Crypto Bill Faces a New Challenge, Delaying its Implementation

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-05Terakhir diperbarui pada 2026-03-05

Abstrak

The crypto bill, known as the Clarity Act, faces new challenges that could delay its implementation until at least July 2026. Banks and crypto firms remain opposed, with banks warning of potential deposit flight and risks to financial stability, while crypto companies support the bill for regulatory clarity and the ability to offer yield-bearing products. Despite criticism from former President Trump toward banks, the American Bankers Association has offered suggestions for the bill's advancement. In the Senate, Democrats are seeking additional conditions, including a ban on officials profiting from crypto and stricter anti-money laundering rules. The ongoing conflict in Iran and the approaching 2026 mid-term elections further complicate progress, though some remain optimistic about a potential agreement.

The crypto bill now has a new challenge, not overcoming the same, which could delay its implementation for a longer time. Banks and crypto firms are still on opposite sides despite the intervention of the White House. A maximum stretch has been drawn for July 2026 because months after that could see more focus on the mid-term election.

Challenge for the Crypto Bill

The Clarity Act essentially aims to state regulations for crypto firms more effectively; however, banks have penned a line to obstruct its implementation. Banks have flagged a possibility of deposit flight. This could affect their lending capacity, which is then expected to impact the macro economic condition of the nation.

US President Donald Trump has criticized banks by saying that they were trying to undermine the bill. Trump, in a social media post, called it a powerful crypto agenda and said that they would not allow banks to undermine it.

The American Bankers Association has sought a precautionary move to prevent deterrence to economic growth and financial stability. It has, reportedly, offered constructive suggestions for the advancement of the bill.

Support from Crypto Giants

Needless to say, crypto giants are in support of the crypto bill for two reasons. They have operated in gray areas for a long time, and they are still on the lookout to reward/recruit users in their ecosystem. The Clarity Bill underlines regulations that could help promote adoption of cryptocurrencies.

Another reason is that it enables crypto firms to extend yield-bearing products to users. Companies have reportedly spent approximately $119 million to support pro-crypto candidates in 2024, and are hoping to get a favorable result by July 2026.

Challenges in the Senate

Democrats have sought additional conditions before giving a green light. The crypto bill has to be supported by a minimum of seven democrats. The group has asked for a ban on officials profiting from crypto ventures and to tighten anti-money laundering rules.

The ongoing conflict in Iran is also making it difficult to have a discussion on the bill, according to a statement by Brian Gardner, the Chief Washington Strategist at Stifel.

Many anticipate that no discussion or no progress by July 2026 could delay the bill for a long time, as discussions would then shift to the mid-term election, which is scheduled to happen in November 2026.

Nevertheless, Blockchain Association CEO Summer Mersinger has signalled that the path to a workable agreement is clearer than it was before.

Highlighted Crypto News Today:

From Bear Trap to Breakout? Ethereum (ETH) Tests a Crucial Momentum Shift After a 7% Jump

TagsCrypto Bill

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main reason for the potential delay in the implementation of the crypto bill?

AThe main reason for the potential delay is a new challenge that the bill is facing, with banks and crypto firms remaining on opposite sides despite White House intervention. Furthermore, the focus is expected to shift to the mid-term elections after July 2026, which could postpone the bill for a longer time.

QWhy are banks opposing the Clarity Act for crypto regulations?

ABanks are opposing the Clarity Act because they have flagged the possibility of deposit flight, which could affect their lending capacity and subsequently impact the nation's macroeconomic condition.

QHow have crypto giants shown their support for the crypto bill?

ACrypto giants support the bill because it provides regulatory clarity after they have operated in gray areas for a long time, and it enables them to extend yield-bearing products to users. They have also spent approximately $119 million in 2024 to support pro-crypto candidates.

QWhat additional conditions have Democrats requested before supporting the crypto bill?

ADemocrats have requested a ban on officials profiting from crypto ventures and to tighten anti-money laundering rules before giving their support to the bill.

QAccording to the article, what external event is making it difficult to discuss the crypto bill?

AAccording to Brian Gardner, the Chief Washington Strategist at Stifel, the ongoing conflict in Iran is making it difficult to have a discussion on the bill.

Bacaan Terkait

Biaya Harian XRP Ledger Turun di Bawah $400 Seiring Pertanyaan Aktivitas Jaringan Kembali Muncul

XRP Ledger kembali menjadi sorotan setelah data biaya menunjukkan biaya jaringan harian turun di bawah $400, menurut metrik yang dilacak oleh DefiLlama dan penjelajah ledger. Biaya rendah memang merupakan desain inti XRPL untuk transaksi murah, namun jumlah biaya yang dihasilkan juga dapat berfungsi sebagai salah satu indikator aktivitas jaringan dan permintaan. Data mingguan menunjukkan pembakaran biaya sekitar $3.100, menggarisbawahi kontras dengan jaringan seperti Ethereum dan Bitcoin. Bagi pendukung, biaya rendah berarti efisiensi dan aksesibilitas tetap terjaga. Bagi pengkritik, angka ini dapat memicu pertanyaan tentang apakah jaringan melihat permintaan bernilai tinggi yang memadai, terutama dalam narasi pembayaran dan adopsi perusahaan yang telah lama dikembangkan. Data on-chain ini memberi para pelaku pasar satu cara untuk menguji aktivitas transaksional yang bermakna. Penting untuk tidak menyimpulkan secara berlebihan. Satu hari dengan biaya rendah tidak berarti jaringan gagal atau penyelesaian transaksi terhenti. Ini adalah satu titik data dalam debat penggunaan XRPL dan menciptakan kontras dengan dorongan Ripple yang lebih luas ke RLUSD, pembayaran agen AI, dan infrastruktur penyelesaian perusahaan. Langkah selanjutnya adalah mengamati apakah angka biaya pulih, apakah jumlah transaksi menunjukkan cerita yang berbeda, dan apakah penjelajah asli XRPL seperti Bithomp mengonfirmasi tren yang sama. Cerita ini mencerminkan pergeseran dalam crypto di mana infrastruktur, utilitas token, dan data on-chain semakin penting, melampaui aksi harga jangka pendek.

bitcoinist1j yang lalu

Biaya Harian XRP Ledger Turun di Bawah $400 Seiring Pertanyaan Aktivitas Jaringan Kembali Muncul

bitcoinist1j yang lalu

Pendiri Zcash Mengatakan Audit AI Anthropic Tidak Menemukan Bug Serius dalam Protokol

Pendiri Zcash Zooko Wilcox mengumumkan bahwa audit keamanan pada protokol Zcash, yang dilakukan oleh model AI Mythos dari Anthropic atas permintaan Shielded Labs, tidak menemukan bug serius baru. Hasil audit ini memberikan gambaran positif mengenai ketahanan keamanan Zcash, yang merupakan aset kripto berfokus privasi yang menghadapi tekanan regulasi dan pengawasan teknis berkelanjutan. Wilcox menekankan bahwa audit ini adalah bagian dari upaya melindungi pengguna Zcash. Meskipun ulasan berbantuan AI bukan pengganti pekerjaan keamanan manusia, alat semacam itu semakin penting untuk memindai basis kode yang kompleks dan mengidentifikasi potensi kelemahan. Bagi protokol privasi seperti Zcash, standar keamanan harus sangat tinggi karena pengguna mengandalkan kekuatan kriptografi dan kualitas implementasi. Tidak ditemukannya bug serius baru tidak berarti Zcash bebas risiko, tetapi hasil ini dapat mendukung kepercayaan pengguna dan pengembang. Cerita ini juga menggambarkan tren berkembang di ekosistem kripto, di mana model AI mulai diintegrasikan ke dalam pekerjaan audit keamanan infrastruktur, menambah kecepatan dan cakupan analisis, meskipun temuan AI tetap memerlukan interpretasi yang hati-hati oleh pakar manusia. Perkembangan ini mencerminkan pergeseran lebih luas dalam industri kripto, di mana pembaruan infrastruktur, laporan keamanan, dan kualitas protokol menjadi semakin penting dalam percakapan pasar, seiring dengan pergerakan harga jangka pendek.

bitcoinist6j yang lalu

Pendiri Zcash Mengatakan Audit AI Anthropic Tidak Menemukan Bug Serius dalam Protokol

bitcoinist6j yang lalu

Bitcoin Ke $400.000? Analis Gunakan Overlay Emas untuk Menyampaikan Kasus Berani untuk Tahun 2026

Analis Vivek Sen menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai $400.000 pada tahun 2026. Klaim ini didasarkan pada analisis overlay grafik, di mana pola pergerakan harga Bitcoin saat ini dibandingkan dengan pola breakout historis emas. Sen berpendapat bahwa jika Bitcoin terus mengikuti struktur serupa dengan emas, target harga tersebut mungkin tercapai. Namun, artikel menekankan bahwa perbandingan visual semata bukanlah model perkiraan yang pasti. Bitcoin dan emas memiliki perbedaan mendasar dalam hal ukuran pasar, likuiditas, volatilitas, dan basis investor. Pasar Bitcoin juga lebih refleksif, dipengaruhi oleh posisi derivatif, aliran dana ETF, dan leverage di ekosistem kripto. Untuk mendukung skenario kenaikan ekstrem tersebut, diperlukan beberapa faktor pendorong utama, seperti: aliran masuk institusional yang berkelanjutan melalui ETF Bitcoin, kondisi makroekonomi yang mendukung aset penyimpan nilai, likuiditas yang membaik, dan lingkungan pasar kripto yang optimis secara keseluruhan. Pada intinya, target $400.000 merupakan skenario optimis yang bersifat spekulatif dan lebih merupakan komentar pasar daripada prediksi harga yang terkonfirmasi. Keberhasilannya sangat bergantung pada apakah tren bullish Bitcoin saat ini dapat dipertahankan dan didukung oleh faktor fundamental dan aliran dana yang nyata. Tanpa konfirmasi tersebut, overlay grafik dengan emas dianggap hanya sebagai analogi yang menarik namun berisiko tinggi.

bitcoinist8j yang lalu

Bitcoin Ke $400.000? Analis Gunakan Overlay Emas untuk Menyampaikan Kasus Berani untuk Tahun 2026

bitcoinist8j yang lalu

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

**Ringkasan Artikel:** Analis Crypto Rover berpendapat bahwa Bitcoin (BTC) sedang berada dalam fase "pembentukan dasar" (*bottoming phase*) berdasarkan siklus *halving*-nya. Ia membagikan bagan yang menunjukkan pola berulang pasca-*halving*, mengklaim bahwa ritme dan struktur pasar saat ini mirip dengan siklus-siklus sebelumnya. Ini mendukung narasi populer di kalangan trader bahwa fase konsolidasi saat ini mungkin akan diikuti oleh fase bullish yang lebih kuat. **Namun, klaim ini perlu disikapi dengan hati-hati.** 1. Sumber (Crypto Rover) dikategorikan sebagai influencer berisiko tinggi yang sering kali terlalu bullish dan promosional. 2. Analisis siklus *halving* menjadi kurang andal seiring matangnya pasar Bitcoin. Pasar kini melibatkan ETF spot, arus derivatif yang lebih besar, dan pengaruh makroekonomi, yang tidak ada di siklus awal. 3. Bagan yang ditampilkan tidak dilengkapi model statistik, konfirmasi *on-chain*, atau level invalidas yang jelas. **Kesimpulan untuk Trader:** Pandangan siklus ini memberikan kerangka waktu naratif bagi para *bull* (pihak yang optimis). Namun, Bitcoin masih perlu membuktikan bahwa pembeli mampu mempertahankan level support kunci dan membentuk *higher low*. Sinyal nyata harus datang dari struktur harga, likuiditas, dan perilaku *on-chain*. Saat ini, argumen "jam *halving*" lebih tepat dianggap sebagai komentar pasar yang menarik, bukan sinyal trading yang terkonfirmasi.

bitcoinist10j yang lalu

Jam Pemotongan Hadiah Bitcoin Menunjukkan Fase Dasar, Tetapi Sinyal Siklus Perlu Kehati-hatian

bitcoinist10j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片