bulan Desember, bursa akan menciptakan pasar sekunder untuk obligasi tokenisasi.

Cointelegraph telah menghubungi RBI, SEBI, dan REC untuk mendapatkan komentar tentang rencana ini, tetapi belum menerima tanggapan pada saat publikasi.

Terkait: StanChart dan HSBC Lakukan Transaksi Nyata Pertama di Buku Besar Blockchain Swift

end-content

Pertanyaan Terkait

QApa yang direncanakan India terkait obligasi korporat pada September?

AIndia berencana meluncurkan obligasi korporat tokenisasi pertama pada September, sebagai bagian dari proyek percontohan yang menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) berbasis blockchain untuk penyelesaian transaksi.

QPerusahaan mana yang akan menerbitkan obligasi tokenisasi dan berapa nilai yang direncanakan?

AREC Limited, perusahaan infrastruktur energi milik negara India, berencana menerbitkan obligasi tokenisasi senilai kurang dari 5 miliar rupee India (sekitar $57 juta).

QBagaimana cara investor membeli obligasi tokenisasi dalam proyek percontohan ini?

AInvestor akan menggunakan mata uang digital bank sentral India (CBDC) untuk membeli obligasi tokenisasi. Mereka memerlukan dua akun digital: dompet CBDC grosir yang disediakan bank dan dompet elektronik baru untuk sekuritas.

QLembaga mana saja yang terlibat dalam pengembangan proyek obligasi tokenisasi ini?

AProyek ini dikerjakan bersama oleh bank sentral India, Reserve Bank of India (RBI), dan badan pengawas pasar modal, Securities and Exchange Board of India (SEBI).

QApa yang direncanakan terkait pasar sekunder untuk obligasi tokenisasi tersebut?

ADiperkirakan bursa akan membentuk pasar sekunder untuk obligasi tokenisasi tersebut pada bulan Desember, setelah periode penguncian awal obligasi selama tiga bulan berakhir.

Bacaan Terkait

Miliarder Druckenmiller Anggap Rencana Departemen Keuangan AS untuk Pembelian Obligasi Sebagai Kesalahan

Miliarder dan investor Amerika Serikat Stanley Druckenmiller mengkritik rencana Departemen Keuangan AS (Minyfin) untuk meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang (10-30 tahun), menyebutnya sebagai sebuah kesalahan. Menurutnya, meski keputusan itu sempat mendorong pasar aset berisiko seperti kripto, intervensi pemerintah justru gagal mencapai tujuannya menurunkan imbal hasil obligasi dan memperlambat pertumbuhan utang nasional. Druckenmiller berpendapat pasar obligasi berfungsi normal tanpa masalah likuiditas. Kenaikan imbal hasil sebelumnya wajar, didorong faktor fundamental seperti inflasi tinggi, defisit anggaran besar, dan utang pemerintah yang melampaui $40 triliun. Ia menilai imbal hasil adalah mekanisme pasar untuk memberi tekanan pada Kongres agar melakukan reformasi fiskal. Ia memperingatkan beberapa risiko dari intervensi ini: (1) menciptakan preseden berbahaya di mana pasar akan terus menguji "batas bawah" imbal hasil yang dilindungi pemerintah, (2) menyerupai pelonggaran kuantitatif (QE) yang tidak tepat dalam kondisi inflasi tinggi, dan (3) menghilangkan sinyal peringatan dari pasar tentang masalah fiskal yang mendasar. Solusi yang benar, menurutnya, adalah membiarkan pasar menentukan imbal hasil sembari pemerintah menurunkan defisit anggaran. Ia menyimpulkan bahwa upaya pemerintah melindungi harga dari faktor fundamental selalu gagal dan justru dapat memperbesar risiko krisis.

cryptonews.ru32m yang lalu

Miliarder Druckenmiller Anggap Rencana Departemen Keuangan AS untuk Pembelian Obligasi Sebagai Kesalahan

cryptonews.ru32m yang lalu

Trading

Spot
活动图片