Crypto Market Structure Bill [CMSB]: Can Congress deliver clarity before the next bull run?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-12-10Terakhir diperbarui pada 2025-12-10

Abstrak

The long-awaited Crypto Market Structure Bill (CMSB), a Republican-led effort, has advanced as Democrats privately review a compromise draft. This progress occurs amid market instability, raising questions about how its passage might impact fragile conditions. The bill faces strong opposition from organized labor, notably the American Federation of Teachers, which warns it could expose workers' pensions to "profound risks" and weaken existing safeguards. Meanwhile, key author Senator Cynthia Lummis is pushing for a formal markup next week, aiming to finalize the bill before the holidays and pass it by 2026. This political struggle contrasts with corporate confidence, exemplified by Michael Saylor's Strategy reporting strong Bitcoin returns. The Federal Reserve's potential rate cuts add another layer, leaving the market to wonder whether regulatory clarity or macro liquidity will drive the next bull run and if institutions can finally reduce regulatory risk.

The long-awaited regulatory clarity for crypto just moved a step closer.

Democrats are now privately reviewing a compromise draft of the Crypto Market Structure Bill, a major Republican-led effort.

This marks a rare moment of political progress, arriving at a time when the crypto market is anything but stable.

Hence, the real question isn’t just whether it will pass, but how its passage might collide with, or even amplify, the current fragile market conditions.

What is the AFT’s concern?

Institutional investors may be pushing for regulatory clarity, but they’re facing strong and unexpected opposition from organized labor.

The American Federation of Teachers (AFT) has urged Senate leaders to reject the market structure bill that Wall Street sees as essential.

In a recent letter, AFT President Randi Weingarten warned the bill could expose workers’ pensions to “profound risks” from fraud and unsafe crypto assets.

The union argues the proposal wouldn’t just set new rules, but rather it would weaken existing safeguards and even let companies bypass traditional registration and reporting by issuing stock on a blockchain.

This powerful pushback adds a major new tension: what institutions see as clarity, labor sees as a direct threat to retirement security.

Senator Lummis and others weigh in

However, this political clash is now reaching a breaking point.

Senator Cynthia Lummis, a key author of the Senate’s crypto bill, said she wants the Banking Committee to begin a formal markup as early as next week.

Speaking at the Blockchain Association Policy Summit, she acknowledged growing industry frustration and noted the bipartisan drafts have been “rewritten repeatedly” in recent weeks.

Lummis warned that this constant revision cycle is “no longer sustainable” and pushed to finalize the bill before Congress leaves for the holidays.

In essence, her goal is to share a draft by the end of the week and keep the bill on track for passage by 2026.

SEC Chair Paul Atkin has also weighed in, noting,

“You know, we’re working with Congress, and we’re providing what we call technical assistance to them regarding legislation to make sure that, you know, they’re staying on.”

Saylor’s Strategy’s BTC push and more

This political struggle contrasts sharply with the confidence of corporate Bitcoin giants like Michael Saylor’s Strategy.

Despite volatility, the company’s aggressive buying strategy has delivered a 24.7% return in 2025 on an average cost of about $74,696 per Bitcoin [BTC].

Still, the biggest wildcard now is the Federal Reserve.

With markets pricing in an 87% chance of a 25-basis-point rate cut, attention is shifting toward macro liquidity and easing.

Thus, the looming question here is which force will drive the next bull cycle: political clarity from Washington or a liquidity boost from the Fed, and whether institutions can finally reduce their regulatory risk.


Final Thoughts

  • The Crypto Market Structure Bill is advancing, but its impact may hinge on how it interacts with an already fragile market.
  • Organized labor’s strong pushback creates a new political divide, challenging the idea that regulatory clarity automatically helps everyone.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Micron Membungkam Para Short Seller, dan Membuat 'Buffett' India Menyesal: Jual Terlalu Dini, Kehilangan Untung Rp 310 Triliun

Mohnish Pabrai, investor yang dijuluki "Warren Buffett India", menyesali keputusan investasinya pada Micron dan SK Hynix. Ia membeli saham Micron pada 2017 dan menjualnya pada September 2023, hanya meraih keuntungan sekitar dua kali lipat. Setelah dijual, saham Micron melonjak lebih dari 15 kali lipat dalam dua tahun, menyebabkan perkiraan kerugian peluang senilai sekitar $20 miliar. Pabrai juga menjual saham SK Hynix terlalu dini. Dalam wawancara, ia mengaku melanggar prinsip investasinya sendiri: "Saya sangat menyesal. Saya melanggar aturan saya sendiri, menjual perusahaan yang seharusnya saya pegang selamanya." Riset awalnya menunjukkan pasar memori global akan didominasi oleh tiga pemain (Samsung, SK Hynix, Micron) dengan struktur oligopoli yang menguntungkan, yang juga dikonfirmasi oleh Buffett dan Charlie Munger. Namun, ia keluar karena khawatir dengan ekspansi kapasitas Samsung, tepat sebelum lonjakan permintaan HBM (High Bandwidth Memory) didorong oleh AI seperti ChatGPT. Pabrai berbagi tiga prinsip inti investasinya: hindari leverage, utamakan daya tahan "parit pertahanan" (competitive moat) perusahaan, dan nilai integritas manajemen. Ia menekankan bagi sebagian besar investor, membeli indeks pasar adalah pilihan terbaik. Di akhir, Pabrai menyatakan tujuan akhirnya adalah menyumbangkan semua kekayaannya sebelum perkiraan tanggal kematiannya. Ia berfilosofi, "Kekayaan hilang, tidak ada yang hilang; kesehatan hilang, sesuatu hilang; karakter hilang, segalanya hilang."

marsbit18m yang lalu

Micron Membungkam Para Short Seller, dan Membuat 'Buffett' India Menyesal: Jual Terlalu Dini, Kehilangan Untung Rp 310 Triliun

marsbit18m yang lalu

Karakter Utama Selanjutnya MiHoYo, Adalah Dia yang Bermain Piano

Kebanyakan orang mengenal miHoYo lewat game _Genshin Impact_, tetapi perusahaan ini memiliki visi yang lebih dalam: menciptakan dunia virtual untuk satu miliar orang pada 2030. Untuk mewujudkannya, miHoYo telah berinvestasi dalam teknologi seperti brain-computer interface, fusi nuklir, dan AI. Mereka percaya bahwa karakter virtual di masa depan harus hidup dan memiliki kesadaran, bukan sekadar mengikuti naskah. Pada 2022, salah satu pendiri, Cai Haoyu (atau "AI Soulcaster"), memisahkan diri untuk fokus pada proyek AI baru bernama Anuttacon. Proyek pertamanya, game _Whisper of the Stars_ (2025), menunjukkan potensi namun juga keterbatasan model bahasa AI saat ini. Belakangan, fokus dialihkan ke pengembangan model bahasa yang memahami emosi. Sementara itu, pendiri lainnya, Liu Wei ("Da Wei Ge"), mengumumkan rencana investasi hingga 100 miliar yuan dalam tiga tahun ke depan untuk mengembangkan model bahasa besar ber-emosi, memanfaatkan keahlian miHoYo dalam menciptakan karakter yang dicintai pengguna. Produk pertama dari ambisi AI ini adalah aplikasi _BSide: Olivia Lin_ (dirilis Juni 2026). Berbeda dengan chatbot AI pada umumnya, aplikasi ini menawarkan interaksi yang lebih santai dan natural dengan seorang gadis virtual bernama Olivia (Lin Li) yang bisa bermain piano, membalas surat, dan menjadi wallpaper dinamis. Pendekatan ini disebut "rasa orang hidup", mengurangi frekuensi interaksi untuk menciptakan kesan keaslian yang lebih kuat sambil menunggu teknologi AI matang. Nama "miHoYo" sendiri berasal dari "mi" dalam Hatsune Miku, idol virtual yang menjadi inspirasi awal pendirinya. Perjalanan panjang miHoYo, dari kamar asrama hingga perusahaan bernilai miliaran, kini berfokus pada satu tujuan akhir: memberikan kehidupan dan kesadaran sejati pada karakter virtual yang dicintai banyak orang.

marsbit35m yang lalu

Karakter Utama Selanjutnya MiHoYo, Adalah Dia yang Bermain Piano

marsbit35m yang lalu

Interpretasi Laporan Penelitian: Pendapatan AI TSMC pada 2027 Akan Berlipat Ganda, Kapasitas CoWoS Masih Jadi Kendala

**Laporan: Pendapatan AI TSMC Diprediksi Naik Dua Kali Lipat pada 2027, Kapasitas CoWoS Tetap Jadi Hambatan** Morgan Stanley (23 Juni) memproyeksikan pendapatan terkait AI TSMC akan melonjak 218% menjadi US$863 miliar pada 2027, dari US$271 miliar pada 2026. Sumber pendapatan mencakup GPU, chip AI khusus, kemasan lanjutan CoWoS, dan CPU server AI. Pendorong utama adalah lonjakan permintaan untuk kapasitas CoWoS, teknologi kemasan canggih TSMC. Kebutuhan global untuk CoWoS diprediksi melonjak 93% menjadi 269,4 juta unit pada 2027. NVIDIA tetap konsumen terbesar, namun permintaan dari AMD (CPU Venice & GPU MI400) diproyeksikan meroket 308%. Permintaan TPU Google juga tumbuh signifikan melalui partner seperti MediaTek. Meskipun TSMC berencana menambah kapasitas CoWoS menjadi 200.000 wafer per bulan pada akhir 2027, digabung dengan produsen lain, total kapasitas global diperkirakan 336 juta unit/tahun. Namun, kekhawatiran muncul karena permintaan yang diprediksi (269,4 juta unit) mungkin belum menangkap semua sinyal, dan jenis CoWoS paling canggih (CoWoS-L untuk NVIDIA) tetap sangat ketat pasokannya. Laporan ini menyoroti beberapa katalis: perbaikan pasokan substrat ABF, validasi permintaan CPU baru (Vera NVIDIA, Venice AMD), dan produksi GPU Rubin Ultra generasi berikutnya dari NVIDIA. Perusahaan seperti MediaTek (partner desain TPU Google), ASE, dan KYEC dipandang sebagai penerima manfaat di sepanjang rantai pasokan AI. Intinya, pertumbuhan pesat pendapatan AI TSMC bergantung pada kemampuan mereka mengatasi kemacetan kapasitas CoWoS, yang tetap menjadi kendala kritis meskipun ada ekspansi.

marsbit51m yang lalu

Interpretasi Laporan Penelitian: Pendapatan AI TSMC pada 2027 Akan Berlipat Ganda, Kapasitas CoWoS Masih Jadi Kendala

marsbit51m yang lalu

Citrini Research: Menelusuri 5 Tema Investasi Utama yang Tertutup oleh Perdagangan AI Saat Ini

Citrini Research menyoroti lima tema investasi yang terabaikan akibat dominasi narasi AI. Dalam laporannya, mereka menyarankan untuk memperluas fokus di luar semikonduktor dan pusat data, karena "kelelahan AI" berisiko tinggi dan aliran modal kemungkinan akan berputar. Kelima tema tersebut adalah: 1. **Saham Maskapai Penerbangan (Delta & United):** Dianggap telah dihukum selama 18 bulan terakhir karena faktor makro (kekhawatiran inflasi dan harga minyak), bukan kinerja fundamental. Prospek pertumbuhan tetap kuat dengan pergeseran ke segmen premium dan momentum dari Piala Dunia 2026. 2. **Real Estat untuk Lansia:** Didorong oleh data demografi yang solid, di mana populasi AS di atas 80 tahun akan tumbuh lebih dari 56% dalam dekade mendatang. Pasokan fasilitas tertinggal jauh dari permintaan. Rekomendasi: Welltower, Janus Living, Brookdale. 3. **Hiburan Langsung (Live Entertainment):** Disebut sebagai kelas aset terbaik dalam sepuluh tahun terakhir. Keinginan konsumen untuk pengalaman "hadir secara fisik" mendorong pendapatan dari tiket acara olahraga, konser, dan bioskop. Rekomendasi: TKO Group (WWE/UFC), Cinemark, IMAX. 4. **Persaingan Bursa Berjangka:** Monopoli CME Group (98% pangsa) untuk pertama kalinya menghadapi pesaing serius dari FMX Futures Exchange. FMX didukung oleh konsorsium bank besar Wall Street dan menawarkan biaya lebih rendah serta insentif likuiditas. 5. **Pemulihan Fintech:** Sektor yang sangat tertekan pada 2026 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Perusahaan seperti SoFi (dengan stablecoin SoFiUSD), Robinhood (transformasi ke 'super app keuangan'), dan Upstart (pergantian CEO & narasi AI) menunjukkan perbaikan fundamental dan berpotensi rebound kuat. Inti laporan: Alpha terbesar saat ini mungkin berasal dari tema-tema "kecil" yang kurang mendapat perhatian dan pemodelan, di mana ekspektasi yang terlupakan tidak sesuai dengan realitas yang berubah.

marsbit1j yang lalu

Citrini Research: Menelusuri 5 Tema Investasi Utama yang Tertutup oleh Perdagangan AI Saat Ini

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu NASDAQ100

Indeks Nasdaq-100 mencakup 100 perusahaan non-keuangan terbesar yang terdaftar di Pasar Saham Nasdaq dan secara luas digunakan sebagai tolok ukur untuk saham pertumbuhan dan teknologi kapitalisasi besar di AS.

23 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.06.18Diperbarui pada 2026.06.18

Apa Itu NASDAQ100

Cara Membeli NASDAQ100

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Nasdaq-100 Index (NASDAQ100) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Nasdaq-100 Index (NASDAQ100) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Nasdaq-100 Index (NASDAQ100) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Nasdaq-100 Index (NASDAQ100) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Nasdaq-100 Index (NASDAQ100)Lakukan trading Nasdaq-100 Index (NASDAQ100) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

11 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.06.18Diperbarui pada 2026.06.18

Cara Membeli NASDAQ100

Apa Itu RE

I. Pengenalan Proyek Re Protocol adalah pasar modal onchain yang menghubungkan modal stablecoin ke reasuransi yang sepenuhnya terjamin dan teratur. Reasuransi memungkinkan perusahaan asuransi untuk mentransfer sebagian risiko mereka ke perusahaan asuransi khusus lainnya, membantu mereka menyerap kerugian besar dan terus memberikan perlindungan. II. Informasi Token Nama token: RE(Re) III. Tautan Terkait Situs web:https://re.xyz/ Eksplorator:https://bscscan.com/token/0xd41fdb03ba84762dd66a0af1a6c8540ff1ba5dfb https://etherscan.io/token/0x526526528f35ac738177003b8773b402b8df8143 Twitter:https://twitter.com/re Catatan: Pengenalan proyek berasal dari materi yang diterbitkan atau disediakan oleh tim proyek resmi, yang hanya untuk referensi dan tidak merupakan saran investasi. HTX tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung yang diakibatkan.

133 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.06.18Diperbarui pada 2026.06.18

Apa Itu RE

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga A (A) disajikan di bawah ini.

活动图片