Tren Teknologi

Mengulas inovasi terbaru, peningkatan protokol, solusi cross-chain, dan mekanisme keamanan dalam ekosistem blockchain. Ini memberikan perspektif yang berfokus pada pengembang untuk menganalisis tren teknologi yang muncul dan potensi terobosan.

Dari 24 ke 1 Lalu ke 5: YC Tidak Lagi Berinvestasi di Crypto, Tapi Crypto Tidak Hilang

Ringkasan: YC (Y Combinator) telah mengubah fokus investasinya di sektor crypto. Dari puncaknya pada 2022 dengan 24 perusahaan crypto per batch, jumlahnya turun drastis menjadi hanya 1 pada 2024, dan naik sedikit menjadi 5 pada 2026. Namun, ini bukan sekadar penurunan, melainkan transformasi. YC tidak lagi berinvestasi pada perusahaan yang membangun "ekosistem crypto" tradisional (seperti DeFi, NFT, atau protokol), tetapi pada perusahaan yang menggunakan teknologi crypto sebagai infrastruktur untuk menyelesaikan masalah nyata tanpa menyebutkan "crypto" kepada penggunanya. Lima perusahaan crypto yang didanai YC Winter 2026 mencerminkan pergeseran ini: 1. **Unifold:** API untuk deposit crypto yang mudah diintegrasikan ke aplikasi apa pun. 2. **SpotPay:** Bank digital lintas batas yang menggunakan stablecoin di balik layar. 3. **Sequence Markets:** Mesin eksekusi trading cerdas untuk aset digital. 4. **Orthogonal:** Gateway pembayaran untuk AI Agent, menggunakan crypto untuk penyelesaian mikro-pembayaran antar mesin secara real-time. 5. **Forum:** Platform untuk memperdagangkan "perhatian" sebagai aset yang di-tokenisasi. Pesan utamanya: Crypto tidak mati, tetapi sedang didefinisikan ulang. Nilainya yang terbesar bukan sebagai industri independen, tetapi sebagai infrastruktur yang tak terlihat untuk fintech, AI, dan sektor lainnya. YC percaya masa depan crypto adalah menjadi alat yang powerful yang bekerja di belakang layar, di mana pengguna bahkan tidak menyadari mereka menggunakannya.

marsbit02/20 11:46

Dari 24 ke 1 Lalu ke 5: YC Tidak Lagi Berinvestasi di Crypto, Tapi Crypto Tidak Hilang

marsbit02/20 11:46

Dragonfly: Crypto Bukan Dirancang untuk Manusia

Dragonfly Capital, firma modal ventura terkemuka, baru saja mengumumkan pengumpulan dana sebesar $650 juta. Mitra mereka, Haseeb Qureshi, menyatakan bahwa crypto tidak dirancang untuk manusia, melainkan untuk agen AI. Meskipun crypto menggunakan kontrak pintar, manusia masih lebih mempercayai kontrak hukum karena sistem perbankan dirancang untuk kelemahan manusia. Crypto, dengan alamat yang rumit, biaya gas, dan risiko keamanan, terasa canggung dan berbahaya bagi pengguna manusia. Namun, kekakuan dan kepastian kode crypto justru sempurna untuk agen. AI tidak akan lelah, malas, atau ceroboh. Mereka dapat memverifikasi transaksi, menganalisis kontrak, dan bernegosiasi dalam hitungan menit. Sistem hukum tradisional tidak siap untuk peserta non-manusia, sedangkan crypto memungkinkan agen untuk memiliki dan mentransfer aset secara mandiri. Masa depan akan didominasi oleh dompet 'autopilot' yang sepenuhnya dioperasikan oleh AI. Agen akan berinteraksi dengan protokol seperti Aave atau Ethena untuk memecahkan masalah keuangan pengguna, dan bahkan akan berdagang secara mandiri dengan agen lainnya. Fenomena ini sudah mulai terlihat dengan munculnya proyek seperti Moltbook dan Conway Research. Kesimpulannya, kekurangan crypto bagi manusia bukanlah bug, melainkan bukti bahwa teknologi ini dirancang untuk pengguna yang berbeda. Dalam dekade mendatang, interaksi langsung manusia dengan crypto akan tampak aneh, karena AI akan menjadi antarmuka utamanya.

marsbit02/19 05:16

Dragonfly: Crypto Bukan Dirancang untuk Manusia

marsbit02/19 05:16

Tahun Baru Imlek 2026, Mengapa Raksasa Teknologi Menggelontorkan 4,5 Miliar untuk Gila-gilaan Subsidi Pembayaran AI?

Tahun Baru Imlek 2026 menjadi saksi perang subsidi AI baru, dengan raksasa teknologi menggelontorkan total 4,5 miliar yuan. Inti persaingan bukan lagi pembayaran itu sendiri, melainkan perebutan "niat" (intention) pengguna. Era di mana AI Agent mengambil alih keputusan pengguna telah tiba. Insiden "Ponsel Doubao" (produk ByteDance) pada Desember 2025 menjadi contoh nyata: upaya menciptakan asisten AI yang dapat mengakses semua layanan secara horizontal ditolak oleh ekosistem tertutup seperti WeChat dan Alibaba. Sebaliknya, Alibaba's Qianwen sukses karena mengkonsolidasi layanannya sendiri (e-commerce, pembayaran, logistik, dll.) secara vertikal ke dalam satu agen AI yang mulus. Perbedaan mendasar adalah pergeseran dari "memagar tanah" (menguasai layar hp pengguna) di era super-app, menjadi "memelihara ikan" (menguasai niat dan keputusan pengguna) di era AI. AI tidak hanya menjual produk, tetapi menjual "niat yang terpenuhi dengan sempurna". Secara global, dua jalur strategis muncul: integrasi vertikal (Alibaba/Tencent) yang membangun tembok ekosistem tertutup, dan federasi terbuka yang standar secara horizontal (OpenAI/Google) yang berusaha menembus batas ekosistem namun menghadapi tantangan besar. Subsidi 4,5 miliar yuan pada Imlek ini adalah investasi untuk masa depan, membeli dan mempelajari niat pengguna, menandai dimulainya perang untuk pintu masuk bisnis satu dekade mendatang.

marsbit02/19 04:03

Tahun Baru Imlek 2026, Mengapa Raksasa Teknologi Menggelontorkan 4,5 Miliar untuk Gila-gilaan Subsidi Pembayaran AI?

marsbit02/19 04:03

Ketika AI Membentuk Ulang Jalan Belanja, Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk PayPal?

Dengan judul "Ketika AI Mengubah Jalan Belanja, Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk PayPal?", artikel ini membahas transformasi besar dalam e-commerce yang dipicu oleh AI. PayPal mengakuisisi Cymbio senilai $200 juta untuk memperkuat posisinya dalam "Agentic Commerce", di mana agen AI mengambil alih proses penemuan, keputusan, dan pembelian produk. Infrastruktur baru sedang dibangun: Google dan Shopify mengembangkan Universal Commerce Protocol (UCP), sementara OpenAI dan Stripe meluncurkan Agentic Commerce Protocol (ACP). Microsoft juga mengintegrasikan kemampuan pembayaran ke dalam Copilot. Prediksi menunjukkan Agentic Commerce dapat mencakup 10-25% penjualan e-commerce AS pada tahun 2030. PayPal, yang sebelumnya fokus pada pembayaran, kini bergerak ke alur kerja yang lebih luas seperti distribusi katalog produk, dan manajemen pesanan. Pembayaran berubah dari menjadi tombol "akhir" menjadi infrastruktur yang tertanam. Bank-bank tradisional memiliki sumber daya seperti saluran pembayaran, tetapi harus beradaptasi. Perusahaan fintech seperti Stripe dan PayPal bersaing untuk menjadi "dompet default" untuk agen. Industri crypto hampir tidak hadir dalam sistem ini, yang bisa menjadi peluang atau risiko tergantung pada kemampuan mereka untuk berintegrasi. Kesimpulannya, diversifikasi PayPal ke Agentic Commerce bukanlah pilihan ofensif, tetapi biaya yang diperlukan untuk mempertahankan relevansinya dalam infrastruktur e-commerce generasi berikutnya.

marsbit02/18 12:42

Ketika AI Membentuk Ulang Jalan Belanja, Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk PayPal?

marsbit02/18 12:42

活动图片