Fed warns of ‘long, painful history’ – Why stablecoin oversight is urgent

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-04-01Terakhir diperbarui pada 2026-04-01

Abstrak

Federal Reserve Governor Michael Barr has called for strict stablecoin oversight, citing risks to financial stability and a surge in illicit use. Chainalysis data shows stablecoins now account for 84% of illegal crypto activity, up from 15% in 2020, often facilitating terrorism financing and sanctions evasion. Barr warned that unregulated private money historically caused bank runs, emphasizing the need for tight reserve asset controls, supervision, and liquidity requirements. While illicit activity remains below 1% of all crypto transactions, regulators are advancing the GENIUS Act, aiming for finalized rules by mid-2026. Meanwhile, non-USD stablecoins are growing rapidly, and Asian markets—which drive over 60% of global stablecoin activity—may restrict USD-based options, potentially reshaping the $315 billion market.

Michael Barr, a member of the Federal Reserve Board of Governors, has called for caution and strict stablecoin oversight.

During a recent discussion on stablecoin law, the GENIUS Act, Barr singled out major uses of the products, including crypto trading, cheaper remittances, and savings overseas.

However, he raised concerns about stablecoins’ facilitation of terrorist financing and risk to financial stability.

Well, Chainalysis data estimates that stablecoins now account for 84% of illicit crypto activity. This is a massive spike from only 15% in 2020. Hackers are now embracing stablecoins and P2P transactions to evade sanctions.

To curb this, Barr recommended,

Both regulatory and technological solutions will need to be deployed to limit these risks.

Despite the surge, the overall illicit activity only accounts for less than 1% of total crypto transactions.

On financial stability risk, Barr cited the ‘long and painful history’ of competing private money (bank notes) in the 1800s that led to bank runs and financial panics because they traded below par.

The cause? Low-quality reserve assets and weak safeguards. Barr added,

Tight control over reserve assets, coupled with supervision, capital and liquidity requirements, and other measures, could enhance the stability of stablecoins and make them more viable payment instruments.

This is part of the rulemaking process as regulators race to meet the July 2026 deadline for implementing the GENIUS Act. So far, the OCC and NCUA have issued proposed rules for the same. The Fed and other regulators are expected to follow suit and finalize guidelines by early Q3.

Stablecoins: USD-based vs. others

For issuers, the GENIUS Act offers clear rules. But for the U.S. government, it’s an increasingly important demand line for Treasury Bills to finance its debt.

Source: Dune

Although USD-based versions (USDT, USDC) dominate the current $315 billion stablecoin market, non-USD alternatives have seen record growth. Since 2023, non-USD stablecoins have surged from $350 million to $1.2 billion. That’s a 3x expansion outpacing USD stablecoin growth, mostly dominated by Euro-based alternatives.

Beyond currency-based measures, Asia accounts for over 60% of global stablecoin activity, driven primarily by the Singapore–Japan–Hong Kong–China corridor. Interestingly, these jurisdictions are pushing for stablecoin rules that could restrict USD-based options. It’s unclear how these shifts will impact current stablecoin market dynamics in the upcoming months.


Final Summary

  • Fed’s Barr called for strong stablecoin oversight to avoid repeating the ‘painful’ bank runs of the 1800s due to private money.
  • The stablecoin market could be headed for major shifts as key global adoption jurisdictions mull restricting USD-based alternatives.

Pertanyaan Terkait

QWhat are the main concerns raised by Michael Barr regarding stablecoins?

AMichael Barr raised concerns about stablecoins facilitating terrorist financing and posing risks to financial stability, citing their use in illicit activities and the historical precedent of private money causing bank runs and financial panics in the 1800s.

QWhat percentage of illicit crypto activity do stablecoins account for according to Chainalysis data?

AAccording to Chainalysis data, stablecoins now account for 84% of illicit crypto activity, a significant increase from 15% in 2020.

QWhat solutions did Michael Barr recommend to address the risks associated with stablecoins?

AMichael Barr recommended deploying both regulatory and technological solutions, including tight control over reserve assets, supervision, capital and liquidity requirements, and other measures to enhance the stability of stablecoins.

QHow has the non-USD stablecoin market grown since 2023?

ASince 2023, non-USD stablecoins have surged from $350 million to $1.2 billion, a 3x expansion that outpaced the growth of USD stablecoins, with Euro-based alternatives dominating this segment.

QWhich regions are driving global stablecoin activity, and what regulatory shifts are they considering?

AAsia accounts for over 60% of global stablecoin activity, primarily driven by the Singapore–Japan–Hong Kong–China corridor. These jurisdictions are considering stablecoin rules that could restrict USD-based options.

Bacaan Terkait

Cara Menjadi Peneliti yang Baik: Melatih Kemampuan Sebenarnya yang Dapat 'Dilatih Secara Sengaja'

Tidak ada yang benar-benar mengajarimu cara melakukan penelitian. Kamu hanya mendapat meja kerja, masalah yang dipilih orang lain, dan instruksi samar untuk "menghasilkan sesuatu yang baru". Kebanyakan orang akhirnya belajar hanya bagaimana "terlihat" seperti peneliti, bukan menjadi peneliti yang sebenarnya. Kemampuan penelitian yang sesungguhnya adalah tumpukan keterampilan kecil yang hampir semuanya dapat dikembangkan melalui *deliberate practice*. **Pilihlah Masalahmu Sendiri:** Jangan hanya menyerap masalah dari mentor atau tren terkini. Ikuti metode John Schulman: pilih hasil yang benar-benar kamu inginkan, lalu rancang eksperimen untuk mencapainya. Ini menciptakan orisinalitas. "Selera" penelitian seperti otot; latihlah dengan memprediksi hasil eksperimen atau makalah sebelum melihat hasil aslinya, dan uji prediksimu dari waktu ke waktu. **Tingkatkan Input-mu:** Jika bacaanmu hanya dari arXiv atau grup diskusi tren, idemu akan sama dengan orang lain dan tidak berharga. Hargai sumber lama (misalnya, *The Bitter Lesson* dari Richard Sutton tahun 2019 atau pidato Claude Shannon tahun 1952). Kedalaman dan keluasan sama pentingnya. Pinjam pengetahuan dari bidang lain. Baca makalah asli, terutama bagian lampiran dan batasan, bukan sekadar ringkasannya. **Tuliskan Semuanya:** Seperti dikemukakan Paul Graham, sebuah ide baru terasa matang sampai kamu mencoba menuliskannya. Menulis adalah mekanisme pertahanan termurah untuk mengungkap celah dan asumsi yang tidak teruji. Terapkan prinsip Feynman: jangan menipu dirimu sendiri. Ikuti kebiasaan Darwin: catat segera fakta yang bertentangan dengan teorimu. Buatlah log eksperimen (hipotesis, pengaturan, prediksi, hasil, pemahaman baru). Membaca ulang catatanmu dari bulan lalu adalah pelajaran kerendahan hati yang paling efektif.

marsbit1j yang lalu

Cara Menjadi Peneliti yang Baik: Melatih Kemampuan Sebenarnya yang Dapat 'Dilatih Secara Sengaja'

marsbit1j yang lalu

Beralih Sepenuhnya ke Era AI, Alipay Bertaruh pada Percakapan, WeChat Mempertahankan Sosial

**Ringkasan: Era AI Penuh, Alipay Bertaruh pada Percakapan, WeChat Mempertahankan Sosial** Pada pertengahan 2026, Alipay dan WeChat, dua platform raksasa dengan miliaran pengguna, menunjukkan dua jalur berbeda dalam mengintegrasikan AI ke dalam layanan inti mereka. **Alipay: Menulis Ulang Antarmuka dengan Percakapan** Alipay sedang menguji versi AI radikal bernama "Proyek Bao". Alih-alih menambahkan asisten, pengguna dapat beralih ke antarmuka baru yang sepenuhnya digerakkan oleh percakapan. Tujuannya adalah mengompresi serangkaian tugas (misalnya memesan taksi dan kopi) menjadi satu perintah percakapan, di mana AI akan memahami maksud, memecah tugas, dan menjalankan layanan yang sesuai. Keputusan ini didasari oleh kegagalan aplikasi AI independen "Zhi Xiaobao" dan pertimbangan untuk memanfaatkan basis pengguna yang ada tanpa biaya migrasi. Untuk kompatibilitas dengan layanan yang belum diadaptasi, AI Alipay menggunakan teknik "membaca layar" untuk meniru klik pengguna, sambil mendorong pengembang untuk mengadopsi standar MCP/Skill. **WeChat: Menanamkan AI dalam Hubungan Sosial** Berbeda dengan Alipay, WeChat mengambil pendekatan yang sangat hati-hati. Menurut presiden Tencent, AI cerdas WeChat akan terintegrasi secara mendalam dengan hubungan sosial, kemampuan komunikasi, akun publik, dan Channels. AI akan beroperasi sebagai "agen" di dalam konteks yang ada (seperti obrolan grup), membantu pengguna tanpa menggantikan atau mengganggu antarmuka percakapan inti. Untuk memungkinkan AI mengoperasikan layanan mini-program, WeChat menawarkan dua mode kepada pengembang: "Mode Otomatis" (membutuhkan akses ke kode sumber mini-program) atau "Mode Pengembang" (membutuhkan pembungkusan ulang layanan ke dalam Skill standar). Pendekatan ini berpotensi memberatkan pengembang, terutama yang kecil. **Perbedaan Kunci & Dampaknya** * **Strategi Kompatibilitas:** Alipay mengandalkan "membaca layar" sebagai jembatan sementara, sementara WeChat meminta akses kode sumber atau upaya pengembangan ulang dari pengembang. * **Ekonomi Agen:** Alipay telah meluncurkan "Token Pay" dan "Dompet AI" untuk memfasilitasi pembayaran frekuensi tinggi dan otonom oleh AI, dengan lebih dari 300 juta transaksi AI yang divalidasi. WeChat belum mengungkapkan rencana serupa untuk pembayaran berbasis agen. * **Dampak Ekosistem:** Pendekatan Alipay dapat secara pasif "meng-AI-kan" banyak layanan panjang, mungkin memaksa adaptasi. Pendekatan WeChat berisiko meminggirkan pengembang kecil yang enggan atau tidak mampu memenuhi persyaratan akses kode sumber/pengembangan ulang. Pada akhirnya, kedua raksasa ini sedang memperebutkan kepercayaan pengguna untuk mendelegasikan tugas "bantu saya mengerjakan ini". Alipay menawarkan pintu masuk percakapan yang terpusat, sementara WeChat bertujuan untuk menyematkan bantuan AI ke dalam aliran sosial yang ada. Hasilnya akan ditentukan oleh bagaimana jutaan mini-program beradaptasi dan bagaimana miliaran pengguna akhirnya mengadopsi perintah "bantu saya" ini dalam kehidupan digital mereka.

marsbit1j yang lalu

Beralih Sepenuhnya ke Era AI, Alipay Bertaruh pada Percakapan, WeChat Mempertahankan Sosial

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片