Harga tembaga terus melemah selama dua pekan berturut-turut, namun masih bertahan di zona kritis USD 6,659
Harga tembaga terus melemah selama dua pekan, namun masih bertahan di zona kritis USD 6,659. Kenaikan cepat sebelumnya telah mengumpulkan profit taking, sementara penguatan dolar AS meningkatkan biaya pembelian bagi pembeli non-dolar, mendorong aliran dana untuk sementara keluar dari logam industri. Koreksi saat ini belum sepenuhnya merusak struktur jangka menengah.
Stok merosot tajam 19%, sisi penawaran memberikan dukungan
Data stok merupakan dukungan fundamental terpenting bagi pihak bull (pembeli), baru-baru ini terlihat stok merosot tajam sekitar 19%. Penurunan stok berarti pasokan spot semakin ketat. Jika permintaan manufaktur tetap stabil, pembeli mungkin akan kembali ke pasar untuk mengisi stok. Ekspektasi defisit pasokan inilah yang membatasi ruang penurunan harga tembaga.
Penguatan dolar AS menekan kinerja logam industri
Tekanan utamanya berasal dari penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga. Kenaikan berkelanjutan dolar AS akan menekan valuasi komoditas, dan juga dapat melemahkan selera risiko global. Jika data makro memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, meskipun pasokan tembaga cenderung ketat, harga mungkin akan mengalami penyesuaian sisi pendanaan terlebih dahulu.
Siapa yang akan menang lebih dulu: Dukungan atau Defisit Pasokan?
USD 6,659 adalah garis pemisah bullish-bearish jangka pendek. Bertahan di level tersebut dan naik kembali dengan volume yang meningkat menunjukkan bahwa penurunan stok dan defisit pasokan mulai mendominasi. Jika berhasil ditembus ke bawah, maka tekanan dari dolar AS dan selera risiko lebih kuat, dan harga mungkin akan mencari dukungan di level support berikutnya. Investor ritel perlu mengamati perubahan stok dan arah dolar AS secara bersamaan, tidak bisa hanya mengandalkan data tunggal untuk memburu kenaikan.





