Berita Industri

Melacak berita perusahaan, perubahan strategis, aktivitas funding, dan penyesuaian personel di seluruh industri blockchain dan kripto, memberikan gambaran industri yang menyeluruh bagi pengguna.

Penjaga Pintu Kripto, Berhasil Mencetak Gong di Bursa Saham New York

Setelah lebih dari satu dekade beroperasi, perusahaan kustodian BitGo ($BTGO) resmi melantai di Bursa Saham New York (NYSE) pada 22 Januari dengan harga IPO $18 per saham. Sahamnya langsung melonjak 25% pada hari pertama, memberikan awal yang kuat bagi gelombang IPO perusahaan crypto di tahun 2026. BitGo, yang didirikan pada 2013 oleh Mike Belshe, memulai dengan fokus pada teknologi dompet multi-signature (multi-sig) sebelum berevolusi menjadi lembaga kustodian terlisensi. Perusahaan ini memainkan peran kunci dalam mendukung pengelolaan aset untuk ETF Bitcoin dan Ethereum yang diluncurkan oleh raksasa seperti BlackRock. Dengan valuasi sekitar $2 miliar, BitGo memiliki model bisnis yang berkelanjutan. Pendapatan intinya berasal dari layanan berlangganan (subscription) yang menyumbang hampir 48% dari pendapatan bersihnya, diikuti oleh layanan staking dan perdagangan. Perusahaan melayani lebih dari 4.900 klien institusi. Yang menarik, BitGo segera membuat sahamnya tersedia dalam bentuk token di blockchain seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain pada hari IPO, bekerja sama dengan Ondo Finance. Ini memungkinkan integrasi yang lebih luas dengan ekosistem DeFi. IPO BitGo mencerminkan tren pemulihan pasar modal untuk perusahaan infrastruktur crypto, menyusul kesuksesan IPO Circle dan Gemini di tahun 2025. Perusahaan seperti Kraken dan Consensys juga dikabarkan bersiap untuk IPO, menandakan matangnya industri dan selektivitas investor yang lebih tinggi terhadap model bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

比推01/22 21:09

Penjaga Pintu Kripto, Berhasil Mencetak Gong di Bursa Saham New York

比推01/22 21:09

Era 'Membayar dengan Kartu' L2: Ketika Cerita Ekspansi Berakhir, Pembayaran Menjadi Solusi Bertahan Hidup

Era "swipe card" L2: Ketika Narasi Skalabilitas Berakhir, Pembayaran Menjadi Solusi Bertahan Hidup Banyak jaringan Layer 2 (L2) menghadapi krisis lalu lintas dan aktivitas yang rendah. Data menunjukkan bahwa selain Base dan Arbitrum yang mendominasi hampir 80% total nilai terkunci (TVL), L2 lainnya seperti Starknet, Linea, dan Scroll memiliki transaksi per detik (TPS) yang sangat rendah, bahkan di bawah 3. Pendapatan protokol beberapa L2 bahkan hanya ratusan dolar per hari, jauh lebih rendah daripada bunga yang dihasilkan dari aset yang disimpan di bursa. Dalam situasi di mana aplikasi "pembunuh" (killer app) masih belum muncul, L2 beralih ke skenario pembayaran untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Mereka memanfaatkan karakteristik biaya rendah dan efisiensi tinggi untuk mengintegrasikan kartu kripto non-tersimpan (non-custodial) sebagai solusi. Berbeda dengan kartu kripto "tersimpan" (custodial) dari bursa yang menyelesaikan transaksi off-chain, kartu non-tersimpan seperti yang diadopsi oleh Scroll (dengan Etherfi), Gnosis (Gnosis Pay), dan Linea (untuk kartu MetaMask) menyelesaikan setiap pembayaran secara individual di on-chain. Setiap kali pengguna membelanjakan asetnya, kontrak pintar dijalankan untuk memverifikasi dan mentransfer aset, sehingga secara efektif meningkatkan aktivitas on-chain yang berkelanjutan dan berfrekuensi tinggi. Polygon, yang juga fokus pada pembayaran, melaporkan volume transfer stablecoin non-USD yang signifikan dan telah mengakuisisi infrastruktur pembayaran kripto Coinme untuk memperkuat strateginya. Kesimpulannya, di tengah kelangkaan narasi aplikasi yang inovatif, L2 beralih ke pembayaran sebagai cara praktis untuk memanfaatkan keunggulan teknis mereka dan tetap bertahan hidup sambil menunggu aplikasi masa depan yang lebih menarik.

marsbit01/22 12:09

Era 'Membayar dengan Kartu' L2: Ketika Cerita Ekspansi Berakhir, Pembayaran Menjadi Solusi Bertahan Hidup

marsbit01/22 12:09

活动图片