Penipu Kripto Menyamar sebagai Layanan Pemeriksaan Alamat AML

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2026-08-19Terakhir diperbarui pada 2026-08-19

Abstrak

Penipu kripto kini menyamar sebagai layanan pemeriksaan AML (Anti-Pencucian Uang). Mereka meniru desain dan logo layanan legit seperti AMLBot atau menggunakan nama serupa (misalnya, AMLCheck). Layanan palsu ini mengklaim dapat memeriksa apakah suatu alamat dompet kripto terlibat dalam aktivitas ilegal. **Modus Operandi:** * **Permintaan Akses Mencurigakan:** Berbeda dengan layanan AML asli yang hanya membutuhkan alamat publik, layanan palsu meminta pengguna untuk *menghubungkan* dompetnya. * **Transaksi Pancingan:** Dengan mengetahui alamat publik, penipu membuat transaksi khusus yang kemudian meminta persetujuan pengguna. * **Kesalahan Palsu dan Uang Jebakan:** Proses tampak sah dengan pesan "Pemeriksaan Riwayat Dompet". Lalu, sistem menunjukkan *error* palsu dan meminta pengguna mengisi saldo kecil untuk "biaya". Setelah itu, alamat dinyatakan "bersih". * **Unduhan Berbahaya:** Pengguna kemudian ditawari laporan yang ternyata adalah program berbahaya (malware). **Peringatan dari Ahli Keamanan (Malwarebytes Labs & CertiK):** * Pemeriksaan AML sungguhan **hanya butuh alamat publik**, tanpa perlu menghubungkan dompet, menyetujui transaksi, atau memberikan seed phrase. * Permintaan akses ke token atau persetujuan transaksi adalah **tanda penipuan**. * Kerugian industri kripto akibat serangan phishing dan deepfake mencapai **$3,3 miliar pada 2025 saja**. **Saran jika Terkena:** * Segera pindahkan aset yang tersisa ke alamat dompet baru. * Waspada terhadap pe...

Para ahli keamanan menemukan bahwa para penipu menyalin desain dan logo layanan AMLBot atau menggunakan nama yang mirip seperti AMLCheck. Layanan semacam ini memeriksa riwayat transaksi untuk menentukan apakah suatu alamat kripto mungkin terkait dengan penipuan, peretasan, pelanggaran sanksi internasional, atau aktivitas ilegal lainnya.

Berbeda dengan layanan asli Anti-Pencucian Uang (AML) yang hanya memerlukan alamat publik dompet untuk verifikasi, layanan palsu meminta pengguna untuk menghubungkan dompet itu sendiri. Ini tidak memberikan akses kepada penipu terhadap dana, namun, dengan mengetahui alamat publik pengguna, para peretas membuat transaksi khusus untuknya yang kemudian mereka minta untuk dikonfirmasi.

Proses pemeriksaan alamat kripto di situs web palsu terlihat seperti pemeriksaan keamanan asli: pengguna melihat pesan "Pemeriksaan Riwayat Dompet" dan "Pemeriksaan Kesesuaian". Kemudian layanan memberikan kesalahan palsu, mengklaim bahwa untuk menyelesaikan pemeriksaan, dompet perlu diisi dengan sejumlah kecil dana untuk membayar biaya. Setelah mencoba melakukan pemeriksaan kembali, muncul hasil yang menjanjikan: alamat tersebut bersih. Kemudian pengguna ditawari untuk mengunduh laporan pemeriksaan, setelah itu program berbahaya dijalankan di perangkat pengguna.

Malwarebytes Labs mengingatkan bahwa dalam pemeriksaan AML asli, hanya alamat publik yang diperlukan, tidak melibatkan penghubungan dompet, persetujuan transaksi, atau penggunaan seed phrase. Jika suatu layanan meminta akses ke token atau meminta untuk mengonfirmasi transaksi—itu adalah tanda jelas penipuan. Jika terjadi kerugian dana, pengguna disarankan untuk memindahkan aset yang tersisa ke alamat baru dan tidak mempercayai tawaran "pengembalian aset kripto" dengan biaya terpisah.

Para ahli keamanan dari perusahaan CertiK menyebut serangan phishing dan deepfake sebagai alat utama peretas. Hanya pada tahun 2025 saja, kerugian industri kripto dari tindakan pelaku kejahatan mencapai $3,3 miliar, menurut perhitungan CertiK.

Bacaan Terkait

Warga Rusia Diduga Mencuri Kripto Hampir 10 Juta Rubel dari Dompet Dingin

Seorang pria Rusia dicurigai mencuri cryptocurrency hampir senilai 10 juta rubel dari dompet dingin. Menurut penyelidik, dompet kripto tersebut milik asisten direktur jenderal sebuah perusahaan komersial tak disebutkan namanya. Pada Maret, tersangka diduga mendapatkan akses ke dompet korban dengan "cara yang tidak diketahui" dan mentransfer aset digital ke alamat lain. Polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan menyita tiga komputer serta tiga ponsel untuk pemeriksaan forensik guna mencari jejak digital penting. Saat ini, polisi sedang memeriksa keterlibatan tersangka dalam kasus pencurian aset kripto lainnya dan mengidentifikasi kemungkinan kaki tangan. Kasus ini diklasifikasikan sebagai pencurian dalam jumlah sangat besar berdasarkan KUHP Rusia, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara. Artikel ini juga menjelaskan bahwa dompet dingin perangkat keras, meski lebih aman dari peretasan jarak jauh, tetap rentan jika pelaku mendapatkan akses fisik langsung ke kunci privat. Sebagai informasi terkait, disebutkan pula bahwa pada awal Juni, pengadilan di Tomsk menghukum dua warga lokal karena merampok dan mencuri cryptocurrency dari seorang kenalan. Dengan ancaman kekerasan, mereka memaksa korban mengakses akun pertukaran kripto dan mentransfer lebih dari 85 Bitcoin (senilai sekitar $5,1 juta pada saat kejadian). Keduanya dihukum penjara di koloni rezim ketat masing-masing selama 8 dan 9,5 tahun.

cryptonews.ru49m yang lalu

Warga Rusia Diduga Mencuri Kripto Hampir 10 Juta Rubel dari Dompet Dingin

cryptonews.ru49m yang lalu

Bitwise Sebut Tiga Kesalahan Investor dalam Mengevaluasi Pasar Kripto

Direktur Investasi Bitwise, Matt Hougan, mengidentifikasi tiga kesalahan umum yang dilakukan investor dalam menilai pasar kripto. Menurutnya, masalah utama adalah kesenjangan antara persepsi saat ini tentang industri dan potensi transformasinya. **Pertama**, investor seringkali menilai aplikasi seperti Uniswap atau Aave hanya melalui ukuran pasar kripto (sekitar $2 triliun). Hougan berpendapat bahwa dengan tokenisasi aset tradisional (saham senilai $150 triliun dan obligasi $350 triliun), pasar potensial untuk platform semacam itu bisa 100 kali lebih besar. **Kedua**, perusahaan kripto asli (native) sering diremehkan. Contohnya, di pasar stablecoin, PayPal hanya menguasai sekitar 1% setelah peluncurannya, sementara Tether dan Circle mendominasi 88%. Perusahaan kripto asli dianggap memiliki keunggulan dalam kecepatan, fokus, dan basis pengguna yang sudah mapan. **Ketiga**, investor meremehkan potensi pertumbuhan volume transaksi di blockchain. Tokenisasi aset dapat memungkinkan perdagangan 24/7 (168 jam/minggu), dibandingkan dengan pasar saham AS yang hanya 33 jam/minggu. Ditambah dengan peran agen AI yang dapat bertransaksi secara otomatis, Hougan memperkirakan jumlah operasi bisa meningkat 50 hingga 100 kali lipat. Hougan menyimpulkan bahwa ketiga kesalahan ini berakar pada penilaian industri berdasarkan kondisi saat ini, sementara infrastrukturnya berkembang sangat cepat. Perkembangan tokenisasi, perluasan penggunaan aplikasi kripto, dan peningkatan transaksi menciptakan peluang investasi yang signifikan.

cryptonews.ru51m yang lalu

Bitwise Sebut Tiga Kesalahan Investor dalam Mengevaluasi Pasar Kripto

cryptonews.ru51m yang lalu

Trading

Spot
活动图片