Chainlink ETFs see zero outflows since December – What it means for LINK?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-01Terakhir diperbarui pada 2026-03-01

Abstrak

Since December 2025, U.S. Spot Chainlink ETFs have seen consistent weekly inflows ranging from $2 million to $5 million, with zero outflows, signaling steady institutional accumulation rather than speculative trading. This reflects disciplined positioning and structural strength beneath LINK’s price action. Recently, LINK gained 6% as Bitcoin reclaimed $67K, breaking out of an Ascending Triangle pattern with resistance at $9.14, opening potential upside toward $12–$14. On-chain data shows persistent whale activity during price declines, indicating deliberate accumulation rather than panic selling, which historically precedes trend reversals. The long-term key resistance remains near $20.

It’s a new month and altcoins are still winning.

Chainlink continued attracting global institutional and retail attention. It stood out as infrastructure rather than hype. Momentum returned after broader sentiment improved, and LINK moved with clarity instead of chaos.

On-chain data suggested whales had remained active during weakness. The dip had been getting bought. The tone shifted from fear to structured positioning.

Uninterrupted weekly inflows since December

US-based Spot Chainlink [LINK] ETFs have recorded net inflows every single week since December 2025. There had not been a single week of net outflows. Weekly inflows ranged between $2 million and $5 million.

Therefore, consistency outweighed size.

The ETFs collectively held approximately 1.26% of LINK’s total market capitalization. That allocation reflected commitment rather than speculative rotation.

Moreover, zero outflow weeks signaled disciplined positioning. Institutions were not trading in and out.

They were allocating steadily. In particular, consistency > size became the real message.

Such quiet accumulation rarely creates headlines.

However, it builds foundations. When capital enters without rushing for exits, structure strengthens beneath price action.

LINK gains 6% as BTC reclaims $67K

LINK gained 6% in 24 hours after Bitcoin reclaimed $67K on the 1st of March. That reclaim immediately lifted broader sentiment.

However, the move aligned with technical structure, not blind optimism.

Tracking the chart on the 4-hour timeframe revealed flat resistance at $9.14 and ascending support at $8.15. Completing the Ascending Triangle strengthened the bullish case.

Breaking $9.14 opened doors toward $12 and possibly $14.

Failure to defend $8.15 would have exposed downside risk quickly.

However, a bullish crossover appeared on the MACD indicator, reinforcing upside momentum.

Meanwhile, the multi-year downtrend near $20 remained the true structural barrier. Clearing $20 on the higher time frames would have shifted long-term momentum decisively.

Is elevated whale activity signaling quiet accumulation?

Spot data revealed elevated Whale Orders staying firm as price declined from the mid-$20s toward single digits earlier in 2026. This was not panic selling. It reflected measured positioning.

Large wallets maintained elevated average order sizes during weakness.

Therefore, this did not resemble reckless dip buying. It suggested deliberate conviction accumulation beneath falling prices.

When price softened, yet whale activity persisted, divergence formed. Historically, such divergence preceded structural reversals once sentiment stabilized.

The dip was getting bought with intent, not desperation.


Final Summary

  • Spot Chainlink ETFs recorded uninterrupted weekly inflows since December 2025.
  • LINK gained 6% after Bitcoin reclaimed $67K, aligning with an Ascending Triangle breakout above $9.14 resistance.

Pertanyaan Terkait

QSince when have US-based Spot Chainlink ETFs recorded uninterrupted weekly inflows, and what was the range of these inflows?

AUS-based Spot Chainlink ETFs have recorded net inflows every single week since December 2025, with weekly inflows ranging between $2 million and $5 million.

QWhat was the immediate catalyst for LINK's 6% price gain mentioned in the article, and what key technical pattern did it align with?

ALINK gained 6% after Bitcoin reclaimed $67K on the 1st of March. The move aligned with the completion of an Ascending Triangle technical pattern, breaking above the $9.14 resistance level.

QWhat does the persistent whale activity during price declines from the mid-$20s to single digits indicate, according to the article?

AThe article states that the elevated whale activity during the price decline was not panic selling but reflected measured positioning and deliberate conviction accumulation, suggesting the dip was being bought with intent, not desperation.

QWhat percentage of LINK's total market capitalization do the US-based Spot Chainlink ETFs collectively hold, and what does this signify?

AThe ETFs collectively hold approximately 1.26% of LINK’s total market capitalization. This allocation reflects a commitment from investors rather than speculative rotation.

QWhat is identified as the 'true structural barrier' for LINK's long-term momentum in the article?

AThe multi-year downtrend near the $20 price level is identified as the true structural barrier. Clearing $20 on the higher time frames would shift long-term momentum decisively.

Bacaan Terkait

UBS: Tingkat Kepadatan Saham Teknologi A-Shares Jauh Belum Capai Puncak Sejarah

Artikel ini menyajikan analisis UBS mengenai kondisi pasar teknologi A-shares. Meskipun volume perdagangan dan proporsi kapitalisasi pasar sektor teknologi besar telah mencapai rekor tertinggi, UBS menilai bahwa tingkat kepadatan (crowdedness) masih jauh dari puncak sejarah. Indikator inti, yaitu rasio over-weight reksa dana terhadap sektor teknologi besar (elektronik, komunikasi, komputer, dan pertahanan), tercatat 9.9% pada Q1 2026, lebih rendah dari puncak sejarah 14.1% pada Q4 2015 dan jauh di bawah puncak sektor konsumen (18.7%). Laporan UBS mencatat bahwa siklus gaya investasi (style cycle) biasanya berlangsung sekitar tiga tahun, sementara kinerja unggul gaya pertumbuhan teknologi saat ini baru berjalan kurang dari dua tahun sejak perubahan kebijakan pada September 2024, menunjukkan ruang lebih untuk kenaikan. Dasar fundamental pasar juga menguat dengan pemulihan laba. UBS memproyeksikan pertumbuhan laba semua perusahaan A-shares naik dari 3.9% pada 2025 menjadi 11% pada 2026. Pada Q1 2026, laba sektor non-keuangan tumbuh 11.8% (y/y), dengan margin kotor dan margin bersih mencapai level tertinggi sejak 2023. Inflasi yang meningkat (PPI +2.8% pada April) juga diperkirakan akan mendorong ekspansi pendapatan. Dari sisi konfigurasi taktis, UBS cenderung pada gaya pertumbuhan dan siklus dalam skenario "slow bull", dan merekomendasikan over-weight pada enam sektor: elektronik, komunikasi, peralatan listrik, mesin, logam non-besi, dan kimia.

marsbit2m yang lalu

UBS: Tingkat Kepadatan Saham Teknologi A-Shares Jauh Belum Capai Puncak Sejarah

marsbit2m yang lalu

Pejabat Fed: Saat Ini Pilihan Adalah Tetap Sabar atau Naikkan Suku Bunga, Inflasi Adalah Risiko Nomor Satu Ekonomi, AI Belum Berpengaruh

Pejabat Federal Reserve (Fed) AS, termasuk Presiden Bank Sentral Kansas City Jeffrey Schmid, San Francisco Mary Daly, dan Richmond Thomas Barkin, menyampaikan sinyal kebijakan yang cenderung hawkish mengenai inflasi dan suku bunga. Schmid menegaskan bahwa inflasi adalah risiko nomor satu bagi ekonomi AS dan untuk pertama kalinya secara terbuka memasukkan kenaikan suku bunga sebagai opsi kebijakan, tidak lagi menyebut kemungkinan penurunan suku bunga. Dia mempertanyakan apakah Fed harus tetap bersabar atau bertindak menaikkan suku bunga 25-50 basis poin untuk menekan inflasi yang bertahan di sekitar 3,5%. Daly menyatakan kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang baik, namun ketidakpastian ekonomi terlalu tinggi sehingga memberikan panduan ke depan berisiko menyesatkan pasar. Fed siap merespons ke dua arah. Dia juga menyebutkan bahwa AI belum mendorong atau menurunkan inflasi saat ini, dan peningkatan produktivitas secara luas belum terlihat dalam data makro. Efek deflasi AI baru mungkin relevan dalam kerangka waktu 5-10 tahun. Barkin menilai pasar tenaga kerja AS saat ini seimbang dan tidak menunjukkan ketegangan secara keseluruhan. Investor, berdasarkan kontrak futures suku bunga, kini menilai probabilitas kenaikan suku bunga dalam tahun ini telah meningkat. Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan FOMC Juni mendatang.

marsbit2m yang lalu

Pejabat Fed: Saat Ini Pilihan Adalah Tetap Sabar atau Naikkan Suku Bunga, Inflasi Adalah Risiko Nomor Satu Ekonomi, AI Belum Berpengaruh

marsbit2m yang lalu

Saham SpaceX Senilai 1,7 Triliun Dolar, Beli atau Tidak? Ini yang Dikhawatirkan Pasar

SpaceX sedang mempersiapkan IPO yang dapat memecahkan rekor di pasar modal. Perusahaan berencana mengumpulkan sekitar $75 miliar dengan valuasi keseluruhan sekitar $1,75 triliun. Meskipun memiliki prestasi luar biasa seperti roket yang dapat digunakan kembali dan jaringan internet satelit Starlink yang menguntungkan, IPO ini menghadapi keraguan pasar yang signifikan. Kekhawatiran utama berpusat pada valuasi yang sangat agresif, yang sulit dijelaskan hanya dengan bisnis inti saat ini. Pasar dituntut untuk mempercayai dan membayar di muka untuk visi jangka panjang seperti infrastruktur AI, pusat data orbital, Starship, dan ekonomi luar angkasa. Saat ini, departemen AI SpaceX mengalami kerugian operasional besar ($2,47 miliar pada Q1 2026) dan menyerap sebagian besar pengeluaran modal, sementara Starlink tetap menjadi pencipta laba utama. Akuisisi xAI dan pengaturan pembiayaan terkait menambah kompleksitas, membawa risiko dan kewajiban AI ke dalam neraca perusahaan publik. Struktur kepemilikan saham ganda memastikan Elon Musk mempertahankan kendali absolut, membatasi kemampuan pemegang saham biasa untuk mempengaruhi keputusan strategis berisiko tinggi dan jangka panjang. Kemajuan Starship juga menjadi variabel kritis untuk mewujudkan visi infrastruktur orbital. Intinya, pasar tidak meragukan pencapaian SpaceX, tetapi mempertanyakan seberapa banyak premi yang harus dibayar untuk potensi masa depan yang masih belum pasti, sambil menghadapi ketidakjelasan terkait profitabilitas AI, transaksi afiliasi, dan tata kelola perusahaan.

marsbit58m yang lalu

Saham SpaceX Senilai 1,7 Triliun Dolar, Beli atau Tidak? Ini yang Dikhawatirkan Pasar

marsbit58m yang lalu

Akhir dari Kripto Faktor Tunggal

Artikel berjudul "Akhir dari Era Monokultur Kripto" membahas pergeseran dalam industri kripto dari ketergantungan semata pada harga Bitcoin menuju ekonomi yang lebih terdiversifikasi. Penulis, Charlie, mengamati bahwa diskusi kini lebih fokus pada aspek seperti bisnis peminjaman, AI, dan infrastruktur pembayaran, bahkan tanpa menyebut "harga token". Kripto kini terbagi menjadi dua kategori: **ekonomi endogen** (aset seperti Bitcoin yang nilainya bergantung pada siklus harga kripto) dan **ekonomi eksogen** (proyek yang nilai dan penggunaannya didorong faktor di luar pasar kripto, seperti fintech, AI, atau aset tokenisasi dunia nyata). Contohnya termasuk Venice (layanan inferensi AI berbayar) atau akuisisi perusahaan stablecoin oleh raksasa pembayaran tradisional. Pergeseran ini mengubah analisis investasi. Aset eksogen perlu dievaluasi seperti bisnis biasa—menganalisis model pendapatan, ekonomi unit, dan daya saing—alih-alih hanya melacak grafik Bitcoin. Kategori eksogen yang menjanjikan mencakup pertukaran on-chain, solusi kredit, AI privat, neobank, pinjaman, stablecoin, saluran pembayaran, produk konsumen non-keuangan, dan ekonomi agen. Meski aset endogen tetap relevan, masa depan industri akan semakin ditentukan oleh berbagai faktor eksternal. Investasi jangka panjang kemungkinan akan lebih banyak melalui ekuitas daripada token, kecuali terjadi peningkatan signifikan dalam struktur dan regulasi token. Intinya, industri kripto tidak lagi bergerak sebagai satu kesatuan yang seragam.

marsbit1j yang lalu

Akhir dari Kripto Faktor Tunggal

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli LINK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian ChainLink (LINK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli ChainLink (LINK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan ChainLink (LINK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan ChainLink (LINK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading ChainLink (LINK)Lakukan trading ChainLink (LINK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

963 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli LINK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga LINK (LINK) disajikan di bawah ini.

活动图片