Chainlink telah dikaitkan dengan Project Pangea, sebuah inisiatif penyelesaian FX lintas batas yang melibatkan FairSquareLab dan konsorsium lebih dari 47 bank Eropa dan Korea Selatan. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi waktu penyelesaian valuta asing dari T+2 menjadi T+0 dengan menggunakan stablecoin yang diatur dan dipatok ke euro serta won Korea, sekaligus memungkinkan bank untuk terus memulai perdagangan melalui pesan SWIFT yang sudah dikenal dan standar ISO 20022.
TL;DR
- Project Pangea melibatkan Chainlink, FairSquareLab, dan lebih dari 47 bank Eropa dan Korea Selatan.
- Inisiatif ini menargetkan penyelesaian T+0 untuk koridor FX Eropa-Korea Selatan, yang terkait dengan lebih dari $150 miliar perdagangan tahunan.
- Chainlink CCIP dan Data Streams dideskripsikan sebagai middleware untuk penyelesaian pembayaran-versus-pembayaran atomik.
- Proyek ini bukan berarti SWIFT digantikan oleh Chainlink.
- Transaksi langsung ditargetkan untuk pertengahan 2027, menurut paket sumber yang divalidasi.
Middleware, Bukan Pengganti SWIFT
Batas terpenting dalam kisah ini adalah bahwa Chainlink tidak menggantikan SWIFT. Paket yang divalidasi menggambarkan Project Pangea sebagai model di mana bank dapat terus menggunakan pesan SWIFT tradisional dan standar ISO 20022, sementara middleware blockchain menerjemahkan instruksi penyelesaian menjadi pertukaran atomik di Pangea L1.
Hal itu membuat proyek ini lebih pragmatis daripada banyak narasi pembayaran asli crypto. Alih-alih meminta bank untuk meninggalkan infrastruktur pesan yang ada, proyek ini berusaha menghubungkan infrastruktur tersebut dengan infrastruktur penyelesaian yang lebih cepat. Peran Chainlink digambarkan melalui CCIP dan Data Streams, yang berfungsi sebagai lapisan middleware yang mendukung alur transaksi.
Menargetkan Penyelesaian FX T+0
Penyelesaian FX tradisional dapat membuat bank terpapar pada penundaan, risiko pihak lawan, dan ketidakefisienan modal. Tujuan yang dinyatakan Project Pangea adalah berpindah dari penyelesaian T+2 menuju penyelesaian T+0 yang hampir instan di koridor perdagangan Eropa-Korea Selatan, yang menurut paket validasi terkait dengan lebih dari $150 miliar perdagangan tahunan.
Sistem ini menggunakan stablecoin yang diatur dan dipatok ke euro serta won Korea untuk penyelesaian pembayaran-versus-pembayaran atomik. Secara sederhana, proyek ini bertujuan untuk membuat kedua sisi pertukaran mata uang diselesaikan bersamaan, daripada meninggalkan satu sisi terekspos sementara sisi lainnya selesai nanti.
Siapa Saja yang Terlibat?
Paket yang divalidasi mencantumkan Qivalis, yang mewakili 37 bank Eropa, dan UniKA, yang mewakili lebih dari 10 bank komersial Korea, sebagai peserta dalam konsorsium yang lebih luas. Bersama-sama, lembaga-lembaga ini digambarkan mengelola lebih dari $10 triliun aset. FairSquareLab juga disebut sebagai peserta kunci bersama Chainlink.
Skala inilah yang membuat proyek ini penting bagi pemegang LINK dan pengamat blockchain institusional. Banyak pilot penyelesaian lintas batas tetap merupakan bukti konsep yang sempit. Project Pangea, seperti yang dijelaskan, mencoba menghubungkan konsorsium bank yang cukup besar dengan infrastruktur penyelesaian stablecoin sambil menjaga kompatibilitas pesan warisan tetap utuh.
Mengapa Ini Penting bagi Chainlink
Bagi Chainlink, proyek ini sesuai dengan tesis institusional yang lebih luas: infrastruktur terdesentralisasi dapat berfungsi sebagai lapisan penghubung antara sistem keuangan yang ada dan rel penyelesaian yang ditokenisasi. CCIP sering kali dibingkai sebagai lapisan pesan dan interoperabilitas lintas rantai, sementara Data Streams dapat mendukung pengiriman data latensi rendah untuk aplikasi keuangan.
Project Pangea masih perlu membuktikan eksekusi transaksi langsung, yang ditargetkan untuk pertengahan 2027. Hingga saat itu, proyek ini harus diperlakukan sebagai inisiatif integrasi institusional besar daripada pengganti yang sudah selesai untuk penyelesaian warisan. Kesimpulan yang lebih mendasar adalah bahwa bank-bank sedang mengeksplorasi cara untuk melestarikan alur kerja berbasis SWIFT sambil menggunakan rel blockchain untuk memampatkan waktu penyelesaian.
Laporan ini didasarkan pada informasi dari Dailycoin SWIFT dan Crypto Daily Pangea.
Artikel ini ditulis oleh News Desk dan diedit oleh Samuel Rae.






